Inovasi Desa dan Bumdes jalan keluar persoalan air di desa

Era baru desa telah dimulai, kiranya bukan sesuatu yang berlebih jika melihat jalannya program pembangunan dan pengembangan desa yang sedang berjalan saat ini. Sejak diterbitkannya undang-undang desa memang banyak yang berubah dari desa sebagai tempat atau mukim, menjadi desa dengan nilai sosial-ekonomi yang lebih baik. Warga desa banyak yang kemudian menggali potensi desanya, dan menciptakan inovasi yang selaras dengan permasalahan yang ada di desa mereka.

Inovasi Desa, kiranya adalah satu program yang sangat bermanfaat. Keleluasaan warga desa untuk melakukan inovasi guna memecahkan atau menyelesaikan persoalan di desa mereka, kini telah banyak bermunculan. Inovasi-inovasi ini kemudian menjadi jalan keluar masalah sosial/ekonomi dan memberikan manfaat secara sosial/ekonomi.

Persoalan di desa yang sering kali muncul adalah persoalan ketersediaan air. Hal ini sudah sejak jauh hari menjadi titik fokus dan program penting yang digagas pemerintah melalui PAMSIMAS dan PNMP. Nah, jika diwilayah Anda masih mengalami kesulitan dalam pemenuhan air Anda bisa belajar dari inovasi desa berikut;

Inovasi Teknologi Sumur Menjawab Kebutuhan Air Desa

Indonesia sering kali mengalami musim kemarau panjang dalam beberapa tahun terakhir, hal ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah perubahan iklim global. Karenanya kita tidak lagi bisa memastikan berapa lama musim penghujan dan berapa lama musim kemarau. Keadaan ini, sering kali menjadi persoalan. 

Kita bisa ingat pada tahun 2007, banyak desa yang mengalami kekeringan dan tidak memiliki akses terhadap air bersih, kemudian pada tahun 2009 hal serupa juga terjadi, lanjut pada tahun 20012 dan 2017 kekeringan juga melanda di berbagai daerah, tahun ini kita juga melihat terjadi kekeringan di desa-desa wilayah D.I Yogyakarta, sehingga untuk memenuhi kebutuhan air harus di kerahkan bantuan air bersih dari dinas terkait.

Persoalan ketersediaan air ini menjadi sangat penting untuk dicarikan jalan keluar. Kita dapat belajar dari inovasi Teknologi Sumur yang digagas dan diciptakan oleh Desa Sugih Waras. Desa yang masuk dalam Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur ini, kini tidak lagi mengalami kendala kesulitan air bersih, berkat dari inovasi Teknologi Sumur yang mereka ciptakan.

Inovasi Teknologi Sumur pertama kali dibuat dengan melibatkan berbagai pisah dan tenaga profesional dan Himpunan Penduduk Pemakai Air Pam. Keterlibatan berbagai pihak ini kemudian menjalankan program Inovasi teknologi Sumur dengan membuat sumur submersible dengan kedalaman mencapai 60 meter dan membuat 2 sumur tambahan sebagai penampungan air.

Keberadaan sumur submersible ini kemudian dapat memasok air yang melimpah untuk keperluan warga desa. Setidaknya saat ini sudah ada 972 rumah tangga yang dilayani dengan air dari sumur submersible ini.

Kiranya, teknologi ini juga dapat ditiru dan diterapkan di desa lain yang memiliki kendala dalam pemenuhan air bersih.

Mengenal Inovasi Teknologi Sumur Submersible

Sumur submersible adalah sumur yang dalam pembuatannya menggunakan alat bor atau sama dengan sumur bor. Jenis sumur ini dimasyarakat juga dikenal dengan istilah sumur bor satelit. Hal ini karena kedalaman dari sumur ini adalah antara 60 meter sampai dengan 80 meter.

Jika pompa air pada sumur biasanya berada di atas, untuk jenis umur submersible keberadaan pompa air berada di dalam dan terendam air. Dengan kondisi tersebut kemampuan menyedot atau mendorong air jauh lebih tinggi dibanding dengan pompa jetpum.

Dengan kedalaman yang berada di antara 60 meter sampai 80 meter, maka kualitas air yang didapatkan dijamin air bersih, bukan air yang kuning seperti sumur dengan kedalaman rendah. Sumur jenis ini banyak digunakan di daerah perkotaan.

BUMDes Jalan Keluar Ketersediaan Air

Lahirnya undang-undang desa, dibarengi dengan tumbuh berkembangnya Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes.  BUMDes sebagai badan usaha di tingkat desa, bukan semata menjadi milik desa, namun menjadi milik seluruh warga desa, dan keberadaannya dipergunakan dan untuk tujuan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat desa. Karenanya, keberadaan BUMDes dapat menjadi jembatan untuk menyelesaikan masalah persoalan air di desa Anda.

Kenapa harus BUMDes? Air adalah masalah pokok bagi kehidupan, air tidak boleh dimonopoli, jika air di desa Anda misalnya dikelola oleh orang seorang atau individu dan kemudian dijual kepada Anda sebagai warga desa yang membutuhkan air, maka kontrol atas harga dan ketersediaan air hanya ada di individu tersebut. Karenanya, perlu ada badan atau lembaga bersama yang mengelola sumber daya air secara bersama, dan hal itu dapat diinisiasi dengan BUMDes.

Inovasi dan inisiasi yang dilakukan oleh BUMDes dapat dilihat dari berbagai desa yang ada di Indonesia Salah satunya dari Desa Bukian yang menciptakan Teknologi Kincir Air untuk Penjernihan Air Minum

Di desa ini Bukian, sumber daya alam berupa sumber mata air begitu melimpah, akan tetapi warga desa masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Kendala dalam mendapatkan air bersih ini dikarenakan topografi atau karakteristik desa yang berbukit. Untuk mendapatkan air yang bersih dan layak minum, warga perlu berjalan kaki sampai 5 KM, menaiki perbukitan. 

Kelompok Cipta Karya merancang inovasi untuk mendapatkan air bersih. Inovasi ini, dengan membuat mesin kincir air guna mendapatkan air yang ramah lingkungan. Keberadaan Teknologi Kincir Air untuk Penjernihan Air Minum, menjadi angin segar dan kabar gembira bagi warga desa dalam mengakses dan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), mendapatkan mandat untuk mendirikan unit usaha berupa Perusahaan Air Minum Desa. saat ini 269 Kepala Keluarga Desa Bukian tidak lagi khawatir kekurangan air bersih. Mereka sudah mendapatkan pasokan dengan baik, dan hanya perlu membayar iuran mulai dari Rp. 3.000,- tergantung kapasitas dari pemakaian.

Dengan adanya sinergi antara warga desa, pemerintah desa dan unsur terkait. Maka persoalan yang ada di desa tidak lagi menjadi persoalan yang ‘berkepanjangan’ oleh karenanya perlu adanya dorongan untuk melakukan pemetaan dan membuat inovasi yang dapat menjadi jalan penyelesaian persoalan yang ada. Misalnya, seperti kasus di atas mengenai persoalan air.

Badan Usaha Milik Desa, adalah wadah yang menjadi media penyelesaian masalah sosial-ekonomi di desa. Melalui BUMDes, persoalan yang ada bersama-sama diselesaikan dan dicari jalan keluarnya. Semoga pembahasan kali ini bermanfaat, dan dapat menjadi gambaran bagaimana persoalan dan penyelesaian masalah air dapat diselesaikan melalui warga dan BUMDes. Salam Desa.  [ Aryanto Bumdes.ID ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *