Kepala Desa Ketapanrame Banjir Pujian di Acara Webinar Terakhir Desa BRILian

Zainul Arifin, S.E., Kepala Desa Ketapanrame Mojokerto saat memaparkan materi

“Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di desa kami, selain dari penyertaan modal dana desa juga didukung investasi masyarakat desa,” kata Zainul Arifin, S.E., Kepala Desa Ketapanrame Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Pernyataannya belum selesai, “Investasi dari masyarakat desa sendiri mencapai angka 3,8 miliar,” tegasnya dengan penekanan kalimat yang lebih mantap. Langsung saja kolom chat webinar berhamburan pujian, keinginan mencontoh kesuksesan Desa Ketapanrame, dan banyak dari ratusan peserta yang ingin meminta kontak dari Zainul Arifin.

Sosok Zainul Arifin tidak bisa dipisahkan dari kesuksesan Desa Ketapanrame Mojokerto, panitia seleksi Desa Brilian Batch 2 Tahun 2021 sengaja menghadirkan Zainul dalam Webinar terakhir Desa Brilian dengan tema “Pengelolaan Keuangan Desa yang Sehat dan Akuntabel”. Nah, tema ini adalah kunci kesuksesan Ketapanrame di bawah kepemimpinan Zainul Arifin. Duduk bersama Adi Gemawan, Pelaksana Tugas Direktur Pengawasan Keuangan Desa dari BPKP sebagai pembicara kunci webinar, Zainul Arifin didapuk berbicara mengenai cara penyusunan system keuangan desa yang transparan dan akuntabel. Sementara Adi Gemawan sebagai perwakilan dari pemerintah (BPKP) berbicara mengenai sistem mitigasi resiko perencanaan pengelolaan sistem keuangan desa sebagai bagian dari menuju goal penyajian akuntansi desa yang transparan dan akuntabel.

Kepala Desa Ketapanrame yang terpilih menjadi kades dalam dua periode ini menekankan pentingnya asas tranparansi dan akuntabilitas yang membuat masyarakat desa percaya untuk berinvestasi mencapai angka 3,8 miliar. Pada kesempatan lain bahkan sarjana ekonomi lulusan UIN Malang ini menceritakan animo masyarakat Desa Ketapanrame untuk berinvestasi di Badan Usaha Milik Desa mencapai angka 7 miliar. Kabar baik ini bisa diibaratkan layaknya penawaran saham sebuah perusahaan yang akan IPO (initial public offering) dan mengalami oversubscribed. Yaitu jumlah saham diminta akan dibeli investor jauh lebih besar daripada saham yang tersedia.

Kata Zainul Arifin estimasi dana yang dibutuhkan untuk penyertaan modal Bumdes saat itu hanya dibutuhkan dana sekitar 4 miliar, lalu dibuka penawaran saham investasi penyertaan modal ke masyarakat dan ternyata bisa menembus angka 7 miliar, fantastis sekali bukan? Nah, prestasi inilah yang membuat Zainul Arifin dan Desa Ketapanrame melambung tinggi ke tingkat nasional.

Zainul Arifin dan Ketapanrame dinobatkan menjadi pemenang 10 besar Kompetisi Desa Brilian pada Batch 1 Tahun 2021 pada periode sebelumnya. Dengan menjadi pemenang Desa Brilian, maka Zainul Arifin dan Ketapanrame telah memenuhi sejumlah kriteria seleksi yang ditetapkan Bumdes.id bersama dengan Bank BRI di antaranya telah memenuhi kriteria menjadi desa tangguh, tanggap dan inovatif serta siap untuk menjadi desa digital yang akan diorbitkan ke nasional oleh Bumdes.id dan Bank BRI.

Pada awal tahun ini, 10 pemenang desa Brilian pada periode sebelumnya akan menjalani proses pendampingan untuk menjadi desa unggulan nasional. Sementara kehadiran Zainul Arifin dalam webinar terakhir Desa Brilian Batch 2 adalah memberikan dukungan, motivasi dan membagikan pengalaman agar para peserta Desa Brilian batch 2 bisa menyusul seperti dirianya dan Desa Ketapanrame Mojokerto.

Jika anda tertarik mendengarkan penjelasan Kepala Desa Ketapanrame Kabupaten Mojokerto Provinsi Jawa Timur dalam menyusun laporan keuangan desa yang transparan dan akuntabel dapat mengunjungi youtube Bumdes TV:

https://www.youtube.com/watch?v=9_-nzYA-rlQ&ab_channel=bumdesTV

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.