Sukses Mengelola Potensi Air Menjadi Desa Wisata Wahana Air

Bumdes.id Desa-desa di Indonesia dianugerahi oleh tipologi yang beragam, ada yang berada di pegunungan, ada yang di dataran rendah, ada yang di tepian pantai. Semua memiliki potensinya masing-masing, sehingga tinggal bagaimana kita mengelola potensi yang ada untuk dijadikan kekuatan ‘modal’ dalam menjalankan roda ekonomi bagi desa kita.

Sebagai negara agraris, dan maritim, karakteristik alam tempat tinggal kita dianugerahi banyak sumber daya alam, salah satunya adalah melimpahnya sumber air di berbagai daerah. Bagi desa yang memiliki potensi sumber daya air, tentu ini modal besar yang dapat dijadikan sebagai salah satu upaya menghasilkan kegiatan ekonomi di desa, yaitu wisata desa wahana air.

Sebagian dari kita tentu sudah tidak asing lagi dengan wisata Desa Ponggok, yang berada di Klaten, Jawa Tengah, atau wisata Jurug Sri Gethuk di Desa Bleberan, Gunung Kidul, Yogyakarta, keduanya sama-sama memanfaatkan keberadaan sumber daya alam berupa air, untuk dijadikan sebagai objek wisata, diolah menjadi wahana wisata air. Hasilnya? pendapatan desa tumbuh pesat, perekonomian di desa menggeliat seiring dengan kunjungan yang ada.

Kita patut bersyukur karena desa-desa di Indonesia sudah diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Esa keindahan alam yang luar biasa. Misalnya, desa yang berada di atas pegunungan yang memiliki lanskap hijau nan cantik serta desa yang berada di pesisir pantai dengan hamparan pasir putih. Seperti telah kita bahas sebelumnya, ini merupakan potensi yang luar biasa.

Namun perlu menjadi catatan bahwa dalam upaya membangun desa wisata, tidak hanya cukup bermodalkan pemandangan indah, atau potensi alam semata. Modal sumber daya alam ini, perlu dibarengi dengan modal kreativitas, dari kita dalam membuat desa wisata.

Pada dasarnya untuk membuat hal-hal kreatif, tidak sulit. Kita bisa mengambil contoh di Desa Ponggok, Klaten dengan kreativitasnya mereka membuat wahana air dengan berbagai spot foto di dalam air untuk menjadi atraksi wisata.

Mari Belajar Wisata Desa Wahana Air dari Desa Ponggok dengan Wisata Wahana Air Umbul Ponggok. Umbul Ponggok merupakan wisata air yang terletak di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Umbul Ponggok merupakan mata air yang dimanfaatkan menjadi objek wisata, pemandian dan snorkeling.

Jika kita menilik jauh sebelum hari ini, sebenarnya tidak ada yang istimewa di desa Ponggok. Namun kemudian Umbul Ponggok menjadi begitu viral dan mendadak terkenal, bukan hanya di lokal namun nasional dan internasional. Dulunya Desa Ponggok termasuk desa tertinggal, miskin, pengangguran, dan rentenir hampir setiap hari. Bank keliling bukan memperbaiki ekonomi rakyat justru malah menambah kemiskinan di desa itu.

Babak baru dimulai, Pada tahun 2006 pemilihan Kepala Desa, dan yang terpilih adalah Bapak Junaedhi Mulyono, dalam janjinya kepada masyarakat Desa Ponggok dia bersumpah akan totalitas mengabdi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di desa agar maju dan sejahtera.

Sesuai janjinya, Junaedhi mulai melakukan kunjung ke masyarakat dan mengajak mereka menceritakan berbagai masalah desa. Berdasarkan temuan bersama masyarakat Desa Ponggok. Junaedhi langsung menyurati LPPM UGM untuk memohon dikirim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik. Tidak berapa lama, langsung dijawab oleh pihak UGM dengan skema mengirim 3 gelombang penelitian untuk mahasiswa.

Gelombang pertama. Gerakan dan tugas mahasiswa KKN pertama fokus mendata kemiskinan dan pengangguran. Pada tahap ini semua mahasiswa mencari data yang berkaitan penyebab kemiskinan dan pengangguran, serta apa harapan bagi pengembangan desa.

Gelombang kedua. Mahasiswa yang diutus untuk KKN gelombang kedua ini mahasiswa mulai mendata potensi desa. Apa pun yang ada di desa semua di data baik berupa barang bergerak maupun tidak, bahkan setiap orang di desa semua di data dengan tujuan untuk melihat besarnya potensi daerah ini.

Gelombang ketiga. Mahasiswa pada KKN gelombang ke 3 ini bertujuan memetakan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa yang bisa menjadi andalan dan dapat meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat Desa Pondok.

Dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa UGM, menghasilkan database yang lengkap, kemudian digunakan oleh Junaedhi untuk mulai bergerak membangun  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan mengembangkan potensi pariwisata air di Umbul Ponggok. Akhirnya, apa yang dikerjakan oleh mahasiswa UGM dan dijalin kerja sama dengan pemerintah desa, menghasilkan satu unit pariwisata air yang dijalankan secara optimal yaitu Umbul Ponggok.

Dengan berbagai inovasi dan strategi pemasaran yang memanfaatkan media sosial, pada akhirnya Umbul Ponggok menjadi satu destinasi wisata air yang mendunia. Umbul Ponggok viral! Semua orang akan berkata Ponggok ketika membahas tentang wisata air yang menghadirkan foto di dalam air. Umbul Ponggok sukses, dan Desa Ponggok menjelma menjadi desa yang mandiri dan maju, sebagai desa percontohan nasional seperti saat ini.

Tentu, keberhasilan Desa Ponggok, tidak lepas dari berbagai pihak yang terlibat dan berbagai sokongan yang turut hadir dalam upaya pembangunan desa. Salah satunya adalah adanya dana desa, dan kita patut belajar bagaimana pemerintah Desa Ponggok mampu mengalokasikan dana desa untuk BUMDes dan digunakan dengan baik, sehingga mampu memberikan dampak dan manfaat yang berkelanjutan.

Jika kita melihat sejarah panjang Desa Ponggok, maka kita dapat mengambil contoh dari semangat dan kepiawaian Kepala Desanya yaitu Junaedhi, bagaimana akhirnya Desa Ponggok dikembangkan menjadi desa wisata air, atas kesadaran bahwa Desa Ponggok memiliki potensi air yang melimpah. Ponggok terus bergerak maju, Desa ini pun kini memiliki program menyantuni semua lansia yang ada di desa. Pemerintah desa mewajibkan setiap satu rumah wajib mencetak satu sarjana dengan bantuan dari kas Desa. Tentu, ini hal yang sungguh luar biasa dari perjalanan panjang kebangkitan Desa Ponggok. (Aryanto/Bumdes.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *