Kisah Pendampingan Desa Pagak Pemenang Desa Brilian

Bumdes.id – Pendampingan pemenang desa brilian berhasil dilakukan oleh Tim Bumdes.id dan berikut merupakan cerita pendampingan yang telah dilakukan. 

Pada hari pertama tim Bumdes.id langsung bertemu dengan Bapak Kepala Desa Pagak yakni Bapak Sudarwo, Direktur BUM Desa Astagina Pagak yakni Bapak Riyanto, Bapak Dimas selaku Kepala Unit Unit Pariwisata & Ekraf, dan Bapak Widi selaku Administrator. 

Hasil diskusi tim bumdes.id bersama dengan kepala desa dan direktur BUM Desa Astagini menghasilkan lima poin penting berikut ini: 

Baca juga: Kisah Pendampingan Desa Sugihwaras Pemenang Desa Brilian

Tim Bumdes.id akan mendampingi terkait dengan: 

1) Master plan pembangunan wisata desa (buatan), taman kuliner, kolam renang, perikanan, pengelolaan air bersih dalam satu lokasi.

2) Perlunya kolaborasi antara Pemerintah Desa,

Bumdesa, BPD, Ibu PKK, Pemuda dan masyarakat sekitar yang memiliki mata pencaharian petani dalam mengembangkan BUM Desa secara berkelanjutan. 

Pada dasarnya kolaborasi ini yang pertama kali harus mendapat perhatian karena akan berpengaruh pada masterplan yang telah dibuat.

Terlebih lagi Pemerintah Desa memiliki program unggulan berupa kedaulatan pangan. 

Masterplan ini akan mengarah pada pencapaian desa bergitalisasi dalam artian seluruh kegiatan yang terlaksana dalam satu lokasi.

Dapat diakomodasi melalui sistem digital terutama melalui digitalisasi BRIlink. 

BUM Desa berharap bahwa binaan dan pendampingan BRI dalam digitalisasi dapat terlaksana. 

Misalnya yang terjadi saat ini mesin EDC yang dikelola Bumdes belum turun setelah diajukan. 

3) Tim Bumdes.id diberikan jabaran masterplan

lebih detail oleh Bapak Dimas dan Bapak Widi karena di satu titik lokasi masterplan tadi akan dilakukan kerjasama/kolaborasi dengan pengusaha/UMKM yang ada di desa.

Seperti usaha minyak ATSIRI yang menjadi komoditas unik desa yang sudah terpasarkan sampai luar kota. 

Namun masih mengalami kebingungan dalam pengolahan limbah minyak tersebut seperti ampas tumbuhan sirih, pala, dan nilem.

Kemudian budidaya anggrek, anggur, dan beberapa kerajinan seperti pot semen, anyaman bambu (besek), dan alat musik tradisional agar dapat diwadahi oleh Bumdesa, 

4) Pengelolaan sampah juga menjadi hal penting yang mesti ditangani apabila membuka usaha Bumdes yang bergerak dalam bidang wisata.

Tim Bumdes.id juga memberikan usulan dari hasil observasi yang daimbil dari Desa Kertanegara, Purbalingga untuk proses bisnis atau alur kerja dapat diadopsi oleh Bumdesa Astagina Pagak. 

Baca Juga: Ketahui Enam Sasaran BLT Dana Desa Sesuai Arahan Presiden.

5) Pelaporan keuangan sesuai PP 11/2021 menjadi hal dibutuhkan Bumdes

Tim bumdes.id diajak untuk berkeliling pada setiap jenis usaha yang akan dikolaborasikan melalui wadah Bumdes seperti yang telah disebutkan di atas. 

Tentunya kerjasama ini akan dapat terjalin demi keberlanjutan usaha Bumdesa itu sendiri terutama untuk peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Rencana Tindak Lanjut: 

Tim Bumdes.id berencana untuk melakukan pertemuan di dalam Musdes untuk membahas kolaborasi Bumdes dan beberapa usaha yang telah ada di desa dan kemudian esensi dari Musdes 

Ini agar Pemerintah Desa, Bumdes, BPD, Ibu PKK, Pemuda, dan masyarakat memiliki kesepahaman bersama terkait apa itu Bumdes, apa saja kewenangan desa dan Bumdes, dan terkait hal lainnya. 

Di samping itu, atas masterplan yang telah dijelaskan tim juga akan merancang skema SOP yang tepat dan mudah digunakan serta mudah dipahami oleh Bumdes. Yang terakhir tim bumdes.id akan memberikan pemahaman tentang pembuatan laporan keuangan untuk tiap unit Bumdes sesuai dengan kebijakan yang berlaku, sehingga dengan akan mengadakan komunikasi baik melalui via whatsapp/zoom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *