Revitalisasi Bumdes Melalui Kolaborasi dan Crowdfunding

Revitalisasi Bumdes Melalui Kolaborasi dan Crowdfunding

Bumdes.id – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB Unila) mengadakan seminar nasional yang  mengangkat tema “Menuju Desa Digital, Kemajuan Teknologi, Kesetaraan Akses dan Kolaborasi” pada 11 November 2021 yang lalu.  

Seminar nasional ini diadakan dalam rangka meningkatkan peran serta partisipasi para dosen di lingkungan Universitas Lampung dan Universitas lainnya baik dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam skala regional maupun nasional. 

Selain itu, seminar nasional ini juga bertujuan untuk mengaitkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai perwujudan peran akademisi dalam mendukung pembangunan desa yang ada di Indonesia. 

Acara seminar ini mengundang Rudy Suryanto sebagai narasumber untuk menyampaikan materi tentang Kolaborasi Kampus dan dunia usaha Industri untuk Revitalisasi dan Digitalisasi Bumdes. 

Rudy Suryanto menyampaikan bahwa di era pandemi seperti sekarang harapan kepada Bumdes semakin meningkat. Bumdes bisa menjadi lokomotif pemulihan ekonomi di desa. 

Revitalisasi Bumdes Melalui Kolaborasi dan Crowdfunding

Berdasarkan data di masa pandemi ini ada 57.000 Bumdes dan ada dana yang ditanamkan sejumah 4,2 triliun serta memberikan kontribusi 1,1 triliun kepada pendapatan asli desa.

Bumdes bisa menjadi ujung tombak atas masalah yang mendasar yang ada di desa yaitu; pengangguran, kemiskinan dan ketimpangan.

Lebih lanjut Rudy Suryanto juga menyampaikan problem utama Bumdes adalah unit bisnis yang terkena dampak pandemi sehingga harus menciptakan bisnis baru sebagai bentuk adaptasi yang bisa dilakukan dengan melalui Revitalisasi usaha Bumdes. 

Revitalisasi usaha Bumdes memiliki empat arah utama yaitu peningkatan skala usaha, arah kedua yakni membutuhkan modal lebih dengan tujuan memperluas modal bisa dengan menggunakan dana non-finansial, 

Ketiga yakni CSR (Corporate Social Responsibility) yang harus didorong untuk menghidupkan ekonomi seperti aset – aset milik Pemda, BUMN, Kehutanan dan apa yang masih belum bisa dikelola dengan baik.  

Terakhir yakni adanya Crowdfunding atau adanya penggalangan dan dari masyarakat yang juga termasuk merupakan sumber besar yang belum banyak dioptimalkan.

Bumdes juga harus memiliki mimpi atau pilihan bisnis yang besar karena Bumdes diciptakan untuk melakukan konsolidasi berbagai sumber daya yang dimiliki oleh wilayah tersebut. 

Contohnya di Lampung berkembang sekali industri yang maju seperti pada bidang pertanian, pertambangan, tambak sampai salah satu tambak paling besar pernah berada di Lampung. 

Merupakan langkah yang tepat bila melakukan Revitalisasi dengan pola – pola kolaborasi serta kerjasama antar Bumdes yang ada di Indonesia. #Terus Bergerak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *