Unit Usaha BUMDes harus Inovatif dan solutif

BUMDES.ID – Saat ini tumbuh kembang Badan Usaha Milik Desa berada di masa puncak, warga desa beramai-ramai mendirikan BUMDes,  hal ini ditengarai dengan semakin banyak bermunculan BUMDes di desa-desa. Tentu saja terjadi karena keinginan untuk menyejahterakan masyarakat secara sosial dan ekonomi, seperti yang telah berhasil dilakukan oleh banyak BUMDes, sehingga banyak desa memiliki keinginan yang sama.

Tumbuh kembang dan semangat mendirikan BUMDes di desa-desa adalah kabar baik, dan semoga memberikan semangat dan manfaat kebaikan bagi keberlangsungan sosial-ekonomi di masyarakat. Akan tetapi, kita bersama menyadari dan melihat masih adanya BUMDes yang dalam pendiriannya belum memiliki kematangan perencanaan visi dan tujuan dari unit usaha yang mereka jalankan.

Tidak jarang kita menemukan BUMDes yang hadir hanya sebagai ‘payung’ hukum dari usaha atau kegiatan yang terlebih dahulu ada di masyarakat. Misalnya di sektor Wisata Desa yang unit usaha telah lebih dahulu dijalankan oleh Kelompok Sadar Wisata. Kemudian dijadikan menjadi bagian dari unit usaha BUMDes. Hal ini, tentu saja tidak salah, akan tetapi bisa disebut ‘tidak inovatif’ jika hanya berhenti pada memayungi unit usaha yang sudah ada sebelumnya.

Contoh lain misalnya di beberapa tempat kita bisa melihat Badan Usaha Milik Desa hadir dan menjalankan unit usaha yang merupakan unit usaha yang sudah banyak dikerjakan oleh BUMDes di sekitar mereka atau desa tetangga. Sehingga unit usaha yang dijalankan sama, misal; minimarket, atau toko desa. hal ini pun tidak menjadi masalah, tapi tidak inovatif karena sudah ada toko desa, atau bahkan warga desa juga sudah memiliki toko kelontong.

Unit usaha BUMDes harus inovatif dan solutif, artinya membawa semangat inovasi dan memberikan atau menjawab dari permasalahan yang ada dengan sebuah solusi. Misal jika di desa mengalami krisis air, maka BUMDes menggerakkan unit usaha untuk memenuhi kebutuhan warga atas air, atau jika di desa tersebut kesulitan pengemasan akan produk, maka unit usaha BUMDes adalah jasa pengemasan  produk, dan lain sebagainya.

Dengan membuat inovasi dan solusi, maka BUMDes hadir sebagai bagian dari kebaharuan usaha di desa dan menjawab persoalan masyarakat, bukan malah menjadi pesaing dari usaha yang sudah ada di masyarakat. Kita masih sama mengetahui, bahwa banyak BUMDes yang kemudian membuat unit usaha yang sama dengan unit usaha yang telah berjalan atau dijalankan warga desa melalui kegiatan usaha kecil dan menengah. Hasilnya, BUMDes bukan sebagai solusi tapi pesaing dari usaha yang sudah ada di masyarakat.

Keadaan di mana usaha masyarakat dan BUMDes saling bersaing tidak lain karena dalam pemetaan potensi kurang matang. Pengelola BUMDes melihat bahwa satu-satunya potensi adalah produk yang ada di masyarakat dan akan membuat produk tersebut, padahal kondisi demikian akan menghadirkan saingan dengan unit usaha masyarakat. Maka sebaiknya, penggalian potensi lebih dalam lagi yang sifatnya inovatif dan solutif.

Karena itu, agar tidak terjadi salah memilih unit usaha BUMDes perlu adanya perencanaan yang matang dan melibatkan masyarakat dalam penyusunannya, sehingga unit-unit yang sudah ada dimasyarakat bisa di seleksi dan di dalami sejauh apa perkembangannya, apakah ada persoalan yang dalam hal ini bisa dipecahkan atau dicari solusinya dalam unit usaha yang akan dijalankan oleh BUMDes. Seperti telah di sampaikan di atas sebagai contoh; Dalam satu desa yang memproduksi produk makanan, ternyata unit usaha masyarakat atau UMKM yang ada belum memiliki alat pengemas dan vakum untuk makanan yang sesuai dengan standar BPOM, maka BUMDes bisa menawarkan jasa pengemasan  dan vakum untuk UMKM, atau bisa menjadi mitra dalam pemasaran.

Artinya, unit usaha yang ada dalam BUMDes sebaiknya melihat terlebih dahulu usaha yang telah ada di masyarakat agar tidak menjadi pesaing bagi usaha yang sudah ada. Hal ini, maka lebih banyak BUMDes untuk menggali potensi dan masalah yang ada, serta mengangkat kearifan lokal dengan memperhatikan keadaan sosial masyarakat.

Melihat persoalan yang ada, menjadi penting bagi pengelola BUMDes untuk terus memperbaharui pengetahuan tentang BUMDes, bisa melalui pendidikan dan pelatihan. Atau bisa dengan membaca referensi yang memuat tentang BUMDes seperti salah satunya BUMDes update yang dapat Anda download di: Newletter Bumdes Juni 2019

Terima kasih telah membaca, semoga bermanfaat dalam upaya membangun dan mengembangkan desa. Salam. [ Aryanto Bumdes.ID ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *