BUMDes Co-Working Space Pertama di Indonesia

BUMDes-Co-Working-Space-Pertama-di-Indonesia

Sahabat BUMDes, banyak BUMDes sekarang ini yang sudah berkembang dan menyumbang Pendapatan Asli Desa serta mensejahterakan Masyarakat Desa. Banyak Unit-unit usaha BUMDes yang sudah bisa menyerap tenaga dan mengurangi penganggruran yang ada di Desa.

Ada berbagai macam jenis usaha yang bisa dilakukan menggunakan Badan Usaha Milik Desa ini. Dengan modal Aset yang dimiliki setiap Desa serta dukungan dari dana Desa menjadikan BUMDes salah satu elemen penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Dari sebelumnya yang mungkin hanya dinikmati oleh segelintir orang aset desa tersebut, kini dengan adanya BUMDes yang berdiri menjadikan aset desa ini sedikit lebih banyak memberikan manfaat kepada masyarakat.

Salah satu unit usaha yang bisa dijalankan oleh sebuah BUMDes adalah BUMDes Co-Working Space. Dimana BUMDes menyediakan tempat untuk UMKM atau pengusaha yang ada di Desa berada di tempat yang sama untuk berkolaborasi.

Salah satu BUMDes yang menjalankan Usaha Co-Working Space ini adalah sebuah BUMDes yang ada di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Yang menjadi unik ini adalah BUMDes Co-Working Space ini adalah BUMDes bersama dari 159 Desa yang ada di Kabupaten Pati.

Co-Working Space ini nantinya merupakan kantor dari 159 desa dengan membentuk BUMDes bersama. Hal ini merupakan salah satu terobosan baru dan terbesar yang ada di Indonesia untuk membuat sebuah Badan Usaha Milik Desa Bersama.

Asisten Sekda Pati bidang ekonomi, keuangam dan Pembangunan Muhtar mengungkapkan, sejauh ini dari usaha yang ada, sudah terdiri dari enam unit layanan kesehatan klinik BUMDes bersama. Sedangkan, unit ke 5 akan segera dilaunching.

“Selain itu ada juga kerja sama dengan desa berbentuk konstruksi dan material. Harapan kami kerja sama antar desa ini menjadi strategi dan kunci sukses menjadi desa sejahtera dan maju. Serta tidak bergantung pada kucuran dana dari pemerintah,” jelasnya usai acara pembukaan coworking space,” katanya.

Manfaat dari BUMDes gabungan antar desa ini, kata Muhtar, untuk membangun desa yang dimulai dari sektor ekonomi. Karena menurutnya, desa memiliki peluang usaha dan daya ungkit yang bisa dimaksimalkan. Untuk coworking space inantinya akan bergerak dibidang pertashop untuk melayani kebutuhan BBM masyarakat di perdesaan.

Direktur utama PT. Mitra Bumdesa Sejahtera Pati (MBSP), Reza Adi Swasono mengatakan, ide awal pembentukan ini, adalah dari pemerintah daerah yang menentukan terbentuknya Perseroan Terbatas. Dari situ, akan terjun ke kecamatan yang mempunyai potensi.

“Jangka pendeknya kita menyelesaikan tiga sektor, nantinya akan ada pengembangan. Tidak hanya profit tapi kita mengarah pada pemberdayaan,” kata Reza.

Total anggaran tahun pertama di 2018 telah dihimpun dana sebesar Rp 5,50 Miliar. Jumlah itu merupakan saham bersama milik 159 desa. Sedangkan, secara legalitas formal sudah sangat kuat.

Bagi sahabat BUMDes yang ingin berkonsultasi dan belajar lebih detail lagi bisa berkunjung di Sekolah BUMDes yang beralamat di Jalan Nogotirto No 15B Yogyakarta. Tempat paling asyik untuk belajar BUMDes ya disekolah BUMDes.

Di Sekolah BUMDes ini Sahabat bisa melakukan kunjungan terlebih dahulu untuk mengetahui lebih jauh mengenai diposisi manakah saat ini BUMDes berada. Apakah dalam kategori BUMDes Rintisan, Berkembang atau Maju dengan menggunakan Layanan Cek Kesehatan BUMDes.

Setelah menggunakan Cek Kesehatan Usaha BUMDes sahabat juga bisa menggunakan sebuah Sistem Aplikasi Akuntansi BUMDes. Jadi untuk selanjutnya sahabat tidak akan kerepotan lagi mengenai Pelaporang Keuangan untuk BUMDes ini. Salam [Ahmad/bumdes.id]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *