BUMDes Kutuh, Raih Omset Milyaran Rupiah dengan Pariwisata

Dengan adanya Undang-Undang Desa, saat ini sudah banyak sekali Desa yang memiliki pendapatan yang luar biasa dengan adanya Badan Usaha Milik Desa.

Salah Satu yang menjadi perbincangan adalah BUMDes Kutuh dengan sumber penghasilan dari Pariwisata yang dimilikinya. Saat ini Bumdes pariwisatanya sudah mempunyai omzet lebih dari Rp34 miliar dengan net profit lebih dari Rp13 miliar.

Desa Kutuh ini menjadi desa percontohan bagi desa lain di Indonesia dengan keberhasilannya dalam pengelolaan Bumdes Pariwisata. Desa Kutuh ini berada di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Bali yang sebagian besar masyarakatnya hidup dengan keterbatasan karena rata-rata menjadi nelayan siwit, (rumput laut).

Namun seiring berjalannya waktu Desa Kutuh mampu memanfaatkan potensi desa dengan membuat inovasi di bidang pariwisata yang mengubah nasib desa ini secara keseluruhan.

Dengan kerja keras dan cerdas dari berbagai elemen masyarakat yang ada di desa, Desa Kutuh berhasil mengubah dan mengembangkan potensi desa menjadi sebuah destinasi kelas dunia. Yaitu dengan cara yang tidak biasa, yakni dengan membelah bukit kapur sebagai akses jalan masuk ke pantai yang menjadikan desa ini menjadi mandiri.

Cerita singkat ini diambil dari Kepala Desa yang menjadi saksi kemajuan desa Kutuh ini.

Kepala Desa Kutuh I Wayan Pura mengatakan, pada tahun 1998 hingga 2005 Desa Kutuh menjadi pusat pengembangan rumput laut terbaik di Indonesia. Bahkan di periode itu hasil pengembangan rumput laut di desa ini pernah menjadi juara satu nasional selama 3 kali.

Namun di tahun 2006 program pengembangan rumput laut mengalami penurunan secara drastis yang diakibatkan oleh hama. Namun karena pantai di desa Kutuh memiliki potensi pantai yang bagus kemudian pemerintah desa berinovasi untuk mulai melirik untuk dijadikan destinasi wisata baru.

Dengan kerja keras dan kerja cerdas dari berbagai elemen masyarakat serta dengan adanya bantuan Dana Desa, maka terbelesitlah sebuah ide untuk membelah bukit kapur tersebut dan sekarang ini menjadi Destinasi Wisata yang kita kenal dengan sebutan Pantai Pandawa.

Kepala Desa Adat Kutuh I Made Wena menambahkan, ada sembilan unit Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan 3 Usaha Layanan di bawah naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMDA) ini yang menjadikan Desa Kutuh ini menjadi desa yang mandiri.

Selain sebab yang sifatnya teknis usaha seperti di atas, perlu juga menganalisis sebab yang sifatnya politik dan kelembagaan, semisal penolakan dan dukungan dari keberadaan BUMDes. Seperti apa cara mengetahui kondisi kesehatan usaha BUMDes? Lebih lengkap dapat menggunakan Cek Kesehatan Usaha Bumdes (CKU-B).

Apa itu  Cek Kesehatan Usaha BUMDes?

Cek Kesehatan Usaha Bumdes (CKU-B) merupakan sebuah alat yang dikembangkan SYNCORE INDONESIA dan BUMDES.id untuk menentukan rating dan tipologi Bumdes. Rating dan  Tipologi  Bumdes  ini  bermanfaat  untuk memetakan  potensi  dan  kendala  unik  masing- masing Bumdes dan menentukan jalur pengembangan Bumdes. Rating dan Tipologi Bumdes juga bermanfaat untuk menjadi basis data dan baseline / titik nol pendampingan.

Apa Fungsi Cek Kesehatan Usaha BUMDes?

1. Alat pemeringkatan dan pengelompokan usaha Bumdes
2. Alat prediksi kegagalan usaha Bumdes dan identifikasi area perbaikan
3. Memberi Rekomendasi Umum untuk program pendampingan

Bagaimana melakukan Cek Kesehatan Usaha BUMDes?

Untuk mendapatkan layanan Cek Kesehatan Usaha BUMDes Sahabat Bumdes melalui http://superapps.syncore.id/cku dan dapat menghubungi https://wa.me/6285772900800 untuk nantinya dijelaskan lebih detail tentang mekanisme kerja sama dan layanan Cek Kesehatan Usaha BUMDes.

Mari bersama kita membangun desa menuju Desa Mandiri dengan BUMDes Sukses. Bagi sahabat BUMDes sekalian, jangan ragu untuk memulai, mari terus tingkatkan keterampilan dan kemampuan mengelola BUMDes.

Kami, bumdes.id dan Sekolah Bumdes, selalu terbuka untuk sahabat sekalian, sebagai upaya percepatan pembangunan desa, pengembangan BUMDes, sahabat sekalian dapat berkunjung ke Sekolah Bumdes. Kami juga memiliki berbagai program Kelas yang dapat menjadi upaya percepatan pembangunan dan pengembangan Desa dan Bumdes.

Mendirikan BUMDes bukanlah suatu perkara yang mudah. Ada step by step yang harus dilalui, mulai dari Musyawarah Desa, terbitnya Peraturan Desa, membuat AD/ART, dan juga mengembangkan potensi atau masalah di desa menjadi peluang usaha BUMDes. Lantas, bagaimana agar BUMDes bisa survive dan berkembang sukses? Jawabannya adalah pengetahuan yang cukup mengenai seluk beluk seputar BUMDes, maka perlu mengadakan pendidikan dan kelas yang serius dan khusus.

Kami di Sekolah BUMDes memiliki program khusus untuk peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengelolaan BUMDes dengan materi-materi yang sudah kami bagikan ke dalam beberapa kelas yang telah tersedia, antara lain: 1. Kelas Peta Jalan Bumdes , 2. Kelas Tipologi dan Model Bisnis Bumdes (Seri Penguatan Manajemen Bumdes), 3. Kelas Pola Pengelolaan Keuangan dan Akuntansi Bumdes.

Bagi Anda, yang ingin belajar BUMDes, memerlukan pendidikan dan pelatihan BUMDes maka jawabannya adalah Sekolah Bumdes. Sekolah Bumdes adalah tempat belajar Bumdes secara paten dan menyenangkan. Kombinasi Teori, Simulasi, Praktik dan Kunjungan Lapangan. Belum lengkap belajar Bumdes kalau belum ke Sekolah Bumdes SMB Bumdes.id. Sekolah Bumdes berada di Jl. Nogotirto No.15 B, Area Sawah, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Silakan Anda berkunjung jika sedang berada di Jogja, Sekolah Bumdes selalu terbuka untuk Anda.

Informasi program selanjutnya dapat menghubungi nomor kontak: https://wa.me/6285772900800.
𝗕𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀 𝗬𝗮 𝗱𝗶 𝗦𝗲𝗸𝗼𝗹𝗮𝗵 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀 – 𝗣𝘂𝘀𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗹𝗮𝘁𝗶𝗵𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀. (Ahmad Fahrudin/Bumdes.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *