Mendoan Rasa Stroberi Kuliner Primadona Desa Wisata Serang

Apakah Anda suka mencoba berbagai kuliner nusantara? Pasti pernah dengar atau pernah mencicipi, atau bahkan membuat olahan pangan bernama Mendoan? Ya, Mendoan olahan pangan dari tempe dan tepung yang dimasak atau digoreng setengah matang.

Kata Mendoan sendiri berasal dari Bahasa Banyumasan yaitu mendo yang berarti setengah matang atau lembek. Mendoan berarti memasak dengan minyak panas yang banyak dengan cepat sehingga masakan tidak matang benar.

Nah, apa yang ada di benak Anda ketika Mendoan yang selama ini adalah dari tempe, kemudian ada mendoan dengan rasa stroberi? Pasti terdengar aneh, dan unik. Inilah yang menjadi salah inovasi warga di Desa Wisata Serang. Desa Serang terletak di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Warga Desa melakukan Inovasi dan kreativitas terhadap olahan kuliner yang sudah memiliki penggemar ini, inovasi dari segi bentuk, dan rasa. Yaitu Mendoan Stroberi. Yang kemudian menghantarkan, Desa Wisata Serang menjadi perbincangan di Jagad maya dan pengunjung.

Secara bentuk, mendoan stroberi terlihat sama dengan mendoan pada umumnya. Yang menonjol dan terlihat berbeda dan unik adalah ada taburan dari irisan buah stroberi. Mendoan Stroberi ini, berhasil memikat pengunjung dan penikmat mendoan, keberadaannya pun menjadikan mendoan tidak monoton hanya mendoan tempe.

Awal mula, ide membuat mendoan stroberi adalah, kejelian warga melihat keberadaan buah stroberi yang melimpah di desa mereka. Keberadaan petani stroberi, yang kemudian muncul inovasi membuat buat stroberi bisa menjadi kuliner khas, dengan menggabungkan kuliner mendoan yang selama ini sudah ada di masyarakat. Maka, kelahiran mendoan stroberi adalah berkat dari kemampuan melihat potensi yang dimiliki desa.

Mendoan stroberi, kini telah memikat banyak lidah pengunjung. Misalnya di Rest Area serang, pengunjung ramai membeli mendoan stroberi yang unik dan enak ini. Pembeli tidak hanya warga daerah sekitar, tapi berbagai pengunjung dari luar kota seperti Bandung, Jakarta dan daerah lain. Keberhasilan dalam inovasi produk kuliner, selain menjadi nilai tambah secara ekonomi, juga menjadikan Desa Wisata Serang dikenal sebagai desa wisata mendoan stroberi.

Melihat keberhasilan ini, apakah Anda tertarik untuk mengulik dan menggali potensi kuliner di desa Anda? Ya. Anda perlu mencobanya. Semoga, inovasi kuliner di desa terus bermunculan, dan dapat menjadi dan memberi manfaat bagi ekonomi warga desa. Salam Inovasi Desa. [ Aryanto Bumdes.ID ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *