Pertimbangan Dalam Mendirikan Bumdes

Pertimbangan Dalam Mendirikan Bumdes
Pertimbangan Dalam Mendirikan Bumdes

Bumdes.id Sahabat Bumdes  kehadiran Undang-Undang Desa secara jelas memberikan sejumlah kewenangan khusus kepada Desa. Salah satu kewenangan desa yang termuat dalam Undang Undang Desa yaitu Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa atau yang kita sebut sebagai BUMDes.

Apa itu BUMDes? Badan Usaha Milik Desa, yang selanjutnya disebut BUM Desa atau BUMDes dan nama lainnya, adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.

Bagaimana Prinsip Dasar dalam Pengelolaan BUMDes?

Prinsip dasar dalam pengelolaan BUMDes yaitu dikelola oleh masyarakat dan juga bersama pemerintah desa setempat. Tujuan paling utama dari pengelolaan BUMDes adalah untuk memajukan, mengembangkan dan mengangkat potensi perekonomian dan sosial di desa tersebut.

Oleh sebab tujuan utamanya adalah pada upaya pengembangan dan kemajuan perekonomian serta sosial maka untuk pengelolaannya dilakukan secara partisipasi, kooperatif, emansipatif, transparansi, akuntable, dan sustainable.

Dengan berpegang pada prinsip tersebut di atas maka diharapkan BUMDes akan menjadi lembaga yang mandiri, efektif, dan juga profesional. Serta memberi manfaat secara sosial dan ekonomi bagi seluruh warga desa.

Apa saja Pertimbangan Dalam Mendirikan Bumdes

Setelah kita mengetahui apa itu Bumdes, dasar hukum dalam pendirian BUMDes dan bagaimana prinsip yang dilakukan dalam pengelolaan BUMDes, maka kita perlu paham betul tentang pertimbangan dalam mendirikan BUMDes;

1. Inisiatif Pemerintah Desa dan Atau Masyarakat Desa

BUMDes didirikan atas dasar adanya inisiatif dari pemerintah desa dan atau masyarakat desa, BUMDes tidak boleh atas dasar inisiatif atau semangat individu, BUMDes harus lahir dari semangat inisiatif gotong royong yang bisa diinisiasi oleh individu baik dari pemerintah desa atau masyarakat akan tetapi dalam pendirian inisiatif secara kolektif atau gotong royong yang menjadi motor utama penggerak pendirian BUMDes.

2. Potensi Usaha Ekonomi Desa

Dalam pendirian BUMDes pertimbangan selanjutnya adalah mengenai potensi usaha ekonomi desa, BUMDes harus bisa melihat keberadaan dari potensi usaha ekonomi desa, jangan sampai BUMDes hanya menjadi ajang tren tanpa adanya potensi ekonomi usaha di desa.

3. Sumber Daya Alam

Sumber daya alam juga menjadi pertimbangan dalam mendirikan BUMDes, keberadaan sumber daya alam di desa menjadi satu modal awal yang dapat dikembangkan melalui BUMDes dan dapat menjadi nilai atau aset secara ekonomi bagi unit usaha BUMDes. Karenanya penting untuk mengetahui tentang Sumber Daya Alam yang ada di desa kita.

4. Sumber Daya Manusia Yang Mampu Mengelola Bumdes

Selain faktor sumber daya alam dan potensi ekonomi, tentu menjadi sangat penting adalah keberadaan Sumber Daya Manusia yang mampu dan memiliki pengetahuan cukup mengenai Badan usaha Milik Desa.

Sumber Daya Manusia ini yang nantinya akan menjalankan BUMDes, karenanya tidak boleh diisi oleh sembarang orang, harus benar-benar individu yang memiliki kapasitas dalam menjalankan usaha.

Bagaimana Mengembangkan Sumber Daya Manusia ikuti Pelatihan Di Sini Klik

5. Penyertaan Modal Pemerintah Desa

Modal adalah hal penting dalam mendirikan BUMDes, dengan adanya modal usaha BUMDes ini maka unit usaha BUMDes bisa dijalankan. Karenanya ketika pendirian BUMDes telah disepakati, ada pertimbangan dalam penyertaan modal baik dari pemerintah desa atau sumber lainnya.

Modal harus dihitung dengan tepat, dan disesuaikan dengan rencana serta analisis usaha yang akan dijalankan oleh BUMDes dan unit usaha BUMDes, sehingga sudah jelas modal ini akan dimanfaatkan seperti apa.

Bagaimana Alur Pendirian BUMDes?

Berikut setidaknya ada 10 alur atau tahapan dalam ketika kita akan memulai Pendirian Badan Usaha Milik Desa:

1. Sosialisasi BUMDes kepada masyarakat desa2. Mengelar Pelaksanaan Musyawarah Desa

3. Tim Perumus melakukan kajian rencana pendirian BUMDes.

4. Tim perumus menyusun laporan hasil kajian tentang pendirian BUMDes dan menyerahkan hasil kajian kepala Desa untuk menjadi rancangan Perdes.

5. Kepala Desa menyerahkan hasil kajian, dan rancangan perdes BUMDes tersebut kepada Badan Pemberdayaan Desa (BPD).

6. Pemerintah Desa dan BPD membahas laporan hasil kajian pendirian BUMDes

7. BPD dengan difasilitasi Pemerintah Desa mempersiapkan pelaksanaan Musdes Pendirian BUMDes.

8. BPD menyelenggaran pelaksanaan Musdes tentang pendirian BUMDes.

Bagi Anda, yang ingin belajar BUMDes, memerlukan pendidikan dan pelatihan BUMDes maka jawabannya adalah Sekolah Bumdes. Sekolah Bumdes adalah tempat belajar Bumdes secara paten dan menyenangkan. Kombinasi Teori, Simulasi, Praktik dan Kunjungan Lapangan. Belum lengkap belajar Bumdes kalau belum ke Sekolah Bumdes SMB Bumdes.id. Sekolah Bumdes berada di Jl. Nogotirto No.15 B, Area Sawah, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Silakan Anda berkunjung jika sedang berada di Jogja, Sekolah Bumdes selalu terbuka untuk Anda.

Informasi program selanjutnya dapat menghubungi nomor kontak: https://wa.me/6285772900800.
𝗕𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀 𝗬𝗮 𝗱𝗶 𝗦𝗲𝗸𝗼𝗹𝗮𝗵 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀 – 𝗣𝘂𝘀𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗹𝗮𝘁𝗶𝗵𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀. (Ariyanto/Bumdes.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *