Cara Menilai Kesehatan Usaha yang BUMDes Jalankan

Hasil Cek Kesehatan Usaha Bumdes (CKU-B)

Bumdes.id Bagaimana memastikan unit usaha BUMDes yang kita jalankan berada dalam kondisi yang baik ‘sehat’ dalam kaca mata bisnis? Sering kali kita tidak menyadari sebenarnya kondisi kesehatan usaha yang kita jalankan, pedomannya masih sangat tradisional, yaitu seimbangnya pendapatan dan pengeluaran, adanya laba dalam usaha.

Memang secara umum, ciri-ciri unit usaha yang sehat biasa digambarkan dengan memiliki pemasukan lebih besar dibanding pengeluaran alias mendapatkan keuntungan. Namun, apakah itu cukup untuk menganalisis kondisi kesehatan usaha BUMDes? Tentu tidak, sebab ada sejumlah faktor lain yang perlu untuk dianalisis.

Apa saja faktor dalam menilah kesehatan usaha BUMDes? Berikut kami jelaskan di antaranya;

1. Unit Usaha BUMDes Mengalami Perkembangan
Apakah unit usaha BUMDes yang kita jalankan mengalami perkembangan? Adanya perkembangan dalam unit usaha, merupakan indikator awal bahwa unit usaha yang kita jalankan berada dalam kondisi yang sehat.

Apa itu perkembangan unit usaha? Yaitu kemampuan untuk berubah, berinovasi, dan terus tumbuh mengikuti pedoman  atau perencanaan usaha yang telah dibuat sebelumnya.

Perkembangan ini juga ditandai dengan kemampuan dan keberanian untuk bersaing dengan usaha lainnya. Apabila pertumbuhan unit usaha BUMDes berjalan dengan sempurna, maka bisa diartikan aktivitas unit usaha BUMDes dalam kondisi sehat.

Akan tetapi jika unit usaha BUMDes justru berada di kondisi sebaliknya yaitu stagnan, maka segera lakukan evaluasi untuk memineralisasi kerugian dan risiko bangkrut. Faktor yang menjadikan unit usaha tidak berkembang adalah sumber daya yang terbatas, tidak memiliki keunikan, manajemen yang buruk, dan minimnya perencanaan usaha.

2. Teliti dengan Laporan Keuangan Perhatikan Laba Rugi
Unit usaha BUMDes, merupakan satu aktivitas usaha atau bisnis.  Maka harus mengikuti kaidah dasar dalam bisnis. Bisnis adalah proses berulang yang seharusnya memberikan keuntungan bagi pemiliknya. Tidak ada laba dalam periode berkelanjutan, maka usaha tersebut dikatakan bangkrut.

Begitu dengan BUMDes, selaku pengelola BUMDes kita harus mampu melihat dengan teliti kondisi kesehatan usaha dengan cara menganalisis keuntungan yang diterima. Jangan sampai, kelihatannya  untung namun sebenarnya merugi.

Ketika unit usaha BUMDes telah menjalankan usaha dalam satu periode, dan  dalam periode tersebut memperoleh keuntungan yang minim, kita sebagai pengelola BUMDes perlu untuk memantau kembali apakah strategi pemasaran yang dijalankan sudah maksimal, apakah kualitas bahan baku yang digunakan sesuai dengan nilai jual produk, hingga kemungkinan adanya penyelundupan barang oleh karyawan, dan kemungkinan lain.

Karenanya, perlu keahlian dalam memantau keuntungan unit usaha, semua akan terlihat dari Laporan Keuangan Unit Usaha BUMDes, karenanya di perlukan satu sistem akuntansi keuangan yang mumpuni, yang mampu digunakan untuk menjadi alat analisa bisnis.

Jangan khawatir, bagi  pengelola BUMDes tidak perlu bingung dengan rumus akuntansi, untuk mempermudah BUMDes dalam menyusun catatan keuangan, Bumdes.id hadir dengan Sistem Aplikasi Akuntansi Bumdes yaitu sistem akuntansi yang memberikan berbagai fitur untuk memudahkan pencatatan keuangan BUMDes. Klik Untuk Mencoba Sistem Aplikasi Akuntansi Bumdes.

3. Perhatikan Pendanaan dan Hutang
Sumber pendanaan unit usaha BUMDes berasal dari berbagai pihak, ada dari pemerintah desa dan ada dari investor. Selain sumber utama, tidak jarang pula yang mendapatkan sumber dari pihak ketiga, yaitu berupa hibah dan CSR dari perusahaan atau instansi.

Maka sumber dana itu perlu untuk diperhatikan kondisinya mana yang merupakan murni hibah, mana yang merupakan pinjaman, mana yang perlu dikembalikan dan kondisi lain, unit usaha  BUMDes yang sehat bisa dilihat dari laporan utang piutang.

Karenanya, penting bagi pengelola BUMDes untuk memantau kondisi sumber dana baik hibah atau utang secara berkala. Jika pada satu waktu nilai utang mengalami peningkatan, maka kita perlu memikirkan cara untuk menurunkan besar utang yang BUMDes tanggung. Apabila dalam kurun waktu tertentu BUMDes tidak bisa melunasinya, artinya ada yang salah dengan usaha yang BUMDes jalankan.

Baca Juga : Melihat Lebih Jelas Kondisi Kesehatan Usaha BUMDes

Demikian 3 cara yang bisa kita praktikkan untuk menilai kesehatan usaha BUMDes. Berdasarkan penjelasan di atas, laporan keuangan menjadi salah satu sarana untuk menilai suatu bisnis dalam kondisi sehat atau tidak. Maka dari itu, usahakan menyusun catatan keuangan dengan baik mulai sekarang.

Di atas hanya sebagian faktor yang dapat digunakan untuk menilai cek kesehatan usaha, untuk melakukan Cek Kesehatan Usaha BUMDes secara mendalam, dapat melalui Cek Kesehatan Usaha Bumdes (CKU-B).

Apa itu  Cek Kesehatan Usaha BUMDes?
Cek Kesehatan Usaha Bumdes (CKU-B) merupakan sebuah alat yang dikembangkan SYNCORE INDONESIA dan BUMDES.id untuk menentukan rating dan tipologi Bumdes. Rating dan  Tipologi  Bumdes  ini  bermanfaat  untuk memetakan  potensi  dan  kendala  unik  masing- masing Bumdes dan menentukan jalur pengembangan Bumdes. Rating dan Tipologi Bumdes juga bermanfaat untuk menjadi basis data dan baseline / titik nol pendampingan.

Apa Fungsi Cek Kesehatan Usaha BUMDes?
1. Alat pemeringkatan dan pengelompokan usaha Bumdes
2. Alat prediksi kegagalan usaha Bumdes dan identifikasi area perbaikan
3. Memberi Rekomendasi Umum untuk program pendampingan

Bagaimana melakukan Cek Kesehatan Usaha BUMDes?
Untuk mendapatkan layanan Cek Kesehatan Usaha BUMDes Sahabat Bumdes melalui http://superapps.syncore.id/cku dan dapat menghubungi https://wa.me/6285772900800 untuk nantinya dijelaskan lebih detail tentang mekanisme kerja sama dan layanan Cek Kesehatan Usaha BUMDes.

Mari bersama kita membangun desa menuju Desa Mandiri dengan BUMDes Sukses. Bagi sahabat BUMDes sekalian, jangan ragu untuk memulai, mari terus tingkatkan keterampilan dan kemampuan mengelola BUMDes.

Kami, bumdes.id dan Sekolah Bumdes, selalu terbuka untuk sahabat sekalian, sebagai upaya percepatan pembangunan desa, pengembangan BUMDes, sahabat sekalian dapat berkunjung ke Sekolah Bumdes. Kami juga memiliki berbagai program Kelas yang dapat menjadi upaya percepatan pembangunan dan pengembangan Desa dan Bumdes.

Mendirikan BUMDes bukanlah suatu perkara yang mudah. Ada step by step yang harus dilalui, mulai dari Musyawarah Desa, terbitnya Peraturan Desa, membuat AD/ART, dan juga mengembangkan potensi atau masalah di desa menjadi peluang usaha BUMDes. Lantas, bagaimana agar BUMDes bisa survive dan berkembang sukses? Jawabannya adalah pengetahuan yang cukup mengenai seluk beluk seputar BUMDes, maka perlu mengadakan pendidikan dan kelas yang serius dan khusus.

Kami di Sekolah BUMDes memiliki program khusus untuk peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengelolaan BUMDes dengan materi-materi yang sudah kami bagikan ke dalam beberapa kelas yang telah tersedia, antara lain: 1. Kelas Peta Jalan Bumdes , 2. Kelas Tipologi dan Model Bisnis Bumdes (Seri Penguatan Manajemen Bumdes), 3. Kelas Pola Pengelolaan Keuangan dan Akuntansi Bumde. Informasi Lengkap Klik Kelas Sekolah Bumdes â€“ Pendaftaran Training of Trainers Pendampingan Bumdes Angkatan 20

Bagi Anda, yang ingin belajar BUMDes, memerlukan pendidikan dan pelatihan BUMDes maka jawabannya adalah Sekolah Bumdes. Sekolah Bumdes adalah tempat belajar Bumdes secara paten dan menyenangkan. Kombinasi Teori, Simulasi, Praktik dan Kunjungan Lapangan. Belum lengkap belajar Bumdes kalau belum ke Sekolah Bumdes SMB Bumdes.id. Sekolah Bumdes berada di Jl. Nogotirto No.15 B, Area Sawah, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Silakan Anda berkunjung jika sedang berada di Jogja, Sekolah Bumdes selalu terbuka untuk Anda.

Informasi program selanjutnya dapat menghubungi nomor kontak: https://wa.me/6285772900800.
𝗕𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀 𝗬𝗮 𝗱𝗶 𝗦𝗲𝗸𝗼𝗹𝗮𝗵 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀 – 𝗣𝘂𝘀𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗹𝗮𝘁𝗶𝗵𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀. (Ariyanto/Bumdes.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *