Desa Cerdas tidak sekedar Pasang Wifi

Desa Cerdas tidak sekedar Pasang Wifi

Dari sekian pengertian Desa Cerdas, Desa Pintar, Desa Pinter, saya pribadi cocok dengan pengertian berikut:

“Desa cerdas adalah daerah dan masyarakat pedesaan yang membangun diatas kekuatan dan aset mereka sendiri serta usaha untuk mengembangkan peluang baru melalui teknologi digital, telekomunikasi, inovasi dan pengggunaan pengetahuan yang lebih baik ( European Network for Rural Development).

Mengutip dari Dr Marcelino Pandin (Komisaris Telkom) membangun Desa Cerdas butuh Peta Jalan. Pertama tersedianya infrastruktur untuk konektivitas digital. Kedua berkembangnya Literasi Digital masyarakat desa. Ketiga Tata Kelola TIK Desa yang baik. Keempat baru pemanfaatkan aplikasi TIK dalam berbagai aspek kehidupan desa.

Jadi tidak bisa lompat sekedar pasang wifi dan install berbagai aplikasi ya.

Senada dengan peta jalan tersebut, Dr Bonivasius Prasetyo Ichtiarto menyampaikan pentingnya kesiapan untuk kompentensi SDM di Desa. Tanpa kompetensi yang memadai, warga masyarakat desa hanya akan jadi penonton dan obyek saja.

Praktik baik bagaimana membangun kemandirian dan kedaulatan data ditunjukkan oleh gerakan Open Desa. Saat ini sudah menjangkau lebih dari 11,000 Desa, dengan 4,000 Desa sebagai pengguna aktif. Hernindya Wisnuadji menunjukkan bagaimana Desa Gari di Gunung Kidul memanfaatkan 6000 ponsel untuk survei kebutuhan warga. Data tersebut bisa jadi basis pengembangan ekonomi lokal.

Rudy Suryanto, founder Bumdes.id, menambahkan Pandemi merupakan momentum desa untuk membangun circular atau closed loop economy. Ekonomi swadaya yang dibangun kesadaran untuk menanam apa yang kita makan, makan apa yang kita tanam, kemudian kelebihannya dijual dan dibeli oleh warga (bela beli produk desa). Upaya ini terbukti berhasil membuat desa tangguh dan lebih cepat pulih dari akibat buruk pandemi.

Tindak lanjutnya bagaimana? Bumdes.id dan Open Desa akan menggalang kolaborasi ABCGFM (Academics Business Community Government Fascilitator dan Media) untuk mempercepat Digitalisasi 10.000 Desa. Caranya bagaimana ? Masing-masing berbagi peran, pemerintah memberikan insentif dan dukungan kebijakan, swasta nasional dan BUMN turut serta, komunitas aktif berpartisipasi, fasilitator dan konsultan mendampingi, dan media mengabarkan berita dan praktik baik.

Tulisan ini merupakan ringkasan dari Webinar Digitalisasi Bumdes yang dilaksanakan Sabtu 21 November 2020 dan dipandu Mas Sais Matahari Faransahat (Dosen Fisipol UGM sekaligus Direktur Akademi Kewirausahaan Masyarakat Creative Hub Fisipol UGM).

Simak Rekaman Acara tersebut hanya di Chanel Bumdes.id

#DigitalisasiDesa
#TerusBergerak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *