Membuat Saluran Irigasi Desa Bebas Sampah Dan Memiliki Nilai Ekonomi

Bumdes.id Sampah menjadi persoalan yang tidak dapat dianggap sepele, setiap hari manusia memproduksi sampah; entah sampah rumah tangga, baik itu yang organik dan non organik. Sampah-sampah ini, jika tidak dikelola dengan baik dan benar, akan berdampak jangka panjang pada pencemaran lingkungan.

Di desa, persoalan sampah pun menghantui,  hal ini dikarenakan kesadaran, membuang sampah pada tempatnya, mendaur ulang sampah, masih sangat minim. Masih sering kita temukan, masyarakat membuang sampah diselokan, atau di lahan kosong, yang kemudian menumpuk, lalu pada musim hujan menjadi persoalan karena menyumbat saluran air, dan tentu saja dapat menyebabkan berkembang-biak penyakit.

Lantas bagaimana sebaiknya mengatasi persoalan sampah?  Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan memiliki kesadaran bersama tentang pentingnya lingkungan hidup yang sehat, lalu menginisiasi unit usaha yang mengelola sampah desa. Ini bisa dilakukan oleh BUMDes, sebagai contoh adalah BUMDes Amarta di Desa Pandowoharjo dengan unit usaha pengelolaan sampah. Selengkapnya tentang BUMDes Amarta Baca: Utamakan Memberi Benefit, Bumdes Amarta Tak Hanya Sekedar Kelola Sampah

Kita juga dapat meniru apa yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Kluncing dalam upaya mengatasi sampah. Banyaknya sampah yang mencemari saluran irigasi sawah, membuat sekumpulan pemuda Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi menyulap saluran tersebut bersih dari sampah. Tak hanya itu, saluran irigasi itu pun juga penuh dengan bermacam-macam ikan hasil budidaya mereka. Mereka menyebut desa mereka ‘Kampoeng Ikan Kluncing’.

Inisiasi ini dilakukan oleh Rusady Awanto bersama dengan pemuda-pemuda setempat, dan akhirnya mampu untuk mengatasi sampah sekaligus menciptakan pemandangan irigasi bersih seperti di Jepang. Ide ini bermula dari keprihatinan pemuda setempat atas persoalan sampah yang sering dibuang ke saluran irigasi.

Menurut Rusady, awalnya tidak mudah untuk menghilangkan kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan di saluran irigasi. Berkat kerja keras yang dilakukan, lambat laun masyarakat mulai sadar dan memberikan dukungan adanya budidaya ikan di saluran irigasi.

Hingga akhirnya, sejak 7 bulan yang lalu, para pemuda setempat akhirnya memanfaatkan saluran irigasi tersebut untuk budidaya ikan. Ada beberapa jenis ikan yang dibudidayakan oleh masyarakat setempat. Mulai dari ikan Tombro, ikan mas Koi, ikan Nila hingga ikan Bawal. Ukurannya pun bermacam-macam, mulai dari anakan hingga indukan yang bobotnya mencapai 9 kilogram.

Pemandangan ini menjadi hiburan tersendiri bagi warga setempat. Mulai dari kalangan anak-anak, remaja, hingga orang dewasa antusias menyaksikan ratusan ikan berukuran jumbo berenang bebas di saluran irigasi sepanjang 300 meter tersebut.

Tentu saja, tidak mudah untuk memulai, memberikan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya mengelola sampah, pentingnya fungsi saluran irigasi, dan semua dimulai dengan kesadaran, serta pemberian pemahaman bahwa apa yang diupayakan merupakan solusi nyata bagi warga dan desa.

“Jadi, sebelumnya warga membuang sampah rumah tangga di saluran irigasi. Akibatnya, air menjadi tercemar dan kotor. Rata-rata warga di sini banyak yang budidaya ikan di sawah. Akhirnya, sebagian kita tabur di saluran irigasi untuk mengatasi sampah. Alhamdulillah, saat ini sampah sudah berkurang hingga 90 persen. Air juga sudah bersih, bahkan sudah bisa digunakan untuk mencuci pakaian dan mandi oleh warga,” Ungkap Rusady.

Ke depan, Rusady dan pemuda setempat bercita-cita menjadikan Desa Kluncing sebagai sentra budidaya ikan tawar di Banyuwangi.  Diharapkan, dengan upaya budidaya ikan di saluran irigasi ini dapat menciptakan destinasi wisata baru di sektor pertanian dan perikanan, sehingga mampu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Kluncing.

Baca Juga: BUMDES Pengelolaan Sampah ini Bisa Tingkatkan APBDes

“Kalau sekarang kan masih 300 meteran saja saluran irigasi yang kita manfaatkan untuk budidaya ikan. Ke depan rencananya sepanjang saluran irigasi ini, yang panjangnya mencapai 1 kilometer akan kita manfaatkan juga,” Ungkap Rusady.

Apa yang dilakukan Rusady dan pemuda Desa Kluncing tentu sangat menarik dan patut untuk kita tiru, bagaimana melihat persoalan sampah dan persoalan yang ada pada saluran irigasi, untuk dicarikan jalan penyelesaian yang dapat memberi manfaat dan nilai ekonomi. Pertama, manfaat kebersihan lingkungan dari sampah, kedua manfaat terciptanya media budidaya ikan, ketiga menjadikan Desa Kluncing memiliki daya tarik wisatawan.

Dengan melihat persoalan sebagai peluang, maka desa mampu menciptakan inovasi baru. Seperti contoh di atas, baik yang dilakukan oleh BUMDes Amarta atau Pemuda Desa Kluncing, keduanya memulai dengan kesadaran untuk menyelesaikan masalah yang ada di desa, baru kemudian manfaat sosial dan ekonomi tumbuh seiring waktu.

Baca Juga: Bagaimana Mengubah Tumpukan Sampah menjadi Tumpukan Rupiah

Baik Desa Pandowoharjo atau Desa Kluncing, keduanya pada akhirnya memiliki daya tarik wisata, yang mana akan menciptakan perputaran ekonomi bagi warga desa. Nah, bagaimana dengan desa sahabat sekalian? Apa persoalan yang sedang dihadapi? Mari temukan jalan keluar dengan inovasi.

Kami, bumdes.id dan Sekolah Bumdes, selalu terbuka untuk sahabat sekalian, sebagai upaya percepatan pembangunan desa, pengembangan BUMDes, sahabat sekalian dapat berkunjung ke Sekolah Bumdes. Kami juga memiliki berbagai program Kelas yang dapat menjadi upaya percepatan pembangunan dan pengembangan Desa dan Bumdes.

Mendirikan BUMDes bukanlah suatu perkara yang mudah. Ada step by step yang harus dilalui, mulai dari Musyawarah Desa, terbitnya Peraturan Desa, membuat AD/ART, dan juga mengembangkan potensi atau masalah di desa menjadi peluang usaha BUMDes. Lantas, bagaimana agar BUMDes bisa survive dan berkembang sukses? Jawabannya adalah pengetahuan yang cukup mengenai seluk beluk seputar BUMDes, maka perlu mengadakan pendidikan dan kelas yang serius dan khusus.

Kami di Sekolah BUMDes memiliki program khusus untuk peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengelolaan BUMDes dengan materi-materi yang sudah kami bagikan ke dalam beberapa kelas yang telah tersedia, antara lain: 1. Kelas Peta Jalan Bumdes , 2. Kelas Tipologi dan Model Bisnis Bumdes (Seri Penguatan Manajemen Bumdes), 3. Kelas Pola Pengelolaan Keuangan dan Akuntansi Bumde. Informasi Lengkap Klik Kelas Sekolah BumdesPendaftaran Training of Trainers Pendampingan Bumdes Angkatan 20

Bagi Anda, yang ingin belajar BUMDes, memerlukan pendidikan dan pelatihan BUMDes maka jawabannya adalah Sekolah Bumdes. Sekolah Bumdes adalah tempat belajar Bumdes secara paten dan menyenangkan. Kombinasi Teori, Simulasi, Praktik dan Kunjungan Lapangan. Belum lengkap belajar Bumdes kalau belum ke Sekolah Bumdes SMB Bumdes.id. Sekolah Bumdes berada di Jl. Nogotirto No.15 B, Area Sawah, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Silakan Anda berkunjung jika sedang berada di Jogja, Sekolah Bumdes selalu terbuka untuk Anda.

Informasi program selanjutnya dapat menghubungi nomor kontak: https://wa.me/6285772900800.
𝗕𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀 𝗬𝗮 𝗱𝗶 𝗦𝗲𝗸𝗼𝗹𝗮𝗵 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀 – 𝗣𝘂𝘀𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗹𝗮𝘁𝗶𝗵𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀. (Aryanto/Bumdes.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *