BUMDes adalah Solusi Stok Pangan dan Penyangga Ekonomi di Masa Pandemi

BUMDes adalah Solusi Stok Pangan dan Penyangga Ekonomi di Masa Pandemi

BUMDes adalah Solusi Stok Pangan dan Penyangga Ekonomi di Masa Pandemi

BUMDES.ID, Ditengah hiruk pikuk Pandemi Covid-19 yang telah berjalan selama ini, menjadikan sebuah Negara harus mampu bertahan dalam situasi krisis yang tidak menentu yang menyerang hampir seluruh siklus kehidupan. Mulai dari bagaimana sebuah Negara harus menciptakan vaksin untuk corona virus, juga bagaimana pemerintahan setiap Negara harus menjaga kebutuhan stok pangan secara nasional.

Berdasarkan data Gugus Tugas RI, bahwa per Tanggal 25 Agustus 2020, jumlah yang sudah dinyatakan positif sebanyak 155.412 orang, 111.060 sembuh dan 6759 orang dinyatakan meninggal.

Indonesia dengan jumlah 34 Provinsi dengan luas 1.905 juta KM2 dari Sabang hingga Merauke. Memiliki 74.517 desa dan 919 nagari di Sumatera Barat. Sebanyak 17.499 pulau dan total luas wilayah Indonesia adalah 7.81 juta KM2 yang terdiri dari 2.01 juta KM2 daratan, 3.25 juta KM2 lautan, dan 2.55 juta KM2 Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Disesuaikan pada potensi luas lautan dan daratan Indonesia menjadikan kita sebagai warga Negara begitu optimis bahwa Indonesia akan dapat menghadapi Crisis Pandemic Global “Covid-19” ini. Potensi besar yang dimiliki bangsa kita dalam menghadapi Crisis Pandemic ini pada dua sektor potensi, yakni Pertanian/Perkebunan dan Kelautan/Perikanan.

Jika kedua potensi tersebut dapat dimaksimalkan oleh pemerintah dengan baik melalui instansi pemerintah terkait. Maka peningkatan produksi selama masa Crisis Pandemic saat ini bisa dilakukan. Tidak menutup kemungkinan juga untuk meningkatkan usaha berbasis masyarakat dalam hal ini BUMDES bisa mengalami peningkatan signifikan dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan Nasional.

Baca Juga ; Bela Beli Produk BUMDES, “BUMDES Tangguh BUMDES Digital”

Saat ini Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal sudah mengeluarkan maklumat kepada seluruh perangkat desa se-Indonesia yang berjumlah 74.517 desa dan 919 nagari untuk memanfaatkan Alokasi Dana Desa (ADD) pada tiga sektor, yakni ketersediaan berbagai kebutuhan desa dalam pencegahan dan penyebaran corona virus, padat karya tunai dan BLT kepada 12 juta penerima sebanyak Rp. 600ribu/bulan.

Keterlibatan masyarakat secara lebih aktif dalam memaksimalkan pemanfaatan potensi harus lebih digalakkan oleh pemerintah pada semua jenjang tingkatan untuk mencukupi stok pangan nasional.

Salah satu lembaga masyarakat yang dapat digalakkan oleh semua pemerintah yakni Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ada beberapa alasan mengapa harus BUMDes harus digalakkan dan dimaksimalkan pengembangan potensinya karena lembaga tersebut berbasis pada masyarakat diwilayah pedesaan.

Oleh sebab itu kita sebagai pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) ini harus terus bergerak untuk mewujudkan mimpi sebagai garda terdepan dalam upaya ketahanan pangan melalui sebuah program yang hanya bisa dilakukan di Pedesaan. Yaitu Makan apa yang kita Tanam dan Tanam Apa yang kita Makan.

Desa harus bisa kembali menjadi mesin produksi yang mampu memproduksi semua kebutuhan pangan yang ada di Desa. Jika ada kelebihan hasil produksi kita bisa saling bertukar informasi dengan Desa yang lain untuk pemenuhan Kebutuhan Pangan ini. Dengan cara ini kita bisa meminalisir proses penyebaran Covid-19 ini dan juga mencukupi setiap kebutuhan pangan warga.

Bumdes.id lewat gerakan Bela Beli Produk BUMDES mengajak kepada sahabat BUMDES sekalian, baik pengelola, pendamping dan berbagai elemen masyarakat untuk membantu mensukseskan gerakan ini lewat membeli produk bumdes.

Sahabat bisa melakukan transaksi ini dengan berkunjung ke Katalog.bumdes.id dan jika sahabat ingin menambahkan produknya, bisa bergabung terlebih dahulu di Profil.bumdes.id untuk kemudian menambahkan produk bumdesnya. Yuk bersama melakukan Gerakan Bela Beli Produk BUMDES.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *