Cara Ampuh Memulihkan Unit Usaha BUMDes yang Mati Suri

Bumdes.id – Tidak dapat dipungkiri ada risiko dari setiap usaha yang kita coba lakukan, baik itu adalah usaha riil dalam kegiatan ekonomi atau pun sosial. Sama halnya dengan perusahaan, Badan Usaha Milik Desa dalam perjalanan mengembangkan dan membangun unit usaha BUMDes pun tidak selalu berada di jalan yang mulus, ada kalanya unit usaha BUMDes mengalami persoalan dan menjalani jalan terjal.

BUMDes sebagai badan usaha yang bergerak dibidang ekonomi tentu memiliki tujuan akhir berkembangnya unit usaha dan mendapatkan profit atau keuntungan yang bisa digunakan sebagai Pendapatan Asli Desa dan lebih luas dapat mendongkrak perekonomian masyarakat desa.

Tujuan BUMDes tersebut tidak selalu berada dalam jalur, tidak jarang kita mendengar atau bahkan mengalami kesulitan dalam upaya membangun dan mengembangkan unit usaha BUMDes. Tapi kita tidak boleh patah semangat, ada berbagai cara dan solusi yang dapat kita gunakan untuk bangkit dan kembali menjalankan unit usaha sampai pada tujuan yang telah ditentukan.

Proses dalam mengelola unit usaha BUMDes dari setiap kejadian yang mengimpit tersebut jangan sampai dijadikan pilihan untuk menyerah. Selalu ada jalan untuk memulihkan unit usaha agar kembali bisa bangkit dan mencapai tujuan. Jadikan halangan yang pernah menghantui dan menjadikan kegagalan sebagai pelajaran berharga dan kita berbenah untuk memperbaiki.

Baca Juga : Penyebab BUMDes tidak maju

Nah, dalam kesempatan kali ini Tim Bumdes.id telah merangkum apa  saja yang bisa kita lakukan untuk bangkit kembali dari keterpurukan yang tengah menimpa unit usaha BUMDes kita.

1. Carilah Dukungan

Salah satu penyebab utama matinya unit usaha BUMDes adalah tidak adanya pemahaman bersama mengenai BUMDes di masyarakat. Karena pemahaman mengenai BUMDes di kalangan perangkat desa masih sangat lemah, maka wacana BUMDes tidak tersosialisasi dengan baik kepada warga desa. Sehingga tidak tumbuh pemahaman bersama tentang BUMDes dan urgensi dari pendirian BUMDes bagi desa dan masyarakat.

Kondisi di atas menyebabkan tidak adanya dukungan dari masyarakat, atau dukungan yang satu padu dari masyarakat dan pemerintah desa. Sehingga keberadaan BUMDes hanya seolah menjadi tanggung jawab pengelola saja, tanpa bisa melibatkan warga desa secara luas. Padahal keberadaan warga desa sebagai modal sosial sangat penting dalam usaha membangun BUMDes.

Karenanya perlu ada langkah untuk mencari dukungan dan support dari masyarakat dan pihak terkait. Dukungan dari masyarakat dan pihak terkait seperti tenaga, pikiran, dan modal, perlu untuk kita dapatkan. Salah satu langkah untuk mendapat dukungan tersebut yaitu dengan kembali memperjelas posisi BUMDes, membuka diri kepada masyarakat dan pihak terkait, libatkan semua unsur yang merupakan bagian dari desa.

Ketika warga desa dan pihak-pihak terkait telah memberikan dukungan maka unit usaha yang dijalankan BUMDes harus selaras dan sesuai dengan cita-cita bersama, sehingga dalam proses pendirian dan pengembangannya akan menjadi tugas bersama dan ada rasa memiliki dari masyarakat dan pihak terkait.

2. Peganglah komitmen

Ketika kondisi unit usaha BUMDes telah berada pada kondisi kritis atau bahkan mati, maka peganglah komitmen untuk menghidupkan dan menjadikan unit usaha tersebut maju dan bermanfaat bagi desa dan masyarakat. Maka buat daftar persoalan yang sedang dihadapi, coba mencari prioritas utama yang perlu diselesaikan, selanjutnya selesaikan persoalan yang ada segera jangan sampai menunda.

Kita harus memiliki sikap untuk segera menyelesaikan persoalan yang ada. Karena tanpa diselesaikannya persoalan yang ada, kita tidak dapat melanjutkan perjalanan BUMDes yang sedang kita jalankan. Penghalang yang ada ini, harus diselesaikan sampai tuntas, baru pelan-pelan kita melaju kembali.

Selanjutnya, peganglah komitmen untuk fokus dan jangan sampai mengulangi kesalahan yang sama, buat rincian tugas yang jelas, buat alur dan standar operasional yang jelas, dan miliki komitmen bersama masyarakat untuk memajukan BUMDes.

3. Lakukan pembenahan

Seperti telah disinggung sebelumnya, unit usaha BUMDes yang mengalami mati suri tentunya karena banyak kesalahan-kesalahan yang terjadi pada pengelolaan sebelumnya. Maka jadikan kesalahan tersebut sebagai introspeksi diri kita dalam pengelolaan ke depannya.

Salah satu cara yang kita lakukan adalah dengan melakukan pembenahan di dalam internal sistem unit usaha BUMDes kita. Seperti memaksimalkan peran sistem akuntansi untuk membenahi keuangan BUMDes. Lakukan berbagai perampingan dari instrumen yang membuat terjadinya pemborosan keuangan unit usaha BUMDes. Buang semua yang tidak dapat memberikan profit dari unit usaha BUMDes. Kemudian mulailah kembali memulihkan bisnis dengan rencana yang sudah disiapkan setelah pembenahan tersebut.

4. Menarik Pasar atau konsumen

Sebuah unit usaha pasti memiliki target konsumen atau target pasar. Begitu berlaku pada unit usaha BUMDes, maka dengan melakukan upaya menarik pasar dapat meningkatkan pendapatan dari unit usaha yang dijalankan.

Cara yang dapat diterapkan adalah dengan lebih rajin lagi melakukan berbagai strategi pemasaran, seperti menyebar brosur, mendatangi kantor-kantor untuk menawarkan jasa (jika bergerak di bidang jasa), menghubungi calon-calon pelanggan yang sekiranya berpotensi untuk menjadi pelanggan (sesuai dengan unit usaha yang dijalankan), menarik kunjungan (jika unit usahanya adalah pariwisata) dan hal lainnya.

Proses menarik pasar memang diperlukan perjuangan yang tinggi. Akan tetapi, hal ini harus dilakukan apa pun usaha yang digerakkan jika tujuannya adalah terjualnya produk atau jasa.

5. Disiplin Keuangan

Badan Usaha Milik Desa memang mendapat anggaran dari pemerintah desa melalui dana desa, dan dana ini akan dilaporkan serta dipertanggung jawabkan peruntukkannya. Maka Cobalah untuk lebih disiplin dengan keuangan unit usaha BUMDes. Jika menjalankan lebih dari satu unit usaha, maka jangan sampai ada campur aduk keuangan satu dengan yang lainnya, semua harus sesuai peruntukkan dan sesuai pos yang telah dibuat.

Disiplin keuangan berarti disiplin terhadap pelaporan dan alur dari kas masuk dan kas keluar serta segala pelaporan perkembangan penggunaan keuangan yang dikelola BUMDes. Maka semua yang berhubungan dengan keuangan BUMDes harus  dicatat setiap transaksi yang terjadi.

Adanya catatan keuangan tersebut dapat dijadikan kontrol arus keuangan unit usaha BUMDes. Karenanya menjadi penting untuk memiliki sistem aplikasi akuntansi yang sesuai dan memudahkan dalam pengelolaan keuangan BUMDes.

Memang sistem akuntansi tidak mudah, ketika kita mendengar akuntansi kita akan berpikir tentang sebuah sistem keuangan yang sulit dipahami, namun kita tidak dapat terlepas dari penggunaan sistem akuntansi dalam menjalankan sebuah usaha, seperti halnya unit usaha BUMDes. Setidaknya akuntansi akan dibutuhkan dalam pengelolaan usaha sebagai pelaporan keuangan BUMDes.

Karenanya perlu menggunakan Sistem Aplikasi Akuntansi BUMDEs yang tidak ribet:

6. Tingkatkan kualitas SDM

Kualitas Sumber Daya Manusia dari setiap unit usaha yang dijalankan oleh BUMDes harus benar-benar memiliki kemampuan, keahlian dan kompetensi yang sesuai dengan bidang yang dijalankan. Di tangan yang salah, unit usaha BUMDes akan masuk pada keterpurukkan bahkan mati.

Karenanya perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satunya dengan mengikuti atau mengadakan pelatihan yang sesuai dan tepat sasaran. Salah satu lembaga yang fokus dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya para pengelola BUMDes adalah bumdes.id melalui Sekolah Bumdes. Maka jangan ragu untuk berkunjung ke Sekolah Bumdes untuk meningkatkan kualitas SMD dan pengetahuan seputar unit usaha BUMDes.

Bumdes.id dan Sekolah Manajemen BUMDes kembali mengadakan Training of Trainers Pendampingan Bumdes! Silakan Daftar TOT Pendampingan BUMDes Angkatan 18. Program ini akan dilaksanakan pada: 22 Agustus – 24 Agustus 2019, informasi lebih lengkap Pendaftaran TOT 18 atau menghubungi: Telp/SMS/WA 0857 72 900 800 (tim bumdes.id) atau 087738900800 (Bu Diana).

Demikianlah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memulihkan unit usaha BUMDes dari kebangkrutan dari derita mati suri. Semoga bermanfaat, jangan lupa Belajar BUMDes Ya di Sekolah Bumdes. Salam Bumdes Sukses! [ Aryanto Bumdes.ID ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *