BUMDES Pengelolaan Sampah ini Bisa Tingkatkan APBDes

Bumdes.id – Menjadi BUMDES Pengelolaan Sampah bukanlah sesuatu yang kotor dan tidak keren di era sekarang ini. Dengan selalu adanya permasalahan sampah di setiap daerah ini menjadikan Bumdes Pengelolaan Sampah menjadi salah satu daya tarik tersendiri sebagai unit usaha BUMDES.

Selain membuat lingkungan tempat kita tinggal menjadi lebih bersih dan terbebas dari tumpukan barang bekas yang menghasilkan bau tak sedap, nyatanya banyak kisah sukses BUMDES Pengelolaan sampah yang bisa kita jadikan contoh.

Memang tidak mudah mengelola sampah warga desa dan tak mungkin juga dilakukan sendirian tanpa adanya partisipasi warga. Parahnya lagi bagi sebagian orang sampah tidak memiliki sisi positif sedikitpun. Sampah sudah melekat dipikiran warga masyarakat tentang bau tak sedap serta berbagai macam penyakit bisa timbul akibat sampah.

Namun tahukah kamu dibalik stikma negatif tentang sampah ini sesungguhnya tumpukan sampah adalah tumpukan rupiah. Ini Bukti nyata kisah beberapa BUMDES Pengelolaan Sampah.

Salah satu Badan Usaha Milik Desa yang telah sukses mengelola sampah dan bisa meningkatan Pendapatan Desa adalah BUMDES Amarta yang berada di Pandowoharjo Kabupaten Sleman. Menurut Direktur BUMDES Amarta Agus Setyanta ada beberapa alasan mengapa memilih pengelolaan sampah sebagai unit usahanya.

Pertama, karena perkara sampah ini tak ada yang menangani padahal pemerintah desa harus mampu menciptakan lingkungan yang sehat bagi warga. Kedua, karena ada rejeki yang bisa digali untuk warga desa yang butuh pekerjaan. “ Mengelola sampah juga membuktikan bahwa desa ada untuk warganya,” sahut pak Agus

Di Awal berjalannya BUMDES ini bahkan sudah bisa membayar karyawannya dengan Gaji UMR Sleman. Awalnya BUMDES Amarta ini merekrut tiga orang pekerja, mereka bertugas keliling desa mengumpulkan sampah dengan kendaraan khusus. Mereka lalu memilah sampah-sampah itu menjadi beberapa jenis.

Sampah plastik dikumpulkan, dicuci lalu dijual. Lalu jenis sampah organik diolah menjadi kompos / pupuk organik. Bahkan Direktur Bumdes ini juga mengatakan “ Kami bahkan telah membuat pupuk cair dari sampah organik dan siap dipasarkan ”. Hebat kan !

Jerih payah pengurus dan pegawai Bumdes di masa-masa pendirian Bumdes pun mulai terbayar. Kini pegawai Bumdes Amarta dapat merasakan peningkatan kesejahteraan hidup melalui gaji yang mereka terima beserta fasilitas penunjang lainnya.

Bumdes Amarta mampu membayar gaji pegawai di atas Upah Minimum Kabupaten, yang terdiri dari gaji pokok serta tunjangan makan dan hadir, selain itu ada pula bonus produksi, seragam, dan THR.

Bumdes yang baru berdiri pada Juni 2016 ini sudah mencapai omset Rp 200 juta di tahun 2017 dengan keuntungan sebesar Rp 37 juta. Dari hasil usaha ini Bumdes Amarta mampu menyumbangkan PADes sebesar Rp 15 juta.

BUMDES Pengelolaan Sampah yang kedua adalah BUMDes Berkah Mulia Desa Rancawuluh, Kecamatan Bulakamba. Awal mula pemilihan usaha ini untuk BUMDES juga diawali dari banyaknya tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal di desa yang mengakibatkan lingkungan terlihat kotor.

Ketua BUMDes Berkah Mulia, Sarudin, mengatakan unit pengelolaan sampah itu  memiliki fungsi, mulai dari memungut sampah hingga mengolahnya menjadi pupuk organik.  Prinsipnya yakni Reuse, Reduce, Recycling (3R).

Langkah awal yang dilakukan adalah memungut sampah ke rumah-rumah. Untuk memungut sampah ini, unit pengelolaan sampah dilengkapi dengan 2 motor roda tiga dan tujuh gerobak pengangkut sampah, serta tujuh petugas pengambil ataupun pengumpul sampah.

“Saat ini, unit pengelolaan sampah sudah melayani 1.000 KK di Desa Rancawuluh.” Sahut Sarudin.

Setiap bulan, untuk langganan pengangkutan sampah ini, warga dikenakan biaya Rp 10 ribu. Namun, warga tak harus membayarkan dengan uang jika mengumpulkan sampah ke bank sampah.

Namun warga juga bisa mendapatkannya secara gratis dengan cara mengumpulkan sampah organik dan anorganik sebagai pengganti biaya. Karena sampah yang dikumpulkan akan dipilah, untuk sampah plastik nantinya bisa dijual per kilogram. Sedangkan sampah produksi bekas pertanian nanti kita kelola menjadi pupuk organik.

Dengan adanya BUMDes Berkah Mulia, permasalahan sampah yang selama ini ada di desa bisa teratasi dengan dukungan penuh masyarakat dan peraturan desa terkait sampah ini sudah ditetapkan.

Untuk belajar lebih dekat dan melakukan study banding mengenai pembelajaran BUMDES kamu bisa melakukannya di Sekolah BUMDES. Belajar BUMDES ya di Sekolah BUMDES. ( Ahmad / BUMDES.ID )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *