Karangrejek Terus Bergerak menjadi Desa Mandiri

Kunjungan Tim Bumdes.id dan Tim LPEM UI dalam Riset Potensi BUMDes

Bumdes.id Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta,  dulu merupakan daerah yang sering kali mengalami kekeringan. Bahkan, desa ini sebelumnya masuk dalam kategori desa tertinggal. Namun predikat kekeringan dan desa tertinggal, kini tidak lagi melekat dalam desa Karangrejek.

Karangrejek menjelma menjadi desa yang mampu mengatasi persoalan kekeringan di desa, dan menjadikan desa ini menjadi desa yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk warganya. Jika sebelumnya disebut sebagai desa tertinggal, maka kini desa Karangrejek telah menjadi desa yang berkembang maju.

Kondisi kekeringan atau kekurangan air, tidak  lagi terjadi di desa Karangrejek saat musim kemarau sejak 2010 berkat sumur bor. Keberadaan sumur bor yang dikelola melalui PDAM Desa ini pada akhirnya menumbuhkan perekonomian warga desa.

Baca Juga: Tahap Pendirian BUMDes

Bermula dari gerakan yang diinisiasi generasi mudanya bersama tokoh masyarakat untuk membuat sumber mata air atau semacam perusahaan daerah air minum ( PDAM) desa. Keberadaan PDAM ini selain untuk memenuhi kebutuhan air warganya sehari-hari, juga menjadi sumber pendapatan pokok bagi desa Karangrejek.

Sumber air PDAM Desa dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karangrejek. Kemudian disalurkan atau digunakan oleh masyarakat sebagai sebagai pelanggan, hasil pembayaran dari penggunaan air oleh masyarakat akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes).

Terhitung sampai pada bulan Juli 2019, PDAM BUMDes Karangrejek telah mampu memenuhi kebutuhan air untuk 1.349 pelanggan, jumlah ini termasuk dari Desa Baleharjo, Desa Siraman, dan Desa Duwet.

Keberadaan sumber air di desa pada akhirnya dapat memantik pertumbuhan berbagai usaha yang didirikan masyarakat. Jika sebelumnya masyarakat kesulitan untuk membuka usaha dikarenakan tidak adanya air, sehingga usaha yang berjalan masih  terbatas, dengan adanya PDAM Desa yang dikelola BUMDes maka banyak usaha masyarakat yang tumbuh seperti; laundry, kolam ikan, cucian motor dan mobil, pabrik tahu dan tempe, serta usaha masyarakat desa yang lainnya.

Menurut Martono, Direktur BUMDes  Karangrejek, jika sebelumnya unit usaha fokus pada mengelola air yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Selanjutnya, setelah perkembangan usaha dan mendapatkan pendapatan dari unit usaha pengelolaan air tersebut, maka BUMDes membuka unit usaha lain dari hasil pendapatan yang ada. Unit usaha yang dibuka adalah unit usaha simpan pinjam untuk masyarakat yang mana penyertaan modalnya dari unit pengelolaan air minum.

Baca Juga: Membuat Saluran Irigasi Desa Bebas Sampah Dan Memiliki Nilai Ekonomi

Pemilihan unit usaha simpan pinjam, bukan tanpa alasan. Mengingat masyarakat desa sering kali membutuhkan pendanaan untuk kegiatan atau kebutuhan mendesak, untuk pengembangan atau modal usaha. Keberadaan simpan pinjam bagi masyarakat ini, selain untuk membantu secara permodalan juga diharapkan mampu memotong jerat rentenir yang dulu pernah ada.

Selain unit usaha Simpan Pinjam, BUMDes juga membuka unit usaha agrobisnis pertanian. Unit usaha ini berfungsi untuk menampung berbagai hasil pertanian warga, seperti bawang merah, kedelai, jagung, dan kacang. Selain itu, unit usaha agrobisnis pertanian ini juga berfungsi untuk memotong distribusi dalam permainan pasar.

Sehingga hasil pertanian petani dapat langsung dibeli tanpa harus melewati tengkulak. Dengan adanya unit usaha Agrobisnis ini, maka petani tidak perlu lagi ketakutan dengan harga yang dipermainkan. BUMDes hadir sebagai penjamin keadilan harga.

Pendapatan Asli Desa dan CSR dari BUMDes Karangrejek

Salah satu peran dari keberadaan BUMDes adalah mampu memberikan pemasukan kepada desa, dalam hal ini dalam bentuk Pendapatan Asli Desa (PADes) BUMDes Karangrejek mampu menyumbang pendapatan desa sebesar Rp115 juta per tahun.

Selain PADes, Pemerintah Desa Karangrejek juga memberikan sisa hasil usaha (SHU) kepada pemerintah desa lain yang berlangganan air. Artinya, tidak hanya untuk desa Karangrejek sendiri, namun keuntungan yang didapatkan juga disalurkan untuk desa lain yang menjadi mitra selama ini, semacam CSR nilainya Sekitar Rp1 juta hingga Rp3 juta.

BUMDes juga telah membeli satu unit ambulans, keputusan membeli ambulans agar  masyarakat dapat mendapatkan pelayanan pengantaran dan penjemputan untuk tujuan kesehatan secara gratis. Selain ambulans gratis, BUMDes juga memberikan santunan kepada warga yang mengalami musibah, misalnya ada keluarga yang meninggal.

Baca Juga: Tebing Breksi; Memanfaatkan Bekas Tambang Menjadi Tempat Wisata

Terus Bergerak dan Berinovasi untuk Desa

BUMDes Karangrejek, terus bergerak dan melakukan berbagai inovasi untuk mengembangkan dan menuju kemandirian desa. Misalnya akan menambah pengeboran sumber air. Sumber baru nanti juga akan disertai mesin diesel cadangan. Jadi meskipun aliran listrik mati, air tetap mengalir.

Selain itu, juga telah melakukan berbagai persiapan dan perencanaan unit usaha baru. Salah satunya yang tengah disiapkan oleh BUMDes Karangrejek adalah BUMDes Mart. BUMDes Mart sudah disiapkan di lahan 8 x 12 meter. BUMDes Mart nantinya akan bekerja sama dengan Bulog dan menampung hasil industri rumahan warga.

Selain BUMDes Mart, BUMDes  Karangrejek juga tengah melakukan perencanaan untuk membendung sungai untuk dikelola BUMDes menjadi desa wisata. Yang mana melalui sungai tersebut akan ada aktivitas wisata rafting, pemancingan, dan keliling lihat pertanian pakai gerobak sapi.

Baca Juga: Membangun Jejaring yang Kuat Kunci BUMDes Sukses

Dari Desa Karangrejek kita belajar, melalui BUMDes dengan tekad dan kemauan bersama, maka desa kita bisa bangkit dan berkembang menjadi desa maju. Desa yang kekeringan dan tertinggal kini menjelma menjadi desa yang mampu mengurus kebutuhan warganya secara mandiri.

Di luar sana, banyak desa dengan berbagai persoalan dan juga berbagai potensi  yang ada. Kemauan dan kemampuan yang dibutuhkan, bahwa persoalan yang dihadapi oleh desa, harus dapat dicari jalan keluar, dan dapat dijadikan tonggak sejarah kebangkitan desa.

Mari bersama kita membangun desa menuju Desa Mandiri dengan BUMDes Sukses. Bagi sahabat BUMDes sekalian, jangan ragu untuk memulai, mari terus tingkatkan keterampilan dan kemampuan mengelola BUMDes.

Kami, bumdes.id dan Sekolah Bumdes, selalu terbuka untuk sahabat sekalian, sebagai upaya percepatan pembangunan desa, pengembangan BUMDes, sahabat sekalian dapat berkunjung ke Sekolah Bumdes. Kami juga memiliki berbagai program Kelas yang dapat menjadi upaya percepatan pembangunan dan pengembangan Desa dan Bumdes.

Mendirikan BUMDes bukanlah suatu perkara yang mudah. Ada step by step yang harus dilalui, mulai dari Musyawarah Desa, terbitnya Peraturan Desa, membuat AD/ART, dan juga mengembangkan potensi atau masalah di desa menjadi peluang usaha BUMDes. Lantas, bagaimana agar BUMDes bisa survive dan berkembang sukses? Jawabannya adalah pengetahuan yang cukup mengenai seluk beluk seputar BUMDes, maka perlu mengadakan pendidikan dan kelas yang serius dan khusus.

Kami di Sekolah BUMDes memiliki program khusus untuk peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengelolaan BUMDes dengan materi-materi yang sudah kami bagikan ke dalam beberapa kelas yang telah tersedia, antara lain: 1. Kelas Peta Jalan Bumdes , 2. Kelas Tipologi dan Model Bisnis Bumdes (Seri Penguatan Manajemen Bumdes), 3. Kelas Pola Pengelolaan Keuangan dan Akuntansi Bumde. Informasi Lengkap Klik Kelas Sekolah Bumdes – Pendaftaran Training of Trainers Pendampingan Bumdes Angkatan 20

Bagi Anda, yang ingin belajar BUMDes, memerlukan pendidikan dan pelatihan BUMDes maka jawabannya adalah Sekolah Bumdes. Sekolah Bumdes adalah tempat belajar Bumdes secara paten dan menyenangkan. Kombinasi Teori, Simulasi, Praktik dan Kunjungan Lapangan. Belum lengkap belajar Bumdes kalau belum ke Sekolah Bumdes SMB Bumdes.id. Sekolah Bumdes berada di Jl. Nogotirto No.15 B, Area Sawah, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Silakan Anda berkunjung jika sedang berada di Jogja, Sekolah Bumdes selalu terbuka untuk Anda.

Informasi program selanjutnya dapat menghubungi nomor kontak: https://wa.me/6285772900800.
𝗕𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀 𝗬𝗮 𝗱𝗶 𝗦𝗲𝗸𝗼𝗹𝗮𝗵 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀 – 𝗣𝘂𝘀𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗹𝗮𝘁𝗶𝗵𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀. (Ariyanto/Bumdes.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *