Struktur Unit Usaha BUMDes yang Ideal

Struktur Unit Usaha BUMDes yang Ideal
Struktur Unit Usaha BUMDes yang Ideal

Bumdes.id Berbicara tentang BUMDes, tentu kita tidak akan terlepas dari pembahasan terkait struktur kepengurusannya. Sering kali masalah struktur pengurus BUMDes ini menjadi perdebatan khalayak ramai. Banyak yang mempertanyakan perihal tumpang tindih dalam tatanan kepengurusan BUMDes.

Pada dasarnya, pengetahuan tentang struktur organisasi itu sangatlah penting. Karena hakikatnya struktur organisasi merupakan komponen penting yang harus ada pada tiap-tiap organisasi. Tanpa adanya struktur organisasi, dapat diyakini bahwa organisasi tersebut tidak akan bertahan lama, karena tidak adanya SDM yang mengatur dan mengawal jalannya organisasi. Oleh karena itu, tiap organisasi wajib membuat struktur organisasi agar tata kelola dalam organisasi tersebut dapat berjalan dengan baik.

Sebelum  membahas struktur pengurus BUMDes dan terkhusus pada unit usaha BUMDes, alangkah baiknya kita memahami apa itu struktur kepengurusan BUMDes. Perlu diketahui, struktur kepengurusan BUMDes adalah susunan pada tiap-tiap unit kerja dalam menjalankan operasional pada Badan Usaha Milik Desa untuk mencapai tujuan dan maksud pendirian BUMDes.

Dengan adanya struktur kepengurusan BUMDes, para pengurus yang terlibat di operasional BUMDes dapat mengetahui apa saja tugas dan tanggung jawab mereka di dalam kepengurusan BUMDes, serta garis perintah dalam struktur kepengurusan BUMDes.

Dalam Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 4 Tahun 2015 telah dijelaskan perihal organisasi pengelola BUMDes pada bagian Pelaksana Operasional BUMDes yang terdiri dari Ketua/Direktur, Sekretaris, Bendahara dan Manajer/Kepala Unit Usaha BUMDes.

Sudah banyak penjelasan perihal tugas dan tanggung jawab dari Ketua/Direktur, Sekretaris, Bendahara dan Manajer/Kepala Unit Usaha BUMDes. Namun masih sedikit sekali referensi perihal tugas dan tanggung jawab dari pengurus unit usaha BUMDes.

Unit usaha BUMDes sendiri merupakan usaha atau bisnis yang dijalankan dan dikembangkan oleh BUMDes. Unit usaha ini merupakan komponen utama didirikannya BUMDes di desa. Seperti definisinya dalam Permendes Nomor 4 Tahun 2015, BUMDes adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.

Jadi, tujuan didirikannya BUMDes adalah untuk mengelola aset desa serta menjalankan proses bisnis didalamnya sehingga menghasilkan social benefit (kebermanfaatan sosial) dan profit (keuntungan). Oleh karena itu, perlu adanya struktur kepengurusan yang khusus menangani unit usaha BUMDes.

Sebagaimana tercantum dalam Permendes Nomor 4 Tahun 2015 pada BAB  III “Pengurusan Dan Pengelolaan Bum Desa”, Bagian Kedua “Organisasi Pengelola BUM Desa” Pasal 13 Ayat 1 dan 2. Pada Ayat 1 berbunyi, “Dalam melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2), Pelaksana Operasional dapat menunjuk Anggota Pengurus sesuai dengan kapasitas bidang usaha, khususnya dalam mengurus pencatatan dan administrasi usaha dan fungsi operasional bidang usaha”.

Meskipun sudah terdapat bendahara di struktur kepengurusan BUMDes, sangat diharuskan pada tiap-tiap unit usaha memiliki bendaharanya masing-masing. Walaupun kebanyakan di struktur pengurus unit usaha BUMDes, Manajer/Kepala Unit Usaha ditugaskan untuk mencatat laporan keuangan juga, namun alangkah baiknya ada bendahara khusus untuk mencatat pelaporan keuangan unit usaha BUMDes, agar Manajer/Kepala Unit Usaha BUMDes bisa fokus memantau jalannya usaha yang dijalankan oleh karyawan unit usaha BUMDes.

Adanya bendahara khusus untuk unit usaha BUMDes ini bertujuan untuk memudahkan pencatatan laporan keuangan pada unit usaha untuk selanjutnya laporan keuangan unit usaha ini bisa langsung disetorkan kepada Bendahara Umum BUMDes.

Tentu hal ini sangat membantu Bendahara Umum BUMDes untuk mencatat laporan keuangan BUMDes secara keseluruhan termasuk biaya pengeluaran, pendapatan, dan keuntungan tiap-tiap unit usaha. Bayangkan jika semua pelaporan keuangan unit usaha yang mencatatnya adalah Bendahara Umum BUMDes seorang? Apa tidak akan kelabakan?

Di Pasal 13 Ayat 2 juga dijelaskan bahwa, “Pelaksana Operasional dapat dibantu karyawan sesuai dengan kebutuhan dan harus disertai dengan uraian tugas berkenaan dengan tanggung jawab, pembagian peran dan aspek pembagian kerja lainnya”.

Jadi, untuk menjalankan unit usaha BUMDes, maka BUMDes membutuhkan karyawan atau pegawai yang menjalankan usaha tersebut. Misal, BUMDes memiliki usaha resto, maka BUMDes membutuhkan karyawan seperti juru masak, juru kasir, waitress (pelayan), office boy/girl, tukang parkir, satpam, dan sebagainya. Tentu untuk pemilihan karyawan ini disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing BUMDes sesuai dengan unit usaha apa yang dijalankan oleh BUMDes, sehingga bisa mengetahui SDM seperti apa yang cocok untuk ditempatkan pada unit usaha tersebut.

Dengan demikian, masing-masing BUMDes bisa menentukan sendiri terkait kepengurusan dalam unit usaha BUMDes sesuai dengan kebutuhan unit usahanya. Untuk struktur pengurus unit usaha BUMDes yang ideal, seperti yang penulis cantumkan pada penjelasan di atas bahwa setiap struktur pengurus unit usaha BUMDes harus terdiri dari Manajer/Kepala Unit Usaha BUMDes, Bendahara Unit Usaha BUMDes, dan karyawan BUMDes sesuai kebutuhan unit usaha yang dijalankan oleh BUMDes.

Untuk tugas dan tanggung jawab dari pengelola unit usaha BUMDes ini bisa dibahas dan disepakati dalam Musyawarah Desa (Musdes) yang diselenggarakan oleh BPD. Jangan lupa untuk membuat AD/ART serta SOP dalam menjalankan unit usaha BUMDes. Klik untuk Contoh Struktur dan Job Des Pekerjaan.

Kami, bumdes.id dan Sekolah Bumdes, selalu terbuka untuk sahabat sekalian, sebagai upaya percepatan pembangunan desa, pengembangan BUMDes, sahabat sekalian dapat berkunjung ke Sekolah Bumdes. Kami juga memiliki berbagai program Kelas yang dapat menjadi upaya percepatan pembangunan dan pengembangan Desa dan Bumdes.

Bagi Anda, yang ingin belajar BUMDes, memerlukan pendidikan dan pelatihan BUMDes maka jawabannya adalah Sekolah Bumdes. Sekolah Bumdes adalah tempat belajar Bumdes secara paten dan menyenangkan. Kombinasi Teori, Simulasi, Praktik dan Kunjungan Lapangan. Belum lengkap belajar Bumdes kalau belum ke Sekolah Bumdes SMB Bumdes.id. Sekolah Bumdes berada di Jl. Nogotirto No.15 B, Area Sawah, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Silakan Anda berkunjung jika sedang berada di Jogja, Sekolah Bumdes selalu terbuka untuk Anda.

Informasi program selanjutnya dapat menghubungi nomor kontak: https://wa.me/6285772900800.
𝗕𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀 𝗬𝗮 𝗱𝗶 𝗦𝗲𝗸𝗼𝗹𝗮𝗵 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀 – 𝗣𝘂𝘀𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗹𝗮𝘁𝗶𝗵𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗺𝗱𝗲𝘀.

Penulis: Ayu Restianti
Editor: Ari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *