Bagaimana Mengubah Tumpukan Sampah menjadi Tumpukan Rupiah

BUMDES.ID – Dalam sebuah diskusi di forum grub facebook dari BUMDES.ID ada sebuah diskusi yang cukup menarik. Diskusi menarik ini diawali dengan sebuah tulisan tentang BUMDES Pengelolaan Sampah.

Meskipun Sampah menurut kebanyak orang adalah sesuatu yang bau dan tidak sedap dimata. Namun nyatanya sudah banyak kisah sukses Bagaimana Mengubah Tumpukan Sampah menjadi Tumpukan Rupiah ini. Seperti halnya tentang diskusi ini.

Namun sebelumnya harus ada yang dirubah tentang bagaimana sampah ini seharusnya. Sampah adalah kondisi material yang dalam kondisi tercampur akan menghasilkan bau yang tak sedap dan tak enak dipandang mata. Namun dari kondisi yang seperti ini saja masih bisa menghasilkan rupiah, bagaimana dengan sampah yang sudah terpilah?

Sampah jika dalam kondisi sudah terpilah ini adalah bahan baku industri daur ulang dan sudah memiliki nilai rupiah yang lumayan dari hanya sekedar sampah. Banyak sampah organik yang sudah terpilah ini bisa dimanfaatkan untuk bahan baku pupuk organik atau bahkan makanan untuk ternak / ikan.

Sebuah gerakan yang bisa kita lakukan dari keluarga sendiri dan lingkungan masyarakat sekitar kita adalah mengganti Slogan ” membuang sampah pada tempatnya ” yang cuman sekedar memindahkan sampah ke Tempat Sampah menjadi ” pilah sampah dari sumbernya “.

Hal ini sebenarnya sudah dilakukan oleh sekolah-sekolah dan tempat umum yang menyediakan minimal tiga tempat pembuangan Sampah. Tujuannya hanya satu yaitu agar sampah bisa bernilai ekonomi dan berdaya guna.

Seperti yang dicontohkan dalah grub diskusi facebook ini dari sampah organik ini misalnya, dengan keadaan yang sudah terpisah dari yang lainnya ini bisa dijadikan sebagai pakan Maggot bsf. Sedangkan nilai jual dari Maggot ini cukup tinggi karena sering digunakan untuk pakan semua jenis itik, ayam, dan ikan.

Namun untuk sampah organik yang akan kita jadikan pakan maggot ini harus memiliki kategori yang masih bagus. Seperti diibaratkan Kualitas maggot ini sangat tergantung pada kualitas makanannya, seperti memelihara lebah yang berbanding lurus dengan kualitas madunya, atau makanan sapi dengan kualitas susunya.

Jika magot diberi makanan yg berkualitas, hasilnya juga bagus dan harganya mahal. Tapi kalau sekedar untuk mengatasi sampah organik yang tercampur, kualitasnya juga biasa saja. Sahut Pak Agus Subagya dalam Forum Diskusi.

Namun disisi lain dengan sampah yang sudah terpilah dari awal ini tetap mendapatkan nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan dengan tumpukan sampah saja. Sayuran basi atau buah2an yang basi tadi masih bisa di olah lagi menjadi pupuk organik cair.

Jadi sampah organik yang sudah dipilah tidak ada yang sia-sia. Sehingga ini bisa membuat petani/masyarakat yang ada di desa bisa sedikit sejahtera dengan adanya pupuk organik cair dari sampah organik ini.

Masyarakat menjadi tidak bergantung lagi dengan pupuk bersubsidi dari pemerintah atau membeli pupuk kimia. Penyuluhan tentang pembuatan pupuk organik cair inilah yang seharusnya kita lakukan dan gerakkan bersama dengan pemerintah. Karena kebanyakan masyarakat yang benar-benar tinggal di desa ini memiliki ekonomi yang lemah.

Intinya dalam permasalah mengenai sampah ini serta Bagaimana Mengubah Tumpukan Sampah menjadi Tumpukan Rupiah ini bisa kita lakukan dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat desa.

Untuk memajukan atau meningkatkan penghasilan sebuah desa, SDM nya yang perlu di perkuat terlebih dulu. Kalau SDM Kuat, Maka desa itu akan kuat dengan sendirinya. Maka Sekolah BUMDES sebagai solusinya.

Dengan diperkuat dengan adanya UU Desa tahun 2014, bukan tidak mungkin kebangkitan ekonomi Indonesia dari Desa akan segera terwujud, salah satunya adalah meningkatkan dan menguatkan peran BUMDES ( Badan Usaha Milik Desa ) sebagai ujung tombak peningkatan ekonomi dari Desa. ( Ahmad / Bumdes.ID )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *