6 Tempat untuk Studi Aplikatif BUMDes di Yogyakarta

Kepala Desa Sekecamatan Ajibarang Kunjungan Ke Sekolah Bumdes
ayo ke sekolah bumdes

Bumdes.id 6 tahun berlalu semenjak Undang-undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 dilahirkan, sudah banyak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berdiri dan menjalankan proses bisnisnya. Tidak sedikit BUMDes-BUMDes di berbagai pelosok Indonesia sudah mengalami kesuksesan dan memiliki keuntungan yang tinggi. Perjuangan yang dilakukan pun tidaklah mudah.

Banyak pengorbanan yang dilakukan oleh pelaku BUMDes untuk menjadikan BUMDesnya sebagai BUMDes yang sukses dan menjadi BUMDes percontohan. Bahkan terdapat BUMDes yang mana pengurus BUMDes dan masyarakat di desanya rela menggadaikan surat rumahnya untuk membangun satu unit usaha BUMDes.

Sahabat Bumdes.id tentunya wajib belajar kepada BUMDes-BUMDes yang sudah sukses ini. Beberapa BUMDes yang sudah sukses ini di antaranya terdapat di Yogyakarta. Jika Sahabat Bumdes.id berminat untuk berkunjung ke BUMDes-BUMDes terbaik di Yogyakarta, maka perlu mengetahui lebih dalam tentang keunikan dari BUMDes-BUMDes tersebut. Mau tahu lebih lanjut tentang BUMDes-BUMDes di Yogyakarta? Berikut adalah BUMDes-BUMDes percontohan yang ada di Yogyakarta.

1. BUMDes Sambimulyo dengan Pesona Tebing Breksi-nya

Tidak dapat dipungkiri, Tebing Breksi yang berada di Yogyakarta telah menjelma menjadi tempat istimewa bagi banyak muda-mudi untuk menghabiskan waktu mereka di sore hari. Hal yang paling menyenangkan saat berada di Tebing Breksi adalah ketika menantikan sunset tiba.Lokasi wisata yang berada tepat di atas tebing ini tentu sangat mendukung untuk melihat momentum matahari terbenam.

Tidak salah kalau Tebing Breksi yang merupakan bekas kawasan pertambangan mampu bertransformasi menjadi destinasi wisata yang sangat dicari khalayak ramai untuk menghabiskan waktu liburan atau waktu luang.

Awalnya Tebing Breksi ini dikelola oleh warga lokal dengan berbagai inovasi dan kreativitas untuk mengubah bekas tambang menjadi objek wisata yang layak untuk dikunjungi. Sejak 23 Mei 2015, Tebing Breksi mulai menampakkan giginya sebagai objek wisata baru di Yogyakarta.

Wisata Tebing Breksi sendiri digagas oleh Kelompok Sadar Wisata Lowo Ijo. Selanjutnya, untuk kebutuhan penataan, pengelolaan dan legal hukum, pengelolaan Tebing Breksi saat ini berada di bawah payung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Sejak tanggal 13 November 2018, pemerintah Kabupaten Sleman secara resmi menyerahkan pengelolaan Wisata Tebing Breksi ke BUMDes Sambimulyo, dan Lowo Ijo tetap ikut terlibat dalam pengelolaan Tebing Breksi serta menjadi salah satu unit kerja di BUMDes Sambimulyo.

Sebanyak 98 persen warga Sambirejo terlibat dalam aktivitas wisata Tebing Breksi, mulai dari pengelola, penjual makanan dan warung makan, petugas kebersihan, keamanan, sampai penyedia spot foto di tebing. Banyak warga pemilik homestay dan pemilik jeep juga merasakan efek positif dalam pengembangan wisata Breksi.

Dari unit usaha wisata Tebing Breksi, BUMDes Sambimulyo mampu menyumbangkan sekitar Rp 100 juta per tahun untuk Pendapatan Asli Desa (PADes) Desa Sambirejo dari perhitungan bagi hasil BUMDes sebagai pihak pengelola. Kini, BUMDes Sambimulyo menjadi BUMDes percontohan dalam bidang pengelolaan tempat wisata bagi BUMDes-BUMDes di desa lain.

2. Pengelolaan Sampah di BUMDes Amarta

BUMDes Amarta yang berasal dari Desa Pandowoharjo terkenal dengan unit usaha pengelolaan sampahnya. BUMDes Amarta memilih untuk mengelola sampah karena bercita-cita untuk menyediakan lingkungan yang sehat dan bersih bagi masyarakat Pandowoharjo, sehingga hal ini mendorong BUMDes Amarta untuk mengelola TPS di desa yang sebelumnya tidak dikelola dengan baik.

Berawal dari permasalahan TPS yang terbengkalai, BUMDes Amarta melihat ini sebagai sebuah peluang bagi BUMDes untuk menunjukkan eksistensinya dalam memberikan social benefit kepada masyarakat desa. Dengan modal awal sebesar Rp 50 juta, BUMDes Amarta memulai usahanya dengan memilah sampah organik dan anorganik yang dikumpulkan oleh tukang sampah dari rumah maupun warung yang ada di sekitaran Desa Pandowoharjo.

BUMDes yang baru berdiri pada Juni 2016 ini sudah mencapai omset pada angka Rp 200 juta di tahun 2017 dengan keuntungan sebesar Rp 37 juta. Dari hasil usaha ini, BUMDes Amarta mampu menyumbang ke PADes sebesar Rp 15 juta.

3. Menengok Budaya di BUMDes Panggung Lestari Melalui Kampung Mataraman

BUMDes Panggung Lestari tidak hanya terkenal dengan unit usaha pengelolaan sampahnya. Kini BUMDes Panggung Lestari, Desa Panggungharjo menawarkan salah satu unit usahanya yang bernuansa masyarakat abad ke-19, yakni resto yang bernama Kampung Mataraman.

Resto ini berada di Dusun Glugo, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul. Konsep yang diusung oleh Kampung Mataraman sangat mengedepankan tentang peradaban masa lalu dengan corak kerajaan Mataram dan menampilkan sajian sandang, pangan, dan papan pada abad ke-19.

BUMDes Panggung Lestari menjadikan Kampung Mataraman sebagai media efektif untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat mengenai budaya yang telah diwariskan oleh nenek moyang terdahulu. Kini, omset dari Kampung Mataraman sudah menginjak angka Rp 3,8 miliar.

4. Usaha Air Bersih BUMDes Karangrejek

BUMDes Karangrejek memiliki unit usaha air bersih. Perlu diketahui, unit usaha air bersih ini dibangun dengan jalan yang tidak mudah. Pada saat itu, masyarakat Desa Karangrejek bertekad untuk membuat perubahan karena Desa Karangrejek yang kesulitan mendapatkan sumber air bersih. Hal ini memaksa perangkat desa maupun masyarakat Desa Karangrejek membuat surat dan menghadap Rektor UGM.

Kedatangan mereka ke UGM ialah dengan tujuan untuk memohon ijin kepada Rektor UGM untuk mengirimkan mahasiswanya, khususnya mahasiswa jurusan Geologi agar mau melakukan KKN di Desa Karangrejek dengan program kerja melakukan pemetaan sumber air menggunakan pinjaman alat dari UGM.

Dalam projek ini, masyarakat Desa Karangrejek memerlukan banyak biaya untuk melakukan proses pengeboran yang memerlukan alat berat dan tenaga ahli yang setelah dihitung total biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 800 juta, dan pada akhirnya masyarakat Desa Karangrejek dengan berani meminjam uang dari lembaga yang menawarkan bunga sangat besar. Masalah demi masalah yang datang mampu diatasi dengan baik oleh Pemerintah Desa, Pengurus BUMDes, dan masyarakat.

Saat ini, omset usaha air bersih ini mencapai angka Rp 6 milyar per tahun. Tentunya BUMDes Karangrejek sudah punya cukup dana untuk melakukan ekspansi dan memberikan kemanfaatan sosial bagi warga Desa Karangrejek. Yang terbaru, BUMDes Karangrejek sudah menyelesaikan pembangunan 48 ruko di rest area arah pantai Baron dan menelan dana sebesar Rp 1,6 milyar. Semua itu dibiayai oleh BUMDes Karangrejek. Selain itu, BUMDes juga telah membelikan Mobil Ambulance untuk fasilitas warga Desa Karangrejek dan dapat dipakai secara gratis.

5. Olahan Coklat dari BUMDes Tunas Mandiri

BUMDesa Tunas Mandiri yang berada di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, DIY tidak hanya terkenal karena wisata Embung Nglanggeran dan Gunung Api Purba saja. Saat ini BUMDesa Tunas Mandiri memiliki unit usaha yang fokus pada pengolahan, yakni oleh-oleh khas Nglanggeran berbasis pada olahan coklat.

Perlu diketahui, hasil utama perkebunan di Desa Nglanggeran adalah tanaman kakao. Unit usaha olahan kakao ini juga sangat membantu perekonomian ibu-ibu di Nglanggeran. Selama ini pengolahan kakao menjadi coklat dilakukan oleh ibu-ibu PKK di Desa Nglanggeran dengan bimbingan dari DISHUTBUN Kabupaten Gunung Kidul untuk dan BPTBA LIPI Yogyakarta, sehingga produk yang dihasilkan terjamin kebersihan dan kualitasnya.

Adapun produk olahan coklat dihasilkan oleh BUMDesa Tunas Mandiri, antara lain chocomix original, chocomix klasik, chocomix-tawa, pisang salut coklat, dodol coklat, serta coklat bubuk kemasan 100 gram.

6. Study Aplikatif di Sekolah Bumdes

Kami, Bumdes.id dan Sekolah Bumdes, selalu terbuka untuk sahabat sekalian, sebagai upaya percepatan kemandirian Desa, melalui BUMDes. Kami memiliki berbagai program yang dapat menjadi upaya percepatan Kemandirian Desa dan Bumdes Sukses.

Permasalahan utama dalam pengelolaan dan penguatan manajemen BUMDES adalah bagaimana Desa dapat mewujudkan BUMDES seperti yang diamanatkan UU Desa di tengah berbagai persoalan yang menghambat pengembangan BUMDES.

Oleh karena itu melalui Kunjungan Sekolah Bumdes peserta akan mendapatkan pemahaman dasar mengenai BUMDes dan rencana tindak lanjut untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan BUMDes melalui program yang ada di bumdes.id dan Sekolah Bumdes.

Kunjungan Sekolah Bumdes ini bertujuan untuk:

  1. Memberikan wawasan tentang Badan Usaha Milik Desa kepada peserta kunjungan
  2. Memberikan wawasan tentang program pelatihan dan pendidikan BUMDes
  3. Memberikan wawasan tentang program/produk yang diperlukan BUMDes; Pemetaan Bentang, Sistem Aplikasi Akuntasi Bumdes.

Materi Kunjungan Sekolah Bumdes

  1. Pemaparan Materi Peta Jalan Bumdes
  2. Showing Sistem Aplikasi Akuntansi Bumdes
  3. Layanan Cek Kesehatan Usaha BUMDes
  4. Pendampingan dan Pengembangan BUMDes (Kerjasama lanjutan)

Fasilitas Kunjungan

  1. Snack
  2. Coffee Break
  3. Makan Siang
  4. Merchandise

Bagi Anda, yang ingin belajar BUMDes, memerlukan pendidikan dan pelatihan BUMDes maka jawabannya adalah Sekolah Bumdes.

https://www.youtube.com/watch?v=JuMSPxIbmfA
Video Kunjungan Study Aplikatif Sekolah BUMDes

Sekolah Bumdes adalah tempat belajar Bumdes secara paten dan menyenangkan. Kombinasi Teori, Simulasi, Praktik dan Kunjungan Lapangan. Belum lengkap belajar Bumdes kalau belum ke Sekolah Bumdes Bumdes.id.

Sekolah Bumdes berada di Jl. Nogotirto No.15 B, Area Sawah, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Silakan Anda berkunjung jika sedang berada di Jogja, Sekolah Bumdes selalu terbuka untuk Anda.

Informasi program Kunjungan Sekolah Bumdes dapat menghubungi nomor kontak: https://wa.me/6285772900800

Belajar Bumdes Ya di Sekolah Bumdes – Pusat pendidikan dan Pelatihan Bumdes.

Penulis: Ayu Resti
Editor: Ariyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *