Tujuh Desa Wisata yang Membuat Ekonomi Warganya Melejit Nan Sejahtera

Mengapa menjadi Desa Wisata begitu diidamkan banyak desa, itu karena menjadi Desa Wisata bisa menciptakan banyak lompatan terutama ekonomi. Menjadi desa yang ramai dikunjungi wisatawan sama saja mendapat rejeki nomplok karena didatangi orang-orang yang sedang bersenang-senang dengan segepok duit dalam genggaman.

Bayangkan, ribuan orang datang ke desamu dengan riang gembira  dan telah menyiapkan uang untuk menyenangkan diri mereka. Anda tinggal menyediakan apa saja yang akan membuat mereka merasa gembira, baik produk maupun jasa.

Berikut ini adalah tujuh desa wisata di Yogyakarta yang berada di pedesaan dan hampir semuanya dikelola oleh BUMDes bersama kelompok masyarakat wisata. Dengan potensi desa yang unik, desa-desa ini mengalami perkembangan ekonomi yang luar biasa sejak desa mereka menjadi tujuan wisata.

1. Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul

Lima tahun lalu, tidak ada orang yang tertarik datang ke tempat ini. Letaknya yang berada di puncak pegunungan dan dikepung hutan pinus membuat Desa ini lebih akrab dengan cerita seram hantu hutan.

Belum lagi tanahnya yang berbukit-bukit sehingga sektor pertanian tidak bisa dijadikan mata pencaharian oleh warganya. Pendeknya, tak ada alasan apapun untuk berkunjung ke sana. Tapi itu dulu, kini semuanya berbeda.

Sekarang ini Desa Muntuk adalah salahsatu desa yang paling banyak dikunjungi wisatawan di kawasan Yogyakarta. Hutan pinus yang bertahun-tahun identik dengan suasana yang seram itu kini malah menjadi magnit wisata luar biasa.

Kini ada lebih dari 10 obyek wisata alam di desa ini dengan kunjungan paling sepi sekitar lima ribu orang sehari. Bayangkan, lima ribu orang sehari, itu hari yang paling sepi. Misalnya saja Hari Senin, hujan deras petir menyambar-nyambar dan anak-anak sekolah sedang ujian.  

Salahsatu obyek wisatanya adalah Puncak Becici, wisata hutan pinus yang beberapa tahun lalu dikunjungi oleh Barack Obama dan keluarganya. Anda pasti tahu Barrack Obama, bukan. Jika orang yang pernah menjadi presiden Amerika saja berkunjung, maka sudah pasti tempat ini memiliki sesuatu yang luar biasa, bukan?

Begitu ramainya desa ini sehingga ratusan anak muda kini tak perlu ke kota mencari kerja, mereka bekerja mengelola obyek wisata mulai dari penjaga parkir, petugas tiket, pemandu wisata hingga menjadi sopir mobil Jeep pengantar wisatawa keliling berbagai obyek wisata.

Belum lagi kelompok ibu-ibu yang dibanjiri pesanan konsumsi rombongan wisata, mengelola warung makan, toko kelontong, warung pulsa, Homestay dan sebagainya. Hanya dalam beberapa tahun saja, Desa Muntuk menjelma menjadi desa nan sejahtera.

2. Desa Mangunan

Berdekatan dengan Desa Muntuk tetapi memiliki sajian wisata yang berbeda. Desa ini secara uni dianugerahi lembah, tebing dan jurang yang dalam sehingga menciptakan pemandangan aduhai yang akan memikat hati semua orang.

Jika Subuh tiba, lautan kabut akan mendekab seluruh permukaan desa ini sehingga membuat Anda seperti berada di atas awan. Inilah desa yang sering dijuluki Yogyakarta Lantai Dua karena ketinggian dan kabutnya yang luar biasa.

Karena keunikan itu yang membuat Mangunan dibanjiri wisatawan pada waktu Subuh dan matahari terbit serta sore hari. Meski siang hari juga tetap ramai seperti obyek lainnya. Hanya dalam beberapa tahun, Mangunan mengalami lompatan ekonomi yang sangat terasa bedanya.

3. Tebing Breksi

Inilah tempat wisata di Yogyakarta yang mencatat jumlah kunjungan sangat fantastis pada 2018 lalu. Tercatat, lebih dari satu juta orang datang ke tempat ini sepanjang tahun. Bayangkan, lebih dari satu juta orang! Jika satu orang membelanjakan Rp. 20 ribu, maka sama saja Rp. 20 miliar datang ke tempat ini dalam setahun.

Uang itu tersebar mulai dari parkir, kuliner hingga pembelian aneka suvenir, berfoto bersama dan sebagainya. Terletak hanya sekitar 7 kilometer sebelah selatan Candi Prambanan yang termashyur itu, kini Breksi dikelola oleh BUMDes Sambirejo, tempat obyek ini berada.

4. Gunung Api Purba, Nglanggeran

Setelah tertidur selama 60 juta tahun, gegunung batu yang bersemayam di desa ini kini menjadi salahsatu obyek wisata yang paling kondang di Yogyakarta.

Tercatat sebanyak 150-an ribu orang datang ke desa ini menikmati beberapa obyek yang dikembangkan Karang Taruna dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di bawah BUMDes Nglanggran seperti air terjun Kedungkandang, Embung Nglanggran, Griya Cokelat dan sebagainya.

Hasilnya, lebih dari 100 anak muda Nglanggran tak perlu lagi mencari kerja ke kota. Mereka aktif mengelola obyek wisata mulai dari pemandu, pengelola transportasi wisata hingga petugas kebersihan gunung.

5. Puri Mataraman

Adalah kebun bunga di Kampung Drono, Tridadi, Sleman. Hamparan tanah desa disulap menjadi kebun bunga aneka warna menyejukkan jiwa. Setiap hari ratusan orang datang membanjiri tempat ini, sekaligus menikmati sajian kuliner iwak kali dan berbagai fasilitas Outbound yang dikembangkan BUMDes Tridadi. Puri Mataraman adalah salahsatu ikon wisata di Sleman kini.

6. Goa Pindul

Adalah sungai bawah tanah yang mengalir memasuki goa alami nan eksotis. Anda bisa menikmati indahnya Stalaktit-Stalakmit dengan mengendarai ban dalam (river tubing) di dalamnya. Keren bukan?

Goa Pindul adalah salahsatu obyek wisata favorit di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta yang  jumlah kunjungannya seringkali membeludak setiap hari libur tiba.

Goa ini sedang dalam proses pengelolaan oleh BUMDes dan kelompok masyarakat pengelolanya.

7. Wisata Malam Hutan Pinus Pengger

Terletak d Desa Terong, Dlingo, hanya beberapa kilometer dari Gunung Api Purba Nglanggran Inilah salahsatu tempat wisata yang memiliki pemandangan luar biasa di malam hari.

Apa pasal, soalnya Anda bisa menyaksikan hamparan lautan lampu Kota Yogyakarta dari tengah hutan pinus di tempat ini. Secara bersamaan, karena letaknya di daerah yang tinggi Anda juga bisa menyaksikan bentangan langit berlautan bintang di atasnya.

Pengger seperti mempertemukan lautan lampu kota Yogyakarta malam hari dengan gemerlap bintang di langit di atasnya.

Pengger adalah kawasan wisata yang sangat ramai jika sore hingga malam hari tiba, menjadi salahsatu tempat wisata favorit di Yogyakarta.

Itulah tujuh tempat wisata yang merubah ekonomi warga desanya menjadi jauh lebih sejahtera di Yogyakarta. Hasilnya, desa-desa yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai Desa Tertinggal, desa miskin hingga desa penghasil TKI, kini menjadi desa yang mampu menyediakan lapangan kerja dalam skala yang besar bagi para penduduknya. Anda bakal sangat ketinggalan jaman jika tidak berkunjung ke tempat-tempat ini.(aryadji/bumdes.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *