Tebing Breksi; Memanfaatkan Bekas Tambang Menjadi Tempat Wisata

Tebing Breksi; Memanfaatkan Bekas Tambang Menjadi Tempat Wisata
Tebing Breksi; Memanfaatkan Bekas Tambang Menjadi Tempat Wisata

Bumdes.id Apa yang melintas di benak sahabat Bumdes sekalian ketika mendengar kata Breksi? Sebagian dari kita mungkin ketika mendengar kata Breksi akan teringat saat belajar geologi dan geomorfologi saat di bangku sekolah dulu. Memang benar, bahwa breksi adalah jenis batuan sedimen, yang terdiri fragmen butiran runcing berukuran 2 cm atau lebih yang proses pembentukannya tergantung bahan induk dan mekanisme peristiwa geologisnya.

Nah, di Yogyakarta ada bekas tambang breksi yang kemudian berhasil disulap menjadi destinasi wisata dengan jumlah kunjungan yang terus bertambah sejak kali pertama di buka untuk umum.

Tebing Breksi yang berada di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, awalnya adalah tempat penambangan batu alam untuk material bangunan. Sejak 2014, pemerintah menutup kegiatan pertambangan ini untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Sejak itu Tebing Breksi dikelola oleh warga lokal dengan berbagai inovasi dan kreativitas untuk mengubah bekas tambang menjadi objek wisata yang layak untuk dikunjungi. Hasil dari pada inovasi dan kreativitas warga akhirnya membuahkan hasil, sejak 23 Mei 2015 Tebing Breksi mulai menjadi objek wisata baru di Yogyakarta.

Di awal kemunculannya, Tebing Breksi langsung menyedot perhatian publik, hal ini tidak lain berkat kekuatan media pemasaran digital(media sosial). Dengan memanfaatkan media sosial sebagai media promosi dan penyebarluasan tentang keberadaan tebing Breksi, jadilah Tebing Breksi sebagai destinasi wisata yang populer dan dikenal secara luas.

Baca Juga: Pentingnya Media Social Untuk Usaha Bumdes
Baca Juga: Pentingnya Pelatihan Digital Marketing

Saat ini, jumlah kunjungan harian bisa mencapai ribuan orang. Terlebih ketika musim liburan tiba, begitu ramai oleh pengunjung. Pengunjung berasal dari berbagai daerah. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan oleh pengunjung di Tebing Breksi adalah foto selfie dengan beragam atribut. Sahabat bisa berkunjung ke tebing breksi ini menggunakan layanan paket wisata jogja.

Hal yang paling mengesankan selama berada di Tebing Breksi adalah pemandangannya yang luar biasa. Ketika berada di atas tebing, kita akan disuguhi pemandangan yang luar biasa indah, seolah-olah seluruh Yogyakarta bisa terlihat dari sini. Selain itu, sunset dari Tebing Breksi ini bagus banget.

Selain itu, tersedia juga mobil off road untuk pengunjung yang ingin berkeliling lokasi Tebing Breksi dan objek wisata di sekitarnya, seperti Candi Ijo dan Candi Ratu Boko yang sayang untuk dilewatkan.

Lokasi wisata Tebing Breksi kini sudah berkembang dengan baik, dengan manajemen pengelolaan yang sudah tertata. Juga telah lengkap fasilitas pendukung; ada area parkir luas (termasuk untuk bus besar), tempat makan, WC, toilet, musholla, dan ada panggung terbuka. Untuk area parkir sendiri bisa menampung kurang lebih seratus kendaraan roda empat.

Untuk bisa menikmati objek wisata Tebing Breksi, pengunjung hanya dikenakan tiket masuk sebesar 5000 per orang. Harga tiket yang sangat terjangkau.

Keberhasilan Tebing Breksi diinisiasi oleh Lowo Ijo

Keberhasilan objek wisata Tebing Breksi tidak lepas dari kesadaran warga sekitar akan potensi yang dimiliki oleh desanya. Kesadaran bahwa bekas tambang ini bisa disulap menjadi tempat wisata, dan akhirnya terbukti berhasil menjadi salah satu kunjungan yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke Yogyakarta.

Kelompok Sadar Wisata Lowo Ijo, menjadi penggagas awal wisata Tebing Breksi, kemudian untuk menata pengelolaan dan legal hukum kemudian pengelolaan Tebing Breksi di bawah payung Badan Usaha Milik Desa.

Sejak tanggal 13 November 2018, pemerintah Kabupaten Sleman secara resmi menyerahkan pengelolaan Wisata Tebing Breksi ke BUMDES Sambimulyo. Penyerahan tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Desa Sambirejo, Prambanan yang memiliki BUMDES tersebut.

Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Priyo Handoyo menyebut BUMDES Sambimulyo ini menjadi percontohan bagi desa lain, terutama dalam pengelolaan tempat wisata.

Bagaimana dengan Lowo Ijo, sebagai penggagas awal tempat wisata ini? Kepala Desa Sambirejo, Mujimin, tetap melibatkan Lowo Ijo dalam pengelolaan Tebing Breksi. Lowo Ijo jadi salah satu unit kerja di BUMDes.

Tebing Breksi Sumbang PAD Lebih dari Rp 100 Juta

Perkembangan Objek Wisata Tebing Breksi seakan menjadi nafas penghidupan bagi sebagian besar warga Sambirejo. Dengan adanya kegiatan wisata, maka kegiatan ekonomi warga pun terangkat dengan berbagai kegiatan ekonomi yang dijalankan oleh warga.

Sekretaris Desa Sambirejo, Mujimin atau akrab disapa Pak Je menuturkan, dari Tebing Breksi, terserap sekitar 400 warga yang terkena dampak dengan memperoleh pendapatan setiap hari dari total 5.683 penduduk Sambirejo. Dari masifnya serapan tenaga kerja ini, Mujimin menyebut banyak warga Sambirejo yang naik status dari sisi ekonomi.

 “Karena yang terlibat dalam aktivitas wisata Tebing Breksi itu 98 persen warga Sambirejo, mulai dari pengelola, penjual makanan dan warung makan, petugas kebersihan, keamanan, sampai penyedia spot foto di tebing. Banyak warga pemilik homestay dan pemilik jeep juga merasakan efek positif dalam pengembangan wisata Breksi,” kata Mujimin seperti dikutip dari Tribunjogja.com.

Dari aktivitas wisata Tebing Breksi telah menyumbang PAD hampir Rp 100 juta per tahun untuk Desa Sambirejo dari perhitungan sharing oleh BUMDes sebagai pihak pengelola.

Keberhasilan BUMDes dalam pengelolaan Tebing Breksi tidak terlepas dari sinergi berbagai elemen seperti dari lintas komunitas, warga Sambirejo, akademisi, pemerintah daerah, provinsi sampai kementerian pusat termasuk Kementerian Desa yang telah memberikan bantuan.

Baca Juga: Membangun Jejaring yang Kuat Kunci BUMDes Sukses

Semua diawali dari kesadaran, lalu jejaring yang saling mendukung untuk mengembangkan kawasan. Begitu kira-kira yang menjadi cikal bakal keberhasilan dalam pengelolaan wisata desa, seperti halnya Tebing Breksi. Kemampuan melihat dan memanfaatkan potensi desa adalah kunci utama yang perlu dijadikan landasan dalam upaya membangun unit usaha BUMDes.

Kami, bumdes.id dan Sekolah Bumdes, selalu terbuka untuk sahabat sekalian, sebagai upaya percepatan pembangunan desa, pengembangan BUMDes, sahabat sekalian dapat berkunjung ke Sekolah Bumdes. Kami juga memiliki berbagai program Kelas yang dapat menjadi upaya percepatan pembangunan dan pengembangan Desa dan Bumdes.

Mendirikan BUMDes bukanlah suatu perkara yang mudah. Ada step by step yang harus dilalui, mulai dari Musyawarah Desa, terbitnya Peraturan Desa, membuat AD/ART, dan juga mengembangkan potensi atau masalah di desa menjadi peluang usaha BUMDes. Lantas, bagaimana agar BUMDes bisa survive dan berkembang sukses? Jawabannya adalah pengetahuan yang cukup mengenai seluk beluk seputar BUMDes, maka perlu mengadakan pendidikan dan kelas yang serius dan khusus.

Kami di Sekolah BUMDes memiliki program khusus untuk peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengelolaan BUMDes dengan materi-materi yang sudah kami bagikan ke dalam beberapa kelas yang telah tersedia, antara lain: 1. Kelas Peta Jalan Bumdes , 2. Kelas Tipologi dan Model Bisnis Bumdes (Seri Penguatan Manajemen Bumdes), 3. Kelas Pola Pengelolaan Keuangan dan Akuntansi Bumde. Informasi Lengkap Klik Kelas Sekolah Bumdes – Pendaftaran Training of Trainers Pendampingan Bumdes Angkatan 20

Bagi Anda, yang ingin belajar BUMDes, memerlukan pendidikan dan pelatihan BUMDes maka jawabannya adalah Sekolah Bumdes. Sekolah Bumdes adalah tempat belajar Bumdes secara paten dan menyenangkan. Kombinasi Teori, Simulasi, Praktik dan Kunjungan Lapangan. Belum lengkap belajar Bumdes kalau belum ke Sekolah Bumdes SMB Bumdes.id. Sekolah Bumdes berada di Jl. Nogotirto No.15 B, Area Sawah, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Silakan Anda berkunjung jika sedang berada di Jogja, Sekolah Bumdes selalu terbuka untuk Anda.

Informasi program selanjutnya dapat menghubungi nomor kontak: https://wa.me/6285772900800.
𝗕𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀 𝗬𝗮 𝗱𝗶 𝗦𝗲𝗸𝗼𝗹𝗮𝗵 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀 – 𝗣𝘂𝘀𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗹𝗮𝘁𝗶𝗵𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀. (Aryanto/Bumdes.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *