Inovasi Bumdes dengan One Jorong One Product; Mendongkrak Ekonomi Masyarakat Nagari Tanjung

Inovasi adalah kunci dari upaya menyejahterakan kehidupan dan perekonomian masyarakat. Hal ini yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa di Nagari Tanjung, atau nama lain yang digunakan adalah Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag). Nagari Tanjung, terletak di Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijujung, Provinsi Sumatera Barat.

Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Tanjung Sejahtera, melakukan inovasi untuk menggerakkan perekonomian masyarakat di Nagari Tanjung dengan mengusung program “One Jorong One Produck” atau Satu Jorong Satu Produk. Ini adalah sebagai upaya memotivasi masyarakat untuk menggali potensi yang dimiliki oleh daerahnya.

Saat ini, dari 7 Jorong yang menjadi bagian dari Nagari Tanjung, telah muncul 5 Jorong yang berhasil menggali potensi wilayah dengan menghadirkan produk unggulan masing-masing seperti; Tenun, Sabun, Jamu, Tahu dan Kuliner Rengginang.

Dalam penggalian potensi, dan pemetaan produk BUMNag ini, usaha tenun menjadi bidang usaha dengan produk paling menonjol dan menjadi ciri BUMNag Nagari Tanjung. Walau terbilang masih cukup baru, usaha tenun yang mulai beroperasi di tahun 2019 ini telah memiliki 8 unit alat tenun.

Melalui kepemilikan aset berupa unit alat tenun yang dimiliki, masyarakat dapat ambil peran sebagai pengrajin dengan sistem kerja bagi hasil. Dalam satu lembar kain pengrajin akan mendapat bagi hasil Rp. 100.000,- nominal yang jauh lebih besar dibanding kerja harian, sehingga memotivasi masyarakat untuk memproduksi tenun yang terbaik.

Tentu saja, keterlibatan masyarakat dalam unit usaha BUMNag ini memberikan tambahan atau bahkan penghasilan bagi masyarakat. Hal ini, tentu dapat diartikan bahwa BUMNag Nagari Tanjung telah berhasil menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran penduduk nagari.

Dalam waktu 5 bulan, setelah resmi penjualan produk pertama, unit usaha Tenun telah mendapatkan keuntungan bersih sebesar 11 Juta Rupiah dari keuntungan penjualan. Ke depan, tentu akan lebih lagi, mengingat antusias akan kain tenun di masyarakat luas, dan instansi pemerintahan seperti UPK, BPN dan Sekolah-sekolah di lingkup Kabupaten.

BUMNag Nagari Tanjung, akan terus berbenah dan terus berinovasi, dengan satu jorong satu produk, tentu menjadi motor penggerak tersendiri guna tercapainya kesejahteraan ekonomi masyarakat, saat ini yang telah sukses masuk ke pasar adalah tenun, maka ke depan keseluruhan produk harus mendapat sambutan pasar, dengan strategi dan inovasi baru tentunya.

Pemerintah dalam hal ini, tidak tinggal diam. Pemerintah mendukung penuh program satu jorong satu produk, hal ini dengan memberikan program pemberdayaan masyarakat nagari. Selain itu, pada 2019 pemerintah nagari telah menganggarkan tambahan modal usaha sebesar 200 Juta, guna terwujudnya inovasi satu jorong satu produk.

Nah, inovasi dari BUMNag di atas, tentu dapat menjadi contoh bagi Badan Usaha Milik Desa lainnya untuk dapat lebih lagi melakukan inovasi dan melihat keterbukaan peluang dan potensi yang dimiliki oleh daerahnya, oleh desanya, sehingga dapat memberikan nilai lebih bagi kesejahteraan masyarakat. Semoga inovasi BUMNag ini memberi motivasi. Salam BUMDes. [ Aryanto Bumdes.ID ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *