Program Paruh Waktu Bantu Atasi Pengangguran dan Kembangkan BUMDes

Program Paruh Waktu Bantu Atasi Pengangguran dan Kembangkan BUMDes
Program Paruh Waktu Bantu Atasi Pengangguran dan Kembangkan BUMDes
Program Paruh Waktu Bantu Atasi Pengangguran dan Kembangkan BUMDes

TIMESYOGYAKARTA, SLEMAN – Dari sekitar 45 ribu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Indonesia, lebih dari 90 persen kondisinya mati suri. Kondisi ini sebagian besar disebabkan asimetri Informasi. Menyusul tidak terdapatnya kesesuaian antara kebutuhan pasar dengan ketersediaan bahan baku. Pasar kesulitan menyediakan kebutuhan, namun di sisi lain produsen di desa kesulitan menjual bahan baku.

Sebagai solusi dari permasalahan ini dibutuhkan banyak agen digital yang menjadi penghubung antara produsen dan pasar. Rudi Suryanto, Manager Partner Syncore Consulting menyampaikan pernyataan ini disela-sela Launching program kerja paruh waktu Senin (24/2/2020) di kantor Meravi.id Banyuraden Gamping Sleman Yogyakarta.

Program ini sekaligus dapat mengurangi jumlah pengangguran di usia produktif yang mencapai 5 persen atau 6 Juta di seluruh Indonesia. Sebab dengan semboyan “Kerja Sambil Rebahan” sangat sesuai dengan gaya hidup generasi milenial yang beranggapan berkerja tidak harus di kantor. Meski pada perkembangannya ibu rumah tangga dan penyandang disabilitas juga menjadi sasaran program ini.

“Kita sudah memiliki lima belas sekolah BUMDes di seluruh Indonesia yang akan bersinergi dengan program Paruh Waktu”. jelas Rudi Suryanto.

Kristianto, Chief Marketing Officer Paruh Waktu memastikan Program Paruh Waktu merupakan pengembangan dari aplikasi Sociomile. Karena mampu menampilkan lebih dari 100 aplikasi dalam satu layar maka membuka peluang seseorang menjadi Customer Service Agent Profesional dengan Tagline Waktu Luang Bisa Menjadi Uang

Program ini sekaligus bertujuan menghadapi prediksi para pakar tentang Indonesia yang akan menjadi pasar digital dunia terbesar pada tahun 2030. Meski kondisi ini baru terjadi 10 tahun mendatang, namun bila tidak disiapkan sejak dini maka generasi muda Indonesia hanya akan menjadi penonton di negerinya sendiri.

“Momen ini hampir bersamaan dengan datangnya bonus demografi untuk Indonesia, saat jumlah penduduk usia produktif mencapai puncaknya”. jelas Kristianto.

Pada tahun 2020 ini diharapkan sudah tercipta 20 agen digital yang akan menggunakan program Paruh Waktu untuk melakukan penetrasi pasar global. Dari target 10 ribu agen digital untuk menguasai pasar global, salah satunya dengan membantu BUMDes dalam memasarkan potensinya. (*)

Jurnalis : Totok Hidayat (MG-199)
Editor : Irfan Anshori
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Copyright © 2020 TIMES Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *