Training Online Pendampingan BUMDES Surfaid Kepulauan Nias Sumatera Barat

Training Online Pendampingan BUMDES Surfaid Kepulauan Nias Sumatera Barat

Training Online Pendampingan BUMDES Surfaid Kepulauan Nias Sumatera Barat

Training Online Pendampingan BUMDES ini bekerjasama antara bumdes.id dengan Surfaid yang selama dua hari melakukan Pelatihan BUMDes secara online menggunakan media Zoom Meeting. Acara ini dihadiri oleh 6 Desa yaitu Hiliduho, Sinarikhi, Umbu, Hiliweto, Maziaya, Baruyu Lasara.

Ke enam desa ini tersebar di 3 Kabupaten yaitu Nias Induk, Nias Utara dan Nias Selatan. Dimana Pelatihan ini dilakukan selama dua hari yaitu antara tanggak 18 dan 19 Agustus 2020.

Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat desa, baik itu Pemerintah Desa, BUMDES, Karang Taruna dan dari Pihak Surfaid dengan jumlah peserta lebih dari 70 an peserta.

Acara dimulai dihari pertama dengan pemaparan materi dari Bapak Yanni Setyadiningrat selaku Sekretaris Desa Ponggok, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Materi yang diberikan oleh Bapak Yanni ini dimulai dari bagaimana BUMDES Tirta Mandiri Ponggok memulai BUMDES sampai BUMDES ini bisa mencapai Pendapatan Milyaran Rupiah setiap tahunnya.

Tentu ini akan menjadi motivasi tersendiri oleh para peserta untuk mengembangkan BUMDES yang ada di Desa masing-masing. Dalam materi yang diberikan ini, Pak Yanni berpesan untuk melakukan 4 Konsep Pembangunan.

4 Konsep pembangunan tersebut adalah sebagai berikut ;

1. Pendekatan Spasial yaitu yang berkaitan dnegan rencana Tata Ruang dan Wilayah
2. Pendekatan Sektoral yaitu sektor riil dan sektor keuangan masyarakat
3. Pendekatan Pembangunan SDM baik itu Masyarakat, Pemerintah Desa dan berbagai macam lembaga sosial yang ada di masyarakat.
4. Pendekatan IT yaitu dengan pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk menunjang berbagai macam informasi dan pengetahuan yang harus didapatkan oleh masyarakat.

Dari keempat konsep pemabangunan tersebut tentu diharapkan bisa dijadikan sebagai acuan untuk arah pembangunan desa kedepannya, digunakan untuk membangun desa yang bisa mandiri dan tidak bergantung dari Pemerintah Pusat dan Daerah, untuk memperkuat kapasitas pemerintah desa dalam mengelola setiap potensi yang ada di Desa dan Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.

Selanjutnya Materi dilanjutkan dengan sharing dari bumdes terbaik yang ada di Luar Jawa yaitu tepatnya berada di Nusa Tenggara Timur. Materi ini disampaikan oleh Bapak Kepala Desa Ferdinandus Watu dari Desa Detusoko Barat- Kabupaten Ende – Nusa Tenggara Timur.

Materi yang diberikan ini lebih ke bagaimana menjual produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat dalam hal ini hasil pertanian yang dikemas melalui pemasaran Online yang dimana memanfaatkan peran serta masyarakat di tengah Pandemi dengan memanfaat berbagai kalangan masyarakat.

Tentu ini menjadi motivasi tersendiri kepada peserta di tengah pandemi covid-19 ini. Peserta mendapatkan sharing secara langsung oleh pelaku usaha bumdes di tengah pandemi ini.

Selanjutnya memasuki sesi kedua yang dilaksanakan jam 13;30 WIB, materi dilanjutkan oleh Pak Rudy Suryanto, selaku Founder Bumdes.id. Materi yang diberikan Pak Rudy ini tentang bagaimana Membuat, mendirikan dan menumbuhkembangan BUMDES.

Dalam Materi yang diberikan ini Pak Rudy mengajak seluruh peserta pelatihan untuk Merubah Mindset. Dimana sebuah desa harus bisa mandiri, dimulai dari Makan apa yang kita tanam dan tanam apa yang kita makan. Tentu ini bukanlah sebuah gerakan yang mudah untuk dilaksanakan. Butuh kerjasama antara pemerintah desa dan masyarakat  untuk mewujudkan hal tersebut.

Selain itu juga Pemerintah Desa harus memanfaatkan lahan kosong khas desa yang selama ini tidak digunakan untuk menanam semua kebutuhan  pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Di hari kedua pelatihan ini, materi diberikan oleh Tim Konsultan Bumtdes.id. Materi yang diberikan adalah untuk melakukan pemetaan Potensi yang harus dilakukan oleh masyarakat. Dimulai dari pemetaan bentang alam, dan bentang sosial yang ada di masyarakat.

Untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat tentu diperlukan kerjasama antara masyarakat dan pemerintah desa. Supaya apa yang menjadi tujuan utama berdirinya sebuah Badan Usaha Milik Desa ini bisa tercapai. Yaitu tujuan Mensejahterakan Masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *