Apa Saja Komponen dalam Laporan Laba Rugi BUM Desa?

Apa Saja Komponen dalam Laporan Laba Rugi BUM Desa?

"Apa

Bumdes.id – Laporan keuangan merupakan bagian penting dari bentuk pertanggungjawaban terkait pengelolaan dana dari suatu lembaga atau perusahaan. 

Berkaitan dengan pertanggungjawaban, mengacu pada PP No 11 tahun 2021 Bab X tentang pertanggungjawaban, BUM Desa juga diwajibkan untuk menyusun laporan keuangan. 

Salah satu laporan yang perlu disusun oleh BUM Desa adalah Laporan Laba Rugi. Laporan laba rugi (income statement) merupakan laporan yang memuat informasi mengenai nilai pendapatan.

Nilai pendapatan yang diperoleh selama periode tertentu dan biaya yang dikeluarkan baik biaya usaha maupun biaya di luar usaha. 

Materi Lengkap Terkait BUM Desa Bisa Didownload Disini! 

Laporan laba rugi selanjutnya akan menyajikan laba atau rugi yang diperoleh BUM Desa.

Laporan laba rugi membantu pihak internal BUM Desa untuk mengetahui apakah usaha yang dijalankan mengalami keuntungan (laba) atau mengalami kerugian. 

Melalui laporan laba rugi, pihak internal BUM Desa dapat menganalisis terkait dengan usaha yang dijalankan serta membantu dalam mengukur kinerja atau performa BUM Desa dalam periode tertentu. 

Selanjutnya, melalui hasil analisis dari laporan laba rugi BUM Desa dapat diambil langkah-langkah selanjutnya untuk perbaikan usaha BUM Desa kedepannya.

Seringkali, BUM Desa masih bingung terkait dengan apa itu laporan laba rugi? Apa saja komponen yang harus digolongkan ke laporan laba rugi? Dan Bagaimana cara menyusun laporan laba rugi?

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas terkait komponen-komponen penting dalam laporan laba rugi BUM Desa. 

Secara sederhana, laporan laba rugi BUM Desa terdiri dari dua komponen utama, diantaranya yaitu :

1.Pendapatan

Pendapatan didefinisikan sebagai arus kas masuk yang diperoleh dari kegiatan usaha yang dijalankan.

Dalam BUM Desa, pemasukan dari kegiatan usaha dapat dibedakan menjadi pendapatan dan penjualan.

Penjualan mengacu pada pemasukan yang diperoleh dari kegiatan usaha jual beli. Sedangkan, untuk pendapatan mengacu pada pemasukan yang diperoleh dapat berasal dari usaha jasa, industry, dan lain-lain.

2.Biaya-Biaya

Biaya secara sederhana didefinisikan sebagai arus kas keluar yang digunakan untuk mendukung perolehan pendapatan dari usaha yang dijalankan.

Biaya dibedakan menjadi biaya usaha dan biaya di luar usaha.

Biaya usaha mengacu pada pengeluaran yang berkaitan langsung dengan usaha untuk memperoleh pendapatan.

Baca Juga: Perubahan Pengertian BUM Desa dari UU Desa ke UU Cipta Kerja

Contohnya yaitu biaya gaji/upah tenaga kerja, biaya listrik, biaya transportasi, dan lain-lain.

Sedangkan, untuk biaya di luar usaha mengacu pada pengeluaran yang tidak berkaitan secara langsung dengan perolehan pendapatan. Contoh biaya di luar usaha yaitu biaya administrasi bank.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *