Peranan Penting BUMDes dalam Keberlangsungan Usaha Desa

Bumdes.id Badan Usaha Milik Desa memiliki peranan yang sangat penting dalam usaha mengembangkan perekonomian desa, salah satu peran yang diemban oleh BUMDes dan harus disadari serta dijalankan adalah, bagaimana BUMDes menjalankan peran sebagai Agregator.

Peran BUMDes sebagai Agregator akan membantu persoalan mendasar yang dihadapi pengelola atau pelaku Badan Usaha Milik Bumdes yang masih umum ditemui sampai saat ini,  yang dapat dimaknai sebagai tantangan pengembangan BUMDes, yaitu sebagai berikut:

1. Keterbatasan akses permodalan dan investor karena kelembagaan BUMDes yang belum berbadan hukum
2. Rendahnya kapasitas produksi/skala ekonomi bisnis BUMDes
3. Akses terhadap pasar yang masih rendah
4.Keterbatasan pengetahuan mengenai manajemen operasional bisnis/corporate managemen
5. Kurangnya kompetensi SDM dan infrastruktur teknologi
6. Potensi “moral hazard” dari kepala desa/penguasa wilayah

BUMDes sebagai Argregator, yaitu meliputi peran dalam hal-hal berikut: Memperbesar skala ekonomi BUMDes, Efisiensi dalam pemasaran, produksi, dan operasional, Pendanaan yang lebih mudah, Memperluas jaringan untuk investasi dan mengembangkan skala bisnis BUMDes. Mari kita peranan yang diambil BUMDes sebagai Agregator.

1. Memperbesar skala ekonomi BUMDes

Desa di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar baik dari sektor pertanian, perikanan, hingga jasa. Potensi-potensi tersebut saat ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan, mengingat adanya sokongan pemerintah melalui dana desa yang dialokasikan dari APBN.

Upaya pemerintah desa, dalam hal ini melalui keberadaan Badan Usaha Milik Desa untuk meningkatkan efektivitas dari unit usaha yang dijalankan oleh BUMDes. Karenanya, pengelola Bumdes harus mampu bersaing dalam meningkatkan kualitas produk dan jasa layanan. Perkembangan BUMDes sekarang ini harus mengubah pola pikir dari supply side minded menjadi demand side minded sehingga mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam mengelola Bumdes di wilayah masing-masing.

Sehingga, keberadaan BUMDes tidak terpaku pada satu wilayah atau terbatas wilayah, BUMDes harus mampu memperbesar skala ekonomi dari unit usaha yang mereka jalankan. Di sini, peranan BUMDes sebagai Agregator diperlukan.

Bagaimana cara untuk memperbesar skala ekonomi BUMDes. Salah satu cara mempercepat skala usaha Bumdes adalah dengan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, bisa melalui antar BUMDes yaitu membentuk BUMDes Bersama, bisa bekerja sama dengan pemerintah, pihak swasta, dan pelaku usaha lainnya.

Kolaborasi yang dapat dilakukan misalnya dengan memilih satu jenis usaha bersama antara Bumdes di satu wilayah kecamatan. Jika antara satu Bumdes dan Bumdes sepakat bekerja sama mengembangkan satu jenis usaha, maka otomatis akan memperbesar skala ekonomi sehingga bisa menarik investor.

2. Efisiensi dalam pemasaran

Pemasaran menjadi hal penting dalam menjalankan unit usaha BUMDes. Daya tawar dalam memasarkan produk biasayanya akan dilihat dari kualitas dan kuantitas. Maka, ini yang perlu diambil alih perannya oleh BUMDes.

Jika di desa sudah berkembang produk lokal  desa yang dijalankan oleh masyarakat, maka BUMDes bisa menjadi angen pemasar dari produk tersebut, bagaimana sistem pemasaran bisa dipadupadankan, produk-produk yag di produksi secara sendiri-sendiri atau terpisah di tiap tiap kelompok atau rumah produksi milik masyarakat dapat diambil menjadi satu dan dipasarkan oleh BUMDes.

Maka, BUMDes harus memiliki jaringan pasar yang luas dan kuat. Misalnya langsung melakukan penawaran kepada pabrikan, atau pasar yang lebih besar, jika jumlah dan kualitas memenuhi, akan tercipta permintaan dan penawaran antara produksen dan konsumen atau pasar.

Atau, bisa juga BUMDes menginisiasi pemasaran ke luar negeri, dengan mengadakan ekport. Pada dasarnya, BUMDes harus hadir dan memberikan efisiensi dalam pemasaran produk yang ada, baik itu produk milik unit usaha BUMDes, atau mitra usaha BUMDes.

3. Produksi, dan operasional

Dalam proses produksi dan operasional, BUMDes perlu menciptakan satu sistem yang dapat menjadi standar produksi dan pedoman operasional. Ketika BUMDes memiliki mitra, maka mitra yang ada perlu didorong untuk melakukan proses produksi yang lebih baik yang sesuai standar pasar, pun perlu diberi pemahaman operasional usaha, antara mitra dan BUMDes.

Ketika unit usaha BUMDes dan mitra usaha bergerak dibidang kerajinan kulit, maka bahan baku produksi perlu dipikirkan agar mendapat harga yang terjangkau dan bersaing, salah satu caranya adalah dengan melakukan pembelian dengan jumlah besar, atau melakukan perjanjian kerja sama dengan pemasok bahan baku.

Degan demikian, akan ada penurunan harga bahan baku, karena dilakukan secara bersama-sama, atau membeli dalam jumlah besar. Maka, dalam proses produksi sudah dapat dipotong satu masalah beban atau biaya bahan baku.

4. Pendanaan yang lebih mudah

Modal terkadang menjadi masalah serius dalam menjalankan usaha bagi warga desa, hal ini terkait siapa yang akan ‘mendanai’ atau bisa diajukan untuk memberikan pinjaman kepada unit usaha yang ada di desa.

BUMDes dapat mengambil peranan sebagai pemberi dana. Misalnya, ketika mitra usaha BUMDes yang ada di masyarakat memerlukan pendanaan, maka BUMDes bisa memberikan dana baik itu dana yang bersumber dari keuangan BUMDes, atau meminjamkan pendanaan dari pihak luar, misalnya dari perbankan yang ada, jika mitra belum memenuhi syarat sebagai peminjam, maka BUMDes dapat menjadi penjamin.

Jika pendanaan mudah, maka kemungkinan usaha dapat tumbuh akan lebih mudah. Oleh karena itu, model pendanaan perlu diimbangi dengan penyiapan sumber daya manusia yang berkompeten, sehingga dana yang dikeluarkan tidak mengalami risiko kredit macet.

5. Memperluas jaringan untuk investasi dan mengembangkan skala bisnis BUMDes

Kehadiran BUMDes sebagai Agregator tentu adalah untuk memperluas jaringan investasi masuk ke tubuh BUMDes yang akan disalurkan kepada unit usaha BUMDes dan mitra usaha BUMDes. Ketika BUMDes dapat hadir dan tumbuh dengan baik, memiliki unit usaha yang potensial, maka investor tidak akan ragu untuk menanamkan modal di unit unit usaha yang dikelola BUMDes

Dengan demikian, secara bersamaan BUMDes dapat mengembankan skala bisnis BUMDes ke ranah yang jauh lebih luas dan lebih besar. Produk BUMDes dapat menjangkau pasar yang lebih luas, dan memproduksi dalam kuantitas yang besar, serta peningkatan kuantitas.

BUMDes sebagai Agregator, setidaknya hadir dan memberi solusi  pasti dalam upaya pengembangan unit usaha BUMDes dan unit usaha yang telah ada dan berjalan di masyarakat. Sehingga, kegiatan ekonomi yang ada di masyarakat, bukan menjadi pesaing unit usaha BUMdes, namun menjadi mitra, menjadi bagian tidak terpisahkan dari  keberlangsungan Badan Usaha Milik Desa.

Dengan demikian, maka tujuan bersama mengembangkan desa yang maju secara sosial dan ekonomi akan dapat terwujud. BUMDes adalah jalan keluar, karenanya BUMDes harus menjadi agregator dari usaha yang ada di desa. Semoga bermanfaat.  Salam. (Ariyanto/ Bumdes.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *