Desa Wae Rebo Destinasi Wisata Yang Memesona

Saat ini, destinasi wisata semakin bertambah dan berkembang. Jika sebelumnya destinasi wisata didominasi oleh wisata umum di perkotaan dengan wisata hiburan dan wisata alam. Saat ini, destinasi wisata lebih beragam lagi, misalnya destinasi wisata di desa-desa dengan keunikan dan adat budaya desa yang menjadi daya tarik.

Wisatawan, tidak lagi sekedar butuh hiburan dalam berwisata, namun lebih dari itu. Mereka membutuhkan pengalaman baru, membutuhkan suasana baru, membutuhkan sesuatu yang tidak pernah mereka rasakan selama ini. Hal ini, menjadi peluang tersendiri bagi pelaku usaha wisata untuk memberikan kebutuhan wisatawan yang kian beragam tersebut.

Misalnya ketertarikan wisatawan terhadap desa adat, adalah satu hal yang menjawab pertanyaan akan kebutuhan wisatawan saat ini, mereka membutuhkan tidak sekedar hiburan namun petualangan dan pengalaman dalam hidup.

Desa Wae Rebo sebagai contoh, menjadi destinasi wisata bagi wisatawan yang ingin merasakan tinggal di desa tradisional, ingin merasakan pengalaman menjadi komunitas masyarakat adat di desa. Berwisata di Desa Wae Rebo yang terletak di pegunungan, dengan beragam adat istiadat dan kearifan lokal masyarakat, akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan seumur hidup.

Desa Wae Rebo terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Tepatnya berada pada ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut. Di Desa ini hanya terdapat 7 rumah utama yang di sebut Mbaru Niang. Nah, hal tersebut menjadi fakta menarik, dan keunikan desa ini. Apa saja fakta unik dari Desa Wae Rebo, berikut yang perlu Anda ketahui sebelum berkunjung ke Destinasi Desa Wisata ini;

1. Desa Wae Rebo Merupakan Salah Satu Desa Tertinggi di Indonesia.

Letak Desa Wae Rebo yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, menjadikan desa ini masuk dalam daftar desa tertinggi di Indonesia. Letaknya yang berada di pegunungan dan di antara jajaran perbukitan menjadikan suhu udara di desa ini begitu dingin sepanjang hari.

Suhu udara yang dingin akan meningkat lebih dingin di malam hari. Karenanya bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Desa Wae Rebo dan bertujuan menginap harus membawa pakaian tebal dan selimut.

Letaknya yang tinggi ini, akan memanjakan mata wisatawan dengan pemandangan di sekeliling yang begitu menakjubkan. Ketika pagi hari tiba, pemandangan indah dari desa yang berselimut kabut  akan perlahan membuka menuju siang. Sungguh indah.

2. Jalan menuju Desa Wae Rebo adalah jalur pendakian

Letak Desa Wae Rebo yang berada di ketinggian, menjadikan wisatawan yang akan berkunjung harus melakukan persiapan matang sebelum memutuskan mengunjungi Desa Wae Rebo. Persiapan ini adalah persiapan fisik dan peralatan, misalnya sepatu khusus mendaki, juga obat-obatan.

Bagi Anda, yang telah terbiasa mendaki gunung, tentu menuju Desa Wae Rebo tidak akan kesulitan karena Anda telah terbiasa menelusuri jalur pendakian. Maka bagi Anda yang belum terbiasa, harus melatih fisik terlebih dahulu. Tapi tenang saja, akan ada pemandu yang siap menemani selama perjalanan, dan pada akhirnya, suasana dan pemandangan Desa Wae Rebo yang memesona akan Anda dapatkan.

3. Rumah Adat Mbaru Niang.

Desa Wae Rebo memiliki rumah adat yang berjumlah 7, dan hanya boleh ada 7. Rumah adat ini bernama Mbaru Niang. Bentuk dari rumah adat ini seperti kerucut, di mana setiap rumah adat akan memiliki lima lantai. Karena bentuknya yang luas, maka satu rumah adat ini dapat menampung beberapa kepala keluarga.

Nah, kabar baiknya bagi wisatawan yang akan menginap dapat menginap di salah satu rumah adat Mbaru Niang ini. Tentu saja, rumah adat untuk wisatawan ini sudah dipersiapkan, dan memiliki fasilitas yang memadai.

4. Listrik Desa Wae Rebo di Jadwal

Pasokan listrik di Desa Wae Rebo tidak menyala setiap hari, ada jadwal khusus untuk desa mendapatkan pasokan listrik. Maka bagi Anda wisatawan yang akan membawa peralatan elektronik, sebaiknya mengisi penuh dan menyiapkan Power bank agar tidak kehabisan baterai.

5. Tidak ada mini market dan atm.

Sebagaimana desa tradisional, dan letaknya yang jauh dari kota, di Desa Wae Rebo Anda tidak akan menjumpai keberadaan mini market dan atm. Maka sebaiknya, Anda mempersiapkan bekal, dan menyiapkan uang tunai yang cukup.

6. Hari Spesial Desa Wae Rebo

Desa Wae Rebo memiliki hari spesial, pada hari tersebut akan ada upacara atau perayaan sebagai wujud rasa syukur atas panen dan kemakmuran yang diberikan kepada desa dan warga desa. Pada hari raya Desa Wae Rebo ini, penduduk akan memakai pakaian adat lengkap dengan aksesoris.

Bagi wisatawan yang ingin menjadi bagian dalam upacara hari raya ini, sebaiknya datang pada bulan November, karena hari raya Desa Wae Rebo diselenggarakan pada bulan tersebut.

Nah, demikian fakta menarik dari Desa Wae Rebo, bagaimana apakah Anda akan mengunjungi destinasi wisata yang satu ini? Semoga bermanfaat dan salam. [ Aryanto / Bumdes.id ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *