Percepat Digitalisasi UMKM, BI Perwakilan Kalimantan Tengah Menggandeng Syncore Luncurkan Website Online Belanja Kalteng dan Webinar UMKM Naik Kelas.

Yudo Herlambang, Asisten Direktur Deputi BI Kalteng Saat Menyampaikan Sambutan

 

            “Salah satu faktor penting pendorong pertumbuhan ekonomi UMKM dimasa pandemi ini adalah dengan menjaga sektor kesehatan, karena antara sektor kesehatan tidak bisa dipisahkan dengan sektor ekonomi. Ketika sektor kesehatan terjaga dengan baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu mari kita sebagai komunitas UMKM turut mendukung program pemerintah untuk mempercepat vaksinasi dan menjalankan protokol kesehatan,” demikian sambutan awal Yudo Herlambang, Asisten Direktur Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah saat membuka workshop webinar UMKM Naik Kelas bersamaan dengan peluncuran website online Belanja Kalteng.

Selain mengingatkan kalangan komunitas UMKM untuk turut mendukung program vaksinasi pemerintah dan menjaga protokol kesehatan, Yudo Herlambang juga menyinggung negara-negara maju yang telah mencapai  program vaksinasi di atas 70% dan bahkan beberapa negara telah mencapai angka 100%. Program vaksinasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan juga mendorong digitalisasi ekonomi. Oleh karena itu, sebagai perwakilan bank sentral di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, BI Kalteng menggandeng Syncore untuk meluncurkan program digitaliasi ekonomi dengan meluncurkan website Belanja Kalteng untuk mewadahi pegiat UMKM di Kalimantan Tengah.

Yudo menambahkan bahwa website Belanja Kalteng ini sebagai usaha bahu-membahu, saling tolong-menolong di masa pandemi dan juga upaya untuk adaptasi digitaliasi ekonomi di masa pandemic. Website Online Belanja Kalteng selain menjadi wadah transaksi jual beli juga dilengkapi dengan teknologi-teknologi literasi dan inklusi keuangan modern salah satunya dengan penerapan QR code (QRIS) yang telah terstandardisasi oleh perbankan, sehingga bisa menjadi pendorong transaksi-transaksi UMKM secara cepat dan efisien.

Pada webinar ini juga dihadirkan beberapa pemateri yang akan memberikan materi-materi berbisnis dan bertransaksi dalam era digitalisasi ekonomi bagi pegiat UMKM dan juga mahasiswa wirausaha di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. BI Kalteng dan Syncore Indonesia menghadirkan Fandi Galang Wicaksana, Konsultan Syncore Indonesia dan juga Pengajar Ekonomi Akuntansi di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, serta Kandidat Doktor Ilmu Akuntansi di universitas yang sama.

Konsultan Syncore Galang Fandi Wicaksana Menyampaikan Materi Bisnis Model Canvas

 

Fandi Galang Wicaksana memberikan materi mengenai bisnis model Canvas, salah satu model bisnis yang paling banyak dilakukan di kalangan pegiat usaha mikro, kecil dan menengah. Bisnis model ini merupakan tools untuk membangun bisnis agar lebih tertata dan terproyeksikan dengan baik. Salah satunya dengan memetakan business plan dari mulai memetakan supplier, distributor bahan baku, memetakan segmentasi pembeli (customer), memetakan jenis produk yang akan dijual serta memetakan kekuatan produk yang dijual dibandingkan dengan milik pesaing.

Fandi juga menyinggung pemetaan digitalisasi ekonomi dengan penawaran penjualan online yang memerlukan diskon, kode voucher, penawaran serta salah satu kunci untuk memotong biaya-biaya produksi. Dengan melakukan digitalisasi ekonomi dengan transaksi melalui marketplace maka bisa memotong biaya produksi, biaya promosi hingga biaya-biaya lain yang biasanya menjadi beban ketika memulai usaha secara tatap muka (offline).

Pada sesi ini, Fandi juga memberikan bedah kasus bisnis model Canvas yang telah berjalan untuk bisa ditiru atau diadaptasi, salah satunya dengan simulasi kasus mengenai produk-produk dari Wonosobo yaitu Carica. Bedah kasus ini meliputi pengemasan produk, tagline dalam promosi hingga diversifikasi bisnis, dari berbisnis menjual buah Carica juga menjual Mie Ongklok yang sama-sama  merupakan makanan khas dari Wonosobo.

Konsultan Media Syncore Denny Aryudi Menyampaikan Materi Digital Marketing

 

Pemateri kedua Denny Aryudi memberikan materi mengenai digital marketing mengenai teknik-teknik pengelolaan media sosial dan pesan instan dalam berbisnis. Denny Aryudi adalah Konsultan Media Syncore Indonesia yang berpengalaman dalam bidang digital marketing. Beberapa tools digital marketing yang bisa dimaksimalkan oleh pelaku UMKM dan pegiat usaha adalah dengan menggunakan aplikasi pesan instan bernama whatsapp bisnis. Whatsapp bisnis ini sejatinya tidak jauh beda dengan aplikasi WA biasa, namun memiliki fitur-fitur yang lebih lengkap untuk bertransaksi dalam bisnis seperti adanya label data konsumen, jam buka usaha, lokasi geografis serta adanya menu pesan singkat secara otomatis.

Materi selanjutnya masih dari Denny Aryudi adalah mengenai foto produk. Foto produk dalam strategi digital marketing memegang peranan penting karena akan menjadi first impression (pandangan pertama) bagi para calon pembeli kita. Beberapa tips yang diperlukan ketika melakukan foto produk adalah bisa menggunakan smartphone, mengatur pencahayaan yang baik, mengatur background produk, serta disarankan menggunakan fitur edit foto. Selain itu salah satu tips yang perlu diperhatikan adalah tidak disarankan untuk menggunakan fitur zoom foto karena akan mengubah teknik fotografi. Demi memudahkan peserta webinar memahami teknik-teknik fotografi menggunakan smartphone,Denny menampilkan video tutorial cara mengambil foto produk dengan teknik sederhana dan dapat dilakukan di rumah dengan perangkat handphone masing-masing.

Pemateri ketiga selanjutnya adalah Erryza Susilo, S.S yang merupakan Home Business Development Service dari homebiz.id. Materi ketiga ini adalah materi sharing UMKM dari pelaku usaha yang mengelola Kuliner Buana Sari Puding serta Jendra Jewellery. Erryza menyampaikan sharing materi mengenai proses perjalanan pertumbuhan dua bisnis yang berbeda antara bisnis kuliner dengan bisnis handicraft (jewellery). Erryza menyampaikan satu bedah kasus yang menarik mengenai perjalanan bisnis Buana Sari Puding semenjak didirikan di tahun 2010 hingga bertahan di tengah pandemic sampai saat ini.

Perjalanan bisnis ini diawali dengan pemilihan packaging produk yang berbeda dengan produk dari pesaing (differensiasi), produk ini kemudian masuk ke dalam usaha catering dan snack box serta belum memikirkan pada strategi marketing. Proses ekspansi yang terbesar adalah pernah masuk ke pasar modern seperti Carrefour, namun mengalami tantangan untuk melakukan pengemasan produk agar lebih tahan lama. Tantangan yang lebih besar adalah datangnya pandemic Covid-19 yang kemudian memukul omset penjualan dengan turun mencapai 80%.

Erryza Owner Buana Sari Puding Saat Menyampaikan Materi Strategi Bertahan di Tengah Pandemi dengan Digital Marketing

 

Perubahan bisnis yang dilakukan Buana Sari Puding di tengah pandemi adalah dengan melakukan adaptasi pasar dimulai dengan memahami kondisi internal, menata ulang konsep bisnis yang baru, menata cashflow serta memperbaharui skala prioritas bisnis.  Salah satunya tantangan besar di masa pandemi adalah berkurangnya tenaga kerja karena membantu keluarganya berjualan akibat terkena phk, kemudian banyaknya produk yang sama di pasaran karena banyak yang berjualan, naik turunnya bahan baku serta semakin tipisnya cashflow.

Setelah memahami proses adaptasi ini adalah dengan melakukan terobosan baru seperti memilih resiko terkecil, menata strategi usaha baru, memotong beban-beban pengaluaran yang tidak terlalu prioritas. Serta memprioritaskan bertahan dengan membuat produk by order. Kemudian salah satu lompatan besar yang dilakukan Buana Sari Puding di masa pandemic adalah melakukan strategi digital marketing melalui media sosial facebook, Instagram, serta layanan delivery order ojek online.

Pengalaman Erryza paling berkesan adalah melakukan strategi iklan ads melalui facebook di saat adanya larangan mudik. Iklan yang disampaikan adalah pengantaran pudding bagi keluarga di kampung yang tidak bisa didatangi karena larangan mudik di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Strategi selanjutnya adalah memaksimalkan promosi Instagram serta google bisnis, karena banyak customer/pembeli yang datang dari dua media sosial ini. Eerryza juga melakukan re-branding ulang dengan foto produk sederhana menggunakan smartphone dan desain poster menggunakan aplikasi sederhana Canva. Di tengah kepungan pandemi dan lompatan strategi digital marketing yang baru, omset Buana Sari Puding dapat terus melompat sekitar 10-15 juta per bulan, beberapa bahkan menyentuh angka 20 juta per bulan. Jadi tertarik untuk melakukan digital marketing bagi bisnis anda?

Webinar kali ini diikuti ratusan pegiat UMKM dan mahasiswa wirausaha di Provinsi Kalimantan Tengah dengan harapan dapat mendorong digitaliasi ekonomi baru, serta mendorong penggunaan transaksi marketplace melalui Website Online Belanja Kalteng.  Bagi kalangan industri, swasta, sektor perbankan ataupun pemerintahan yang ingin melakukan pendampingan digitaliasi ekonomi dengan melakukan pembuatan website belanja online, pendampingan korporatisasi umkm di wilayahnya, atau melakukan program corporate social responsibility (CSR) yang berkelanjutan dan terencana dengan baik dapat menghubungi Tim Syncore melalui whatsapp Direktur Kemitraan Syncore:  0877-3890-0800.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *