Peluang Pengembangan Desa Wisata

Bumdes.id Keberadaan desa wisata adalah untuk memberdayakan masyarakat supaya dapat berperan aktif sebagai pelaku langsung yang menjadi motor penggerak dalam upaya meningkatkan dan mengangkat potensi pariwisata baik itu budaya atau pun bentang alam yang dimiliki oleh desa mereka. Sehingga desa memiliki satu destinasi atau kunjungan dari luar yang mana pada akhirnya kegiatan pariwisata akan mampu meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat.

Dalam proses pengembangan desa wisata di Indonesia, para pegiat atau pelaku desa wisata  memiliki banyak sekali peluang. Dalam kesempatan kali ini, tim bumdes.id telah merangkum hasil temuan dari riset desa wisata mengenai beberapa poin penting yang dapat menjadi peluang bagi pengembangan desa wisata di Indonesia, di antaranya yaitu:

  • Jumlah Penduduk Indonesia

Seperti kita ketahui bersama bahwa jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2019 telah mencapai 267 Juta Jiwa. Dari data tersebut jumlah penduduk pada kelompok umur 15-64 tahun yaitu masuk dalam usia produktif mencapai 183,36 juta jiwa atau sebesar 68,7%. Tentu saja hal ini merupakan peluang besar sebagai pasar yang baik, yaitu potensi pasar atau pengunjung lokal.

Kebutuhan masyarakat akan hiburan dalam hal ini berwisata kian meningkat, hal ini tentu saja dibarengi dengan semakin mudahnya masyarakat bepergian dan semakin banyaknya pilihan destinasi wisata, belum lagi kita dapat melihat perkembangan dari pekerjaan yang berhubungan dengan perjalanan atau wisata yang saat ini digandrungi oleh banyak anak muda yaitu menjadi video blogger atau istilah kerennya ngevlog dengan tema wisata.

  • Keunikan Citra Tradisional Desa Wisata

Desa Wisata menjadi menarik pengunjung karena memiliki keunikan atau citra tradisional, hal ini menjadikan tidak hanya pengunjung lokal saja yang tertarik namun jauh lebih banyak pengunjung mancanegara yang memiliki rasa penasaran dan keingintahuan atas adat istiadat, budaya serta tradisi masyarakat desa yang bernuansa tradisional.

Kecenderungan wisatawan baik lokal atau mancanegara untuk berwisata dalam dimensi tradisional, yaitu dengan mengunjungi desa-desa yang memiliki keunikan  yang tidak pernah mereka temui sebelumnya, baik untuk sekedar mengunjungi atau kemudian untuk wisata ilmiah dalam sebuah riset atau penelitian.

Adanya kecenderungan tersebut dapat kita manfaatkan sebagai peluang bagi penggerak desa wisata. Sehingga peluang ini harus dikelola dengan baik, karena di Indonesia masih memiliki banyak desa tradisional yang juga dapat menjadi obyek penelitian. Khusus pada wisata ilmiah akan memberikan kontribusi ilmiah bagi Indonesia dalam ranah keilmuan.

Selain itu, kita dapat melihat perkembangan data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bahwa terjadi kecenderungan peningkatan kunjungan wisma ke Indonesia. Dalam data tersebut Tahun 2009 hanya sejumlah 6.323.7030 orang, tahun 2010 sebanyak 7.002.944 orang, tahun 2011 sebanyak 7.649.731 orang, tahun 2012 sebanyak 8.044.462 dan tahun 2013 meningkat menjadi 8.802.129 orang. Data ini terus meningkat, sehingga dapat disimpulkan bahwa kecenderungan penduduk dunia untuk berwisata ke Indonesia semakin meningkat tiap tahunnya.

  • Jumlah Angkatan Kerja Indonesia

Menurut data dari Badan Pusat Statistik jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2019 sebanyak 136,18 juta orang, naik 2,24 juta orang dibanding Februari 2018. Sejalan dengan naiknya jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat sebesar 0,12 persen poin.

Kemudian berdasarkan data yang sama masih terdapat 6,82 juta angkatan kerja yang belum memiliki pekerjaan. Angkatan kerja yang belum bekerja ini  diharapkan dapat terserap di sektor pariwisata, terutama angkatan kerja yang berada di desa. Sehingga tidak terjadi urbanisasi, dan para pemuda atau angkatan kerja memiliki wadah untuk mengelola daerahnya sekaligus mendapatkan penghasilan atau manfaat ekonomi.

  • Naik dan Turunnya Nilai Mata Uang.

Di era globalisasi seperti saat ini, naik dan turunnya nilai mata uang menjadi menarik, pada satu sisi akan melemahkan pada sisi yang lain akan menguatkan atau memberikan peluang. Sebagai contoh ketika nilai rupiah turun terhadap dolar, maka akan ada lonjakan kunjungan mancanegara, sebaliknya ketika rupiah menguat akan meningkatkan daya kunjungan domestik.

Karenanya naik turunnya nilai mata uang tidak semata hanya akan mendatangkan kunjungan wisatawan mancanegara semata, namun juga menjadikan potensi kunjungan yang luar biasa dari pengunjung lokal kita.

  • Geliat pembangunan di berbagai sektor

Seperti kita dapat saksikan bersama bahwa dalam lima tahun terakhir program pemerintah dalam hal pembangunan baik pembangunan fisik infrastruktur dan sumber daya manusia terus digencarkan. Pembangunan infrastruktur; transportasi, komunikasi dan informasi,  tentu dapat membuka peluang bagi pengembangan pariwisata umumnya dan desa wisata khususnya.

Kita dapat melihat di berbagai daerah telah dan sedang dibangun jalan tol, dibangun pelabuhan, dibangun bandara, hal ini tentu perlu kita tangkap sebagai peluang yaitu peluang adanya atau datangnya kunjungan, sehingga perlu adanya menyiapkan desa wisata kita yang layak untuk dikunjungi.

Selain itu tentu kita juga mengetahui bahwa pemerintah gencar melakukan pembangunan sumber daya manusia agar mampu berdaya saing di era global. Salah satunya adalah dengan terus memberikan dana yang diprioritaskan untuk pendidikan dan pelatihan, dalam hal ini misalnya melalui dana desa yang dapat digunakan untuk melakukan pendidikan dan pelatihan bagi warga desa sehingga mampu mengelola desa wisata dengan baik dan benar.

Demikian pembahasan mengenai peluang dari desa wisata di Indonesia. Peluang yang ada ini tentu perlu kita sikapi dengan semangat dan optimisme dalam menggarap desa wisata kita, bahwa setiap desa memiliki ciri atas budaya dan tradisi serta bentang alamnya, hal ini tentu menjadi potensi yang sangat besar selama mampu mengelolanya.

Sebagai informasi di Sekolah Bumdess yang menjadi pusat pendidikan dan pelatihan dan menjadi bagian dari destinasi kunjungan pengelola BUMDes dan akademisi ketika ke Jogja, memberikan pelayanan pendidikan dan pelatihan bagi para pengelola BUMDes dan pegiat pembangunan desa mengenai pengelolaan desa wisata.

Ketika Anda memerlukan bimtek, pendidikan dan pelatihan, Anda dapat menghubungi kami, tentu materi disesuai dengan kebutuhan dari BUMDes Anda, dan tidak hanya sekedar materi seputar BUMDes dan desa wisata, Anda akan mendapatkan paket studi banding dan studi tiru, serta konsultasi BUMDes, selain itu Anda juga dapat melakukan Cek Kesehatan BUMDes untuk mengetahui BUMDes Anda sedang dalam tahapan apa, dan untuk mengetahui persoalan atau hambatan yang dialami BUMDes Anda, sehingga tidak hanya mendapat pengalaman pendidikan dan pelatihan serta studi banding, namun mendapat pengalaman serta cara untuk mengembangkan BUMDes Anda.

Sekolah Bumdes menerima kunjungan setiap hari kerja, untuk memberikan layanan seputar update informasi BUMDes, jika Anda sedang berada di Yogyakarta maka tidak salah jika Anda menyempatkan waktu luang Anda untuk berkunjung  ke Sekolah Bumdes sebagai pusat pendidikan dan pelatihan BUMDes di Indonesia.

Sekolah Bumdes beralamat diĀ  Jalan Nogotirto No 15 B Gamping Sleman, Area Sawah, Banyuraden, DIY, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Informasi lebih lanjut perihal jadwal pendidikan dan pelatihan serta jadwal kunjungan dapat menghubungi Telepon: 0857-7290-0800. [ Aryanto Bumdes.ID ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *