Direktur Ekonomi dan Investasi Kemendesa Beri Strategi dan Motivasi di Depan Ratusan Peserta Webinar Desa Brilian Batch 3 Tahun 2021.

Direktur Ekonomi dan Investasi Kemendes PDTT FX Nugroho Setijo Negara Memaparkan Materi Strategi dan Motivasi Pemulihan Ekonomi Desa

Bank BRI dan Bumdes.id kembali menggelar kompetisi desa brilian batch 3 tahun 2021 dengan diikuti kurang lebih 800 peserta dari desa-desa yang lolos kandidat. Proses ini telah dimulai sejak awal September 2021 dan kemudian para peserta mengikuti rangkaian acara mulai dari technical meeting hingga webinar desa brilian, proses pelaksanaan lomba, penjurian serta proses seleksi bertingkat yang dilakukan oleh tim konsultan Bumdes.id dengan Bank BRI.

Setelah menjalani technical meeting, pada Selasa 5 Oktober 2021 Bumdes.id dan BRI kemudian menggelar webinar perdana yang bertajuk “Strategi Adaptasi Usaha dan Percepatan Pemulihan Ekonomi Desa” yang menghadirkan dua pembicara utama. Pertama adalah Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Investasi Desa PDTT FX Nugroho Setijo Negara yang memaparkan mengenai kondisi makro ekonomi nasional yang mengalami perlambatan akibat pandemi corona. Sementara pembicara kedua adalah Kepala Desa Sanankerto, M. Subur yang memaparkan materi mengenai strategi percontohan pemulihan ekonomi desa. Sanankerto merupakan desa brilian yang memenangi penghargaan 40 desa brilian terpilih pada gelombang 2 (batch2) pada tahun 2021.

Direktur Ekonomi dan Investasi Kemendes PDTT Nugroho menyampaikan mengenai dampak luar biasa pandemi yang turut memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional dan juga secara khusus di berbagai daerah di desa-desa di seluruh Indonesia. “Pertumbuhan dan arus barang mengalami gangguan secara makro,” demikian pembukaan Nugroho Setijo Negara saat memaparkan materi. Nugroho juga bercerita mendapat banyak curhatan dari kepala daerah di desa-desa seperti banyaknya pengangguran membuat beban anggaran desa dan daerah semakin berat.

FX Nugroho Setijo Negoro Menjawab Pertanyaan dari Peserta Desa BRILian Desa Kemirigede

 

Nugroho memberi contoh curhatan dari Kuningan, Cirebon, Jawa Barat dimana pandemi memaksa masyarakat desa yang bekerja menjadi migran/perantau kemudian pulang kampung dan membuat beban anggaran sosial desa kemudian meningkat dan secara otomatis memperberat kinerja daerah. Hal yang sama juga terjadi di berbagai daerah sehingga membutuhkan banyak strategi agar pemulihan pandemi ini bisa dipercepat. Salah satu strategi yang terus diperkuat Kementerian Desa PDTT adalah memperkuat kelembagaan dan revitalisasi desa terutama pada intervensi modal dan kapasitas perluasan jaringan pemasaran dan bahan baku, penguatan kemitraan dan pengembangan usaha, serta  peningkatan peran Bumdes untuk menstimulus masyatakat. “Bumdes ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengintervensi kondisi sosial dan memperluas jangkauan pengembangan usaha desa,” papar Nugroho.

Selain itu, Kementerian Desa PDTT juga memiliki berbagai strategi dalam memperkuat pemulihan ekonomi desa seperti dengan penguatan ketahanan pangan masyarakat. Fokus pada menjaga produktivitas dan distribusi bahan-bahan pokok yang utama sehingga tidak terjadi masalah pada persediaan bahan-bahan pokok di mata rantai desa. Kemudian strategi selanjutnya adalah mendorong padat karya tunai yang dibiayai oleh APBDes. Program ini selain mengurangi penggunaan teknologi juga menyerap tenaga kerja, meningkatkan daya beli, serta mengalihkan alokasi pembangunan infrastruktur menjadi intervensi jaring pengaman sosial di masyarakat.

Strategi selanjutnya adalah mempercepat dan mengembangkan digitalisasi desa. Nugroho bercerita mengenai kesuksesan budidaya pertanian ikan koi di Kabupaten Blitar karena adanya internet masuk desa (digitalisasi) sehingga memberikan intervensi sosial yang cukup cepat dalam memulihkan ekonomi desa. “Program digitalisasi desa ini didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi” tutup Nugroho.

FX Nugroho Setijo Negoro Menjawab Pertanyaan dari Desa Pumpungan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *