Inovasi Warga; menciptakan alat membersihkan air sumur otomatis

Kemampuan melihat persoalan sekitar dan mencari celah serta cara untuk mengatasi persoalan tersebut adalah hal yang wajib dimiliki bagi pengurus desa dan masyarakat desa setempat. Kemampuan menyelesaikan masalah ini salah satunya adalah masalah lingkungan, seperti yang dilakukan oleh seorang Kader Kesehatan Lingkungan di Desa Tritih Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Kader Kesehatan Lingkungan itu bernama Bangun. Dia mengamati kondisi air sumur yang berada di lingkungan desa, dalam amatannya Bangun menemukan satu kesimpulan bahwa kondisi air sumur yang digunakan warga kurang bersih bahkan bisa dikatakan kualitas airnya buruk.

Temuan Kader Kesehatan Lingkungan atas kualitas air yang buruk ini, benar adanya jika kita melihat langsung keberadaan sumur. Menurut Bangun, jarak sumur dekat sekali dengan pembuangan kotoran manusia, limbah sabun, dan lain sebagainya. Hal ini yang menjadikan air sumur mudah tercemar.

Berangkat dari kegelisahan kualitas air, Bangun mencoba menciptakan Inovasi dengan membuat Clorin Difuser. Clorin Difuser merupakan produk yang mampu membersihkan dan membunuh bakteri di sumur. Sehingga, dengan keberadaan Clorin Difuser, kualitas air sumur dapat lebih baik.

Cara membuat Clorin Difuser sebenarnya sangat sederhana, yakni dengan cara menyiapkan dua pipa dengan ukuran 2 inci dan 1/2 inci masing-masing dengan panjang sekitar 20 cm. Kemudian kedua pipa tersebut diberi beberapa lubang kecil untuk pori-pori.

Setelah kedua pipa siap, untuk pipa kecil diisi kaporit hingga penuh dan dimasukkan ke dalam pipa besar. Selanjutnya rongga yang masih kosong di pipa besar diisi dengan pasir yang sudah dibersihkan. Kemudian ditutup rapat dan diberi tali. Setelah itu alat dimasukkan ke dalam sumur atau tempat penampungan air.

Setelah Clorin Difuser dimasukkan ke dalam sumur, maka secara otomatis  akan mulai membunuh bakteri secara bertahap. Pengguna juga harus rajin melakukan pengecekan kaporit, jika kaporit habis maka dilakukan isi ulang, dan alat dipasang kembali.

Metode membersihkan air sumur dengan Clorin Difuser hasil Inovasi Bangun ini, berhasil menjadi solusi permasalahan air warga sekitar. Saat ini, alat ini telah banyak digunakan oleh warga di Desa Tritih Wetan. Keberadaan alat ini juga telah dilakukan pengujian oleh UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap.

UPTD  Kabupaten Cilacap, melakukan penelitian dari beberapa sampel sumur di Desa Tritih Wetan, sebelum menggunakan alat tersebut terdapat lebih dari 2400 bakteri Coliform per 100 mili liter sampel air sumur. Namun setelah menggunakan alat selama sekitar 10 hari jumlah bakteri menjadi kurang dari 2 Coliform per 100 mili liter sampel.

Keberhasilan Bangun, dalam berinovasi dan menciptakan alat yang dapat dipergunakan untuk membersihkan sumur, sehingga kualitas air dapat meningkat adalah satu contoh yang patut kita tiru, bahwa kemampuan dan kemauan menyelesaikan persoalan dilingkungan, akan sangat mungkin, dan dapat memberikan manfaat bagi orang banyak. Semoga kita dapat berinovasi, dan mengembangkan daerah kita lebih baik lagi. Semoga bermanfaat, salam. [ Aryanto Bumdes.ID ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *