Belajar Berbisnis dari BUMDes Tridadi Makmur

BUMDes Tridadi Makmur berdiri pada bulan Desember tahun 2017. Bertepatan dengan pendirian BUMDes di Desa Tridadi, saat itu juga dibentuk tim pengkajian pendirian BUMDes. Setelah dikaji, BUMDes Tridadi Makmur melahirkan beberapa anggaran untuk modal melalui penyertaan modal, serta merumuskan AD/ART.

Ketika urusan regulasi BUMDes sudah komplet, selanjutnya adalah pemilihan Ketua BUMDes yang mana dalam hal ini BPD melakukan musyawarah dan menunjuk Agus Choliq sebagai Direktur BUMDes. Untuk komposisi di kepengurusan sendiri, BUMDes Tridadi Makmur terdiri dari Direktur, Sekretaris, dan Bendahara.

Menurut penuturan Agus, pengurus BUMDes Tridadi Makmur seyogyanya menyadari bahwa pada hakikatnya BUMDes ini ditugaskan untuk mencari profit (keuntungan). Selain itu, BUMDes juga dituntut untuk melakukan pemberdayaan masyarakat dengan cara memberdayakan SDM yang dimiliki desa untuk ikut serta mengelola BUMDes, seperti menjadikan masyarakat desa sebagai karyawan unit usaha BUMDes.

Perlu diketahui juga, BUMDes memiliki tugas yang lebih berat dari swasta. Di BUMDes sendiri, dalam hal merekrut karyawan memerlukan proses yang panjang dan diperlukan orang-orang yang profesional.

Agus menjelaskan, sampai saat ini BUMDes Tridadi Makmur memiliki dua unit usaha, antara lain budidaya dan rental tanaman hias serta destinasi wisata Puri Mataram. Pertama, budidaya dan rental tanaman hias. BUMDes Tridadi Makmur mengembangkan jenis tanaman aglonema.

Kenapa tanaman aglonema yang dipilih sebagai sektor bisnis BUMDes Tridadi Makmur? Agus menerangkan, sebelum masuk ke usaha budidaya dan rental tanaman hias aglonema ini, pasca terpilihnya Agus sebagai Direktur, dia terpacu dan memiliki daya untuk membuat perencanaan usaha.

Business plan yang pertama kali dibuat oleh Agus salah satunya adalah di sektor tanaman hias. Dengan kekuatan SDA seperti pagar bumi setengah hektar, dan tanah kas desa, Agus mencoba memanfaatkan potensi dan peluang yang dimiliki oleh Desa Tridadi.

Agus menambahkan, untuk swadaya pagar, dibutuhkan perincian biaya yang mana nantinya harus dikeluarkan oleh BUMDes. Adapun keuntungan yang dimiliki oleh BUMDes Tridadi Makmur adalah banyaknya SDM yang pandai dalam melakukan budidaya tanaman hias di Desa Tridadi.

Tidak dapat dipungkiri, banyak sekali pelaku budidaya tanaman hias di Desa Tridadi. Sehingga, untuk usaha budidaya dan rental tanaman hias ini, BUMDes Tridadi Makmur sudah memiliki SDM untuk mengurusi usaha ini. Untuk pengetahuan terkait tanaman hias aglonema, tanaman ini sendiri muncul sekitar tahun 2000.

Hingga saat ini, pasar dari tanaman hias ini tidak ada hentinya. Aglonema sendiri tergolong tanaman hias yang dalam memasarkannya tidak begitu sulit, meskipun harga-harga standarnya selalu berubah. Satu batang daun aglonema bisa mencapai harga 100.000 rupiah, namun sekarang harganya hanya berkisaran 50.000 – 75.000 rupiah saja.

Untuk biaya produksi dari tanaman hias aglonema ini sebenarnya terbilang murah. Untuk mengembangkan anak-anakannya hanya membutuhkan kurang lebih 8.000 rupiah saja. Jika dijual, 100% keuntungan yang didapat hanya 16.000 rupiah. Padahal, jika dilihat di pasaran, harga dari edisi murah tanaman ini hanyalah berkisar 35.000 rupiah. Masih menggiurkan bukan? Tentu Agus menyampaikan bahwa pasar dari tanaman hias aglonema ini masih terbilang bagus.

Adapun strategi pemasaran yang dilakukan BUMDes Tridadi Makmur menurut penuturan Agus ialah dengan menyasar Pemerintah Daerah Sleman. Posisi BUMDes Tridadi Makmur yang dekat dengan kantor Pemda, tentu menjadi peluang tersendiri bagi unit usaha tanaman hias ini.

BUMDes Tridadi Makmur menawarkan jasa sewa tanaman hias untuk ruangan di Pemda Sleman. Agus menambahkan, untuk satu tanaman disewakan dengan harga 50.000 rupiah. Adapun fasilitas yang diberikan oleh BUMDes Tridadi Makmur dalam jasa sewa tanaman hias ini adalah perawatan tanaman dan tanamannya diganti dalam waktu dua minggu sekali.

Ada tanaman lain juga dalam usaha rental tanaman ini. Misalnya tanaman anggrek. Tanaman ini disewakan dengan harga 150.000 per bulan. Biasanya permintaan yang diajukan pelanggan kepada BUMDes Tridadi Makmur adalah tanaman anggrek yang sudah berbunga dan dapat tahan selama 2 bulan. Sampai saat ini, unit usaha budidaya dan rental tanaman hias ini masih berjalan dan bisnisnya sudah berkembang dengan baik.

Kedua, unit usaha yang dibuat oleh BUMDes Tridadi Makmur adalah destinasi wisata Puri Mataram. Agus menuturkan, Desa Tridai memiliki lahan seluas 4,5 hektar, dan ini merupakan tanah kas desa. Sebelumnya tanah ini digarap oleh Perangkat Desa atau biasa disebut sebagai tanah bengkok. Lokasi tanah ini berada di tengah-tengah sungai (di sekitaran lahannya dikelilingi oleh sungai).

Dari sini, Agus dan Pengurus BUMDes Tridadi Makmur melihat adanya potensi untuk destinasi wisata. Selain itu, peluang lainnya yang mendukung berdirinya destinasi wisata Puri Mataram ini adalah posisi lahan untuk destinasi wisata yang berada di samping Kampung Flory yang mananya di dalamnya terdapat fasilitas rumah makan dan tiap minggunya banyak pengunjung yang datang (full reservation). Agus dan kawan-kawan mulai mengkaji kesuksesan dari Kampung Flory dan juga membuat perencanaan matang untuk wisata Puri Mataram.

Perlu diketahui, sebelum membuat destinasi wisata, semua Pengurus BUMDes dan Perangkat Desa melakukan diskusi untuk menentukan destinasi wisata apa yang dapat dikembangkan oleh Desa Tridadi di samping sudah adanya anugerah alam yang diberikan oleh Tuhan yang mana selanjutnya tinggal diolah agar memberikan manfaat, baik manfaat sosial maupun keuntungan bersama.

Dibentuknya unit usaha berupa destinasi wisata Puri Mataram ini sesungguhnya memiliki tujuan mulia, yakni BUMDes Tridadi Makmur ingin menunjukkan budaya-budaya Mataram dengan menghadirkan Joglo, Limasan, serta nama-nama fasilitas di Puri Mataram yang mengadopsi dari Keraton.

Puri Mataram sudah dapat mendatangkan pengunjung sebanyak 18.000 orang per bulan. Perlu diketahui, fasilitas pertama yang dibuat untuk memperindah Puri Mataram adalah membuat kolam. Agar memiliki pendapatan, maka dibuatlah rumah makan dan kolam sebagai prioritas utama saat itu.

Puri Mataram memiliki beberapa paket kegiatan yang ditawarkan untuk para pengunjung, yakni paket wedding, dan joglo-joglo untuk tempat rapat dan sejenisnya. Ruangan untuk pertemuan sendiri ditawarkan secara gratis untuk 3 jam penggunaan. Selain itu, ada juga menu yang ditawarkan untuk konsumsi meeting, dan bisa by request. Kapasitas ruangan yang ditawarkan untuk kegiatan pun bisa menampung sebanyak 600-700 orang, dan bokingan untuk kegiatan bisa mencapai 1000 orang.

Untuk penjadwalan pun dibagi mulai pagi sampai siang atau siang sampai sore. Perlu diketahui, masuk ke Puri Mataram sendiri itu gratis, tidak perlu membayar. Wahana yang terdapat di Puri Mataram antara lain taman bunga, becak air, taman kelinci, kandang domba merino, kebon kaktus, tangkap ikan, taman berkuda, Pasar Ndelik, dan Ningrat Cafe.

Untuk omset yang dihasilkan oleh Puri Mataram antara lain, becak air dapat menghasilkan omset sebesar 50.000.000 rupiah lebih. Becak air ini wahana yang diberi durasi selama 10 menit. Selanjutnya, Pasar Tradisional, yaitu Pasar Ndelik. Awal mula Pasar Ndelik ini diorganisir oleh ibu-ibu PKK yang mana ibu-ibu PKK ini dengan bantuan mahasiswa UGM diberikan pelatihan memasak. Pasar Ndelik menyediakan jajanan tradisional.

Alat tukar (transaksi) yang digunakan adalah koin kayu. Koin ini dihargai sebesar 2.000 rupiah per koin kayu. Tiap bulan, Pasar Ndelik ini selalu memproduksi koin kayu. Keuntungan dari menjual makanan di Pasar Ndelik ini adalah sekitar 60% dari penjualan. Pasar Ndelik sendiri dibuka setiap hari Minggu.

Selain itu, terdapat pula kolam. Kolam ini memiliki ikan nila di dalamnya yang mana ikan tersebut sebelumnya diberikan oleh Gubernur atas permintaan dari BUMDes Tridadi Makmur. Ada sekitar 300 kilogram ikan nila di dalam kolam. Agar tidak usah pusing dalam memberikan makan ikan, BUMDes Tridadi Makmur melihat ada peluang usaha dalam hal ini.

BUMDes Tridadi Makmur memiliki ide untuk membungkus kecil-kecil pelet (makanan ikan) dan ditaruh dalam box dengan metode “toko kejujuran”. Tiap satu bungkus pelet dihargai 2.500 rupiah (5.000 rupiah dapat dua bungkus pelet). Dalam satu bulan, dari penjualan pelet ini bisa menghasilkan 5.000.000 – 7.000.000 rupiah. Dengan membeli pelet seharga 3.000.000 rupiah, juta, BUMDes Tridadi Makmur bisa mendapatkan keuntungan sebesar 2.000.000 – 5.000.000 rupiah.

Demikian halnya dengan taman kelinci. Taman ini menghabiskan biaya sebesar 45.000.000 rupiah. Awalnya, BUMDes Tridadi Makmur mengadopsi wahana ini dari Cimory di Bandung. Tiket masuk ke taman kelinci ini adalah sebesar 10.000 rupiah. Dengan uang 10.000, pengunjung sudah mendapatkan wortel untuk diberikan ke kelinci-kelinci yang ada di dalam taman. Selain itu ada juga taman bunga yang mana posisinya berada di ujung.

Terinspirasi dari Magelang, yakni Ramadanu, BUMDes Tridadi Makmur ingin melakukan modifikasi dengan membangun wahana taman bunga. Pada bulan Oktober tahun 2018, taman bunga ini dibangun dengan menghabiskan biaya sebesar 250.000.000 rupiah. Taman bunga ini ditargetkan dalam kurun waktu 4 bulan harus sudah memberikan keuntungan. Jika dalam kurun waktu 4 bulan tidak bisa memberikan pendapatan dan keuntungan, maka dianggap gagal.

Namun, dalam sebulan, taman bunga ini dapat memberikan pendapatan sebanyak 40.000.000 rupiah, dan bulan kedua sebanyak 300.000.000 rupiah, serta bulan ketiga sebanyak 100.000.000 rupiah. Bagaimana cara mendatangkan orang-orang agar berkunjung ke Puri Mataram? Salah satunya adalah dengan membuat inovasi pemasangan kincir-kincir di taman bunga dengan bantuan SDM dari Pengurus Karang Taruna yang mana tenaga mereka tidak digaji melainkan mereka mendapatkan uang kas dari BUMDes Tridadi Makmur. Untuk pembuatan kincir-kincir ini menghabiskan biaya sebesar 100.000.000 rupiah. Tapi dalam kurun waktu 3-4 bulan sudah mendapatkan omset sebesar 300.000.000 rupiah.

Ada pula wahana kandang domba Merino. Domba Merino ini aslinya berasal dari Australia. Domba Merino ini sanggatlah jinak dan bisa untuk pertunjukan atau atraksi. Selanjutnya ada juga taman kaktus yang sangat worth it untuk spot foto. Selain itu, ada juga wahana tangkap ikan yang mana sasarannya adalah anak-anak.

Untuk masuk ke wahana tangkap ikan ini, tiket yang dijual seharga 10.000 rupiah. Dengan harga 10.000 rupiah, anak-anak yang berhasil menangkap ikan boleh membawa ikan tangkapannya dengan jumlah ikan yang dibawa maksimal 3 ekor ikan saja. Ide wahana tangkap ikan ini berasal dari Agus. Dia menuturkan bahwa wahana tangkap ikan ini terinspirasi dari masa kecilnya yang sering menangkap ikan di sungai.

Agar ibu-ibu yang menunggu anak-anaknya menangkap ikan tidak merasa bosan, BUMDes Tridadi Makmur juga membuat kolam untuk terapi ikan. Terapi ikan ini memang tidak ada loket masuk khusus, tapi di dekat kolam terapi ikan diletakkan kotak uang yang mana pengunjung yang melakukan terapi ikan ini bisa memasukkan sejumlah uang dengan seikhlasnya (tidak dipatok harga).

Untuk modal awal BUMDes Tridadi Makmur hanya diberikan uang sebesar 68.000.000 rupiah. Karena saat kuliah Agus terbiasa mengotak-atik dokumen perencanaan bisnis, maka Agus mencoba untuk membuat perencanaan bisnis. Agus mengatakan, jika BUMDes Tridadi Makmur hanya terpaku dengan modal 68.000.000 rupiah, pasti perencanaan usaha yang dibuat pun akan kecil. Dalam business plan, unit usaha budidaya dan rental tanaman hias saja memerlukan biaya sebesar 450.000.000 rupiah.

Bagaimana cara agar BUMDes Tridadi Makmur dapat memperoleh modal? BUMDes Tridadi Makmur mencoba untuk memahami aturan dari BUMDes itu sendiri. Apakah bisa dana BUMDes berasal dari masyarakat? Jawab Agus “boleh”! Dengan catatan, tidak boleh lebih besar dari modal yang dimiliki oleh desa. Agus menambahkan, modal dari tabungan masyarakat mencapai 2,6 Milyar.

Intinya adalah masyarakat desa yang memiliki harta berlebih harus memiliki keluasan hati untuk dapat percaya kepada BUMDes dengan cara rela menginvestasikan sebagian hartanya untuk membangun unit usaha BUMDes, meskipun ada ancaman kegagalan bisnis, namun dengan adanya kepercayaan dari masyarakat desa, unit usaha BUMDes dapat dikembangkan sesuai dengan perencanaan bisnis.

Jadi, pelajaran yang bisa diambil dari BUMDes Tridadi Makmur adalah setiap BUMDes harus membuat perencanaan bisnis yang baik dan matang. Tidak lupa, dalam membuat perencanaan bisnis, BUMDes perlu melihat peluang pasar, sehingga bisa on target dalam menentukan pangsa pasar.

Kami, bumdes.id dan Sekolah Bumdes, selalu terbuka untuk sahabat sekalian, sebagai upaya percepatan pembangunan desa, pengembangan BUMDes, sahabat sekalian dapat berkunjung ke Sekolah Bumdes. Kami juga memiliki berbagai program Kelas yang dapat menjadi upaya percepatan pembangunan dan pengembangan Desa dan Bumdes.

Bagi Anda, yang ingin belajar BUMDes, memerlukan pendidikan dan pelatihan BUMDes maka jawabannya adalah Sekolah Bumdes. Sekolah Bumdes adalah tempat belajar Bumdes secara paten dan menyenangkan. Kombinasi Teori, Simulasi, Praktik dan Kunjungan Lapangan. Belum lengkap belajar Bumdes kalau belum ke Sekolah Bumdes SMB Bumdes.id. Sekolah Bumdes berada di Jl. Nogotirto No.15 B, Area Sawah, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Silakan Anda berkunjung jika sedang berada di Jogja, Sekolah Bumdes selalu terbuka untuk Anda.

Informasi program selanjutnya dapat menghubungi nomor kontak: https://wa.me/6285772900800.
𝗕𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀 𝗬𝗮 𝗱𝗶 𝗦𝗲𝗸𝗼𝗹𝗮𝗵 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀 – 𝗣𝘂𝘀𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗹𝗮𝘁𝗶𝗵𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀.

Penulis: Ayu Restianti
Editor: Ari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *