Desa Paya Produksi Pakan Ternak dari Pohon Sagu

Desa Paya, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan, adalah desa yang memiliki sumber daya alam melimpah terutama pohon sagu, dalam bahasa lokal sagu disebut paya, karena itu desa ini memiliki nama Desa Paya, yang berarti melimpahnya pohon sagu di daerah tersebut.

Keberadaan sumber daya alam yaitu melimpahnya pohon sagu, selama ini hanya dimanfaatkan dalam bentuk bahan baku; diparut, dijemur dan kemudian dijual ke pasar. Hal ini, menjadikan harga dari olahan Paya tidak memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Maka, banyak warga desa yang akhirnya tidak mau lagi memanfaatkan pohon paya.

Selain melimpah pohon paya, di Desa Paya masyarakat juga memiliki keahlian sebagai peternak unggas. Warga Desa Paya memang terkenal sebagai peternak dan pemasok unggas di daerah Kalimantan Selatan, salah satu unggah andalan Desa Paya adalah bebek.

Sebagai peternak unggas, masalah yang dihadapi warga adalah mengenai pakan ternak. Selama ini pakan ternak di dapatkan dari olahan pabrik, yang mana harga pakan ternak cukup tinggi. Ketersediaan pakan ternak yang minim, dan harga yang tinggi tidak jarang menjadikan warga sebagai peternak merugi.

Hal ini kemudian yang menjadikan pemerintah Desa Paya, berupaya untuk memberikan solusi jangka panjang. Solusi bagi peternak dan solusi bagi desa. mengingat Desa Paya adalah desa yang memiliki sumber daya pohon paya, maka Pemerintah Desa melakukan inovasi pembuatan pakan ternak dari pohon paya.

Akhirnya, setelah melakukan berbagai percobaan dan penelitian. Desa Paya merintis produk pakan ternak berbahan baku pohon paya (sagu), dengan merek “Payaku”, hal ini sebagai langkah nyata menyelesaikan persoalan pohon paya dan peternak bebek sekaligus.

Pohon paya yang selama ini tidak memiliki ilai ekonomi tinggi, dengan keberadaan produk pakan ternak payaku akhirnya dapat memiliki harga ekonomi yang lebih baik, kemudian dari sisi peternak yang sebelumnya kesulitan harga pakan ternak dan tidak memiliki alternatif pakan ternak akhirnya, memiliki pakan ternak yang terjangkau secara harga yaitu pakan ternak Payaku.

Dari hal ini, kita belajar bahwa kemampuan Pemerintah Desa Paya melihat persoalan dari sumber daya yang dimiliki dan memberikan inovasi yang mampu menyelesaikan persoalan, adalah salah satu kewajiban pemerintah desa. mengapa demikian? Karena, dengan adanya inovasi dari persoalan masyarakat; akan menciptakan keberlangsungan ekonomi di tengah masyarakat.

Sehingga, kita harus lebih giat untuk melihat kembali persoalan yang dihadapi di desa kita, kemudian mencoba mencari jalan keluar dengan menciptakan produk yang dapat memberi manfaat jangka panjang bagi warga desa. semoga bermanfaat, salam. [ Aryanto Bumdes.ID ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *