Pentingnya Belajar Menyusun Anggaran di Sekolah BUMDes

Praktik usaha yang dijalankan BUMDes seringkali tidak melalui tahapan perencanaan yang tepat. Unit usaha acapkali menjalankan peluang yang ada tanoa mempertimbangkan keberlanjutan usahanya di tahun-tahun berikutnya. Selain itu, ketika unit usaha sudah berjalan, BUMDes tidak tahu bagaimana mengukur kesuksesan unit usaha tersebut serta tak memiliki indikator apapun sebagai alat ukurnya. Hal itu disebabkan BUMDes masih awam dengan yang namanya penyusunan anggaran.

Namun, lambat laun tuntutan untuk menyusun anggaran tersebut akhirnya akan dirasakan oleh BUMDes guna mempertanggungjawabkan kegiatan operasional mereka. Perkembangan ini timbul sehubungan dengan adanya pembaharuan hukum di bidang Perseroan Terbatas dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta memperhatikan perkembangan dunia usaha yang semakin dinamis dan kompetitif.

BUMDes pada dasarnya memiliki konsep yang sama dengan BUMN, hanya saja skalanya yang lebih kecil. Alasan utama BUMDes diharuskan menyusun anggaran adalah karena telah diatur dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor KEP 101/MBU/2002 pada pasal 2 bahwa BUMN wajib menyusun RKAP berbasis risiko, dan hal ini bisa berlaku untuk BUMDes. Mengapa demikian? Karena BUMDes ketika menerima penyertaan modal dari desa, maka BUMDes harus mempertanggungjawabkan penyertaan tersebut sesuai dengan standar penyusunan SAP. Dengan BUMDes menerima penyertaan dari desa, maka pihak-pihak yang memeriksa Pemerintah Desa seperti BPK dan KPK berhak untuk mereview dana penyertaan modal tersebut. Maka mau tidak mau BUMDes harus menyusun pertanggungjawaban berupa penyusunan anggaran dan laporan realisasi anggaran.

Menyusun anggaran bukanlah perkara sulit. Belajar untuk mengenal proyeksi anggaran, pagu anggaran, serta realisasi anggaran bisa dipelajari bersama di Sekolah BUMDes SMB. Inti dari penyusunan anggaran adalah bagaimana BUMDes mampu melakukan estimasi perhitungan pendapatan yang diperoleh dalam satu tahun ke depan serta biaya yang dikeluarkan selama satu tahun itu sehingga nantinya akan diketahui kebutuhan pengeluaran apa saja yang akan dilakukan oleh BUMDes. Dengan adanya anggaran maka BUMDes juga dapat mengontrol kinerja kepengurusan BUMDes apakah sesuai dengan yang direncanakan dan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan, dalam artian realisasi yang dilakukan selama tahun berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Oleh karena itu, ayo bergabung dan berkunjung ke Sekolah BUMDes di Meravi.id Yogyakarta dan belajar bersama menyusun sebuah perencanaan yang tepat agar keberlangsungan BUMDes dapat sesuai dengan arah kebijakan yang sudah ditentukan dan tetap berada di jalur yang tepat. Tunggu apalagi! (santyo/bumdes.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *