Peran Penting Generasi Muda dalam Mengembangkan BUMDes di Era Pandemi

Peran Penting Generasi Muda dalam Mengembangkan BUMDes di Era Millenial

Peran Penting Generasi Muda dalam Mengembangkan BUMDes di Era Millenial

Sebuah desa sangat membutuhkan pengembangan agar desanya lebih dapat beradaptasi dengan segala perubahan dan kebutuhan masyarakat pada saat ini. Setiap desa tentunya mempunyai potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang berbeda-beda, hal tersebut sejalan dengan topografi dan kontur wilayah sebuah perdesaan itu sendiri.

Strategi pengembangan desa dapat dilakukan dengan meningkatkan mengoptimalkan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM). Keberlimpahan SDA tanpa adanya dukungan dari kualitas SDM akan menimbulkan ketimpangan dalam proses menemukan kemajuan dalam peningkatan kesejahteraan.

Selanjutnya, meningkatkan sumber daya manusia melalui penyuluhan dan pelatihan. Menumbuhkan minat masyarakat dalam pendidikan agar berpendidikan lebih tinggi. Dengan adanya potensi desa dan kualitas sumber daya manusia yang baik, maka akan tercipta sinergitas dalam berkemajuan. Tidak hanya soal kuantitas namun kualitas pun sangat menentukan kemajuan sebuah wilayah perdesaan.

Dengan demikian, diharapkan desa dapat maju bersama dengan kemajuan zaman yang semakin menuntut akan sebuah perubahan. Daya adaptif sebuah wilayah perdesaan akan berdampak pada kemajuan sebuah desa secara mandiri. Salah satu yang dapat mewujudkan perekonomian desa, yakni dengan adanya lembaga usaha seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Perkembangan perkenomian di Indonesia yang sulit diprediksi dan tuntutan akan kesejahteraan di seluruh lapisan masyarakat masih menjadi agenda dalam penyelesaian permasalahan tersebut.

Untuk mencapai tujuan pembangunan nasional, desa merupakan agen pemerintah yang dapat menjangkau kelompok sasaran masyarakat “akar rumput” yang hendak disejahterakan. Salah satunya dengan adanya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes pada prinsipnya bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat desa dan pengembangan desa menjadi desa yang mandiri.

Generasi millenial memiliki peran yang sangat penting dalam membantu perkembangan  Badan Usaha Miliki Desa (BUMDes). Generasi millennial mengalami pergeseran perilaku seturut dengan perkembangan teknologi.

Tentu, perkembangan teknologi ini membawa akibat positif dan juga negatif bagi masyarakat. Keberhasilan Ponggok dalam mengelola desa menunjukan dampak positif dan pentingnya peran millenial dalam pembangunan desa.

Setidaknya ada dua peran penting generasi millenial dalam mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pertama, peran dalam menginisiasi, menggali, serta mengembangkan potensi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kedua, peran millenial dalam sistem komunikasi dan jaringan kelompok pemuda.

Pembuatan portal resmi desa serta baliho sebagai media informasi pengeluaran dana desa merupakan salah satu contoh pengoptimalan sistem komunikasi dan jaringan untuk mengawal transparansi desa.

Pemanfaatan teknologi digital merupakan salah satu ciri generasi millennial. Generasi millenial bisa mewujudkan pengembangan BUMDes untuk kemajuan desa yang akan memberikan dampak untuk kemajuan Indonesia dengan  membantu dalam mempromosikan produk unggulan desa dan wisata desa serta sejumlah potensi lainnya yang ada di desa. Generasi millenial yang kreatif akan memiliki sejumlah ide dalam mengembangkan segala potensi yang ada didesa untuk kemajuan desa.

Jadi, buat para generasi millenial dapat turut serta dalam pengembangan BUMDes yang telah didirikan dengan memanfaatkan berbagai peluang potensi yang ada di desa seperti mengolah pariwisatanya, mengolah e-commerce dengan turut membantu dalam menyebarkan dan memasarkan sejumlah produk unggulan desa melalui sistem elektronik dan berbagai peluang lainnya yang hasilnya juga bisa turut mensejahterakan masyarakat desa.

Ide kreatif generasi milenial dan eksistensinya di media sosial bisa menjadi energi besar dalam pembangunan desa melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di era milenial. Generasi millennial dapat melakukan eksplorasi nilai-nilai kearifan lokal dan juga mengenai potensi pengembangan sebagai desa wisata dengan mengandalkan hasil kekayaan alamnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *