Pendampingan Keuangan BUM Desa

Pendampingan Keuangan BUM Desa
 

Bumdes.id – Berdasarkan PP No. 64 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas PP No. 24 Tahun 1998 tentang Informasi Keuangan Tahunan Perusahaan, suatu lembaga perusahaan wajib menyajikan dan melakukan pelaporan laporan keuangannya pada Menteri, dimana laporan tersebut bersifat generic, yaitu dapat diketahui masyarakat luas.

Menteri yang dimaksud dalam perundangan tersebut adalah Menteri bidang perindustrian dan perdagangan. 

Namun, tidak semua perusahaan wajib menerbitkan laporan, Pasal 2 ayat 2 Kepmenperindag 121/2002 menyebutkan perusahaan yang wajib menerbitkan laporan keuangan antara lain:

  1. Perseroan yang memenuhi salah satu kriteria berikut:
  • Merupakan perusahaan terbuka (PT. Tbk)
  • Memiliki bidang usaha yang berkaitan dengan pengerahan dana masyarakat.
  • Mengeluarkan surat pengakuan utang.
  • Memiliki jumlah aktiva atau kekayaan paling sedikit Rp25.000.000.000, atau
  • Merupakan debitur yang laporan keuangan tahunannya wajib dikeluarkan oleh Bank untuk diaudit.
  1. Perusahaan asing yang menjalankan kegiatan usaha di wilayah Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan berwenang melakukan perjanjian.
  2. Perusahaan Perseroan (PERSERO), Perusahaan Umum (PERUM), dan Perusahaan Daerah.

Badan Usaha Milik Desa atau yang kerap kita sebut dengan BUMDes merupakan badan hukum yang didirikan oleh desa dan/atau bersama desa-desa guna mengelola usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan investasi dan produktivitas, menyediakan jasa pelayanan, dan/atau menyediakan jenis usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa (PP 11 Tahun 2021).

Berangkat dari pengertian BUMDes tersebut, BUMDes sebagai salah satu Perusahaan Daerah turut serta diwajibkan untuk menerbitkan laporan keuangan.

Dari pendampingan keuangan yang dilakukan oleh tim konsultan BUMDes.id, acapkali ditemukan kesalahan-kesalahan pencatatan dalam laporan keuangan yang disajikan oleh BUMDes itu sendiri.

Hal ini dikarenakan minimnya pengetahuan serta eksplorasi informasi di desa-desa terkait laporan keuangan yang baik dan sesuai dengan perundangan yang berlaku.

Untuk memahami lebih lanjut terkait laporan keuangan yang baik, berikut contoh kesalahan-kesalahan dalam pencatatan laporan keuangan BUMDes, sehingga harapan kedepannya pencatatan keuangan BUMDes bisa lebih baik lagi.

Aset Lancar
Temuan:
1) Saldo Modal Dasar Januari 2021 belum dimasukan di laporan kas masuk sehingga    membuat perhitungan kas di LRA menjadi minus.
2) Adanya akun Rekening tabungan yang berisi tabungan UBS di LKN-I Jun 2021, lalu pada LKN-I Okt 2021 dicatat sebagai bank
3) Transaksi Pembelian Pupuk yang dicatat sebagai akun Pupuk di Neraca.
4) Transaksi laba di kas harian dicatat sebagai Penjualan Pupuk
5) Transaksi DP Abu Jongkos di kas harian dicatat sebagai akun Pupuk di Neraca
6) Transaksi pembelian Racun Semprot dicatat sebagai akun Racun Rumput
7) Transaksi pengembalian modal pupuk dan upah bongkar ngecer pupuk dicatat sebagai akun Pupuk
8) Transaksi Angsuran Pupuk dicatat pada akun Pupuk
9) Ditemukan adanya pencatatan piutang yang tidak ada nominalnya, setelah ditelusuri piutang yang tidak ada saldonya tersebut hanya catatan piutang saja tapi pencetannya tidak dipisah di buku piutang melainkan di kas harian
Rekomendasi:
1) Perbaikan pengarsipan, saldo modal awal dilengkapi di setiap awal periode yang mengacu pada saldo akhir periode sebelumnya
2) Akun Rekening tabungan yang berisi tabungan UBS di LKN-I Jun 2021, lalu pada LKN-I Okt 2021 dicatat sebagai bank diseragamkan menjadi akun Bank
3) Transaksi Pembelian Pupuk yang dicatat sebagai akun Pupuk di Neraca bagian Aset direkomendasikan dicatat sebagai Persediaan Pupuk pada Kas
4) Transaksi laba di kas harian dicatat sebagai Penjualan Pupuk direkomendasikan dicatat sebagai Pendapatan lain-lain
5) Transaksi DP Abu Jongkos di kas harian dicatat sebagai akun Pupuk di Neraca direkomendasikan dicatat sebagai Persediaan Pupuk pada Kas dan Utang Dagang, sedangkan pada saat pelunasan dicatat sebagai Utang Dagang pada Kas
6) Transaksi pembelian Racun Semprot dicatat sebagai akun Racun Rumput, direkomendasikan dicatat sebagai akun Biaya Bahan Kimia
7) Transaksi pengembalian modal pupuk dan upah bongkar ngecer pupuk dicatat sebagai akun Pupuk, direkomendasikan dicatat sebagai kas pada piutang dagang
8) Transaksi Angsuran Pupuk dicatat pada akun Pupuk, direkomendasikan dicatat sebagai Piutang dagang
9) Pencatataan piutang yang tidak ada kas masuk atau kas keluar dipisahkan dari kas harian
Liabilitas Jangka Pendek
Temuan:
1) Transaksi Pinjaman Pihak Ketiga dicatat sebagai Hutang lain-lain
Rekomendasi:
1) Transaksi Pinjaman Pihak Ketiga dicatat sebagai Hutang lain-lain, direkomendasikan dicatat sebagai Utang Dagang
Ekuitas
Temuan:
1) Akun Bantuan/ Hibah
Rekomendasi:
1) Akun Bantuan/ Hibah direkomendasikan dicatat sebagai Dana Hibah
Pendapatan
Temuan:
1) Transaksi Diterima Upah Semprot Ladang dicatat sebagai akun Semprot Rumput
2) Terdapat transaksi yang tidak diketahui asalnya dicatat sebagai ??? Setelah dikonfirmasi sepakat diakui sebagai Penjualan Pupuk
Rekomendasi:
1) Transaksi Diterima Upah Semprot Ladang dicatat sebagai akun Semprot Rumput, direkomendasikan dicatat sebagai pendapatan lain-lain
2) Setiap transaksi ada bukti bayar seperti nota atau faktur agar mudah ditelusuri
Harga Pokok Penjualan
Temuan:
1) HPP belum disertakan
2) Perlakukan HPP dan persedian di pembelian dan penjualan pupuk
Rekomendasi:
1) Perbaikan pengarsipan HPP
2) Perlakukan HPP dan persedian di pembelian dan penjualan pupuk menggunakan metode perpetual
Biaya-Biaya
Temuan:
1) Transaksi Dibayarkan Ongkos Bongkar Pupuk di dicatat sebagai akun Lain-lain
2) Transaksi Dibayarkan Transport ke Jambi dicatat sebagai akun Lain-lain
3) Transaksi Babat Ladang dicatat sebagai akun Lain-lain
4) Beli ATK dicatat sebagai Adm dan Umum
5) Transaksi Konsumsi Bangunan dicatat sebagai akun Lain-lain
6) Transaksi Material (16/8) Nota Hidup Baru dicatat sebagai Inventaris Kantor
7) Transaksi seperti Piutang Kep Lihun dicatat sebagai Peralatan Pertanian
8) 8) Transaksi Bayar Nge cor Gudang 3 orang (24/8) dicatat sebagai Inventaris Kantor
9) 9) Transaksi Dibayar BON Konsumsi Bi Imas dicatat sebagai Lain-lain
Rekomendasi:
1) Transaksi Dibayarkan Ongkos Bongkar Pupuk di dicatat sebagai akun Lain-lain, direkomendasikan dicatat sebagai Biaya Bongkar Muat
2) Transaksi Dibayarkan Transport ke Jambi dicatat sebagai akun Lain-lain, direkomendasikan dicatat sebagai Biaya Pengiriman
3) Transaksi Babat Ladang dicatat sebagai akun Lain-lain, direkomendasikan dicatat sebagai Biaya Perawatan Kebun
4)] Beli ATK dicatat sebagai Adm dan Umum, direkomendasikan dicatat sebagai Biaya ATK
5) Transaksi Konsumsi Bangunan dicatat sebagai akun Lain-lain, direkomendasikan dicatat sebagai biaya konsumsi
6) Transaksi Material (16/8) Nota Hidup Baru dicatat sebagai Inventaris Kantor, direkomendasikan dicatat sebagai Perlengkapan
7) Transaksi seperti Piutang Kep Lihun dicatat sebagai Peralatan Pertanian, direkomendasikan dicatat sebagai Piutang Dagang
8) Transaksi Bayar Nge cor Gudang 3 orang (24/8) dicatat sebagai Inventaris Kantor, direkomendasikan dicatat sebagai Biaya Perawatan Kebun
9) Transaksi Dibayar BON Konsumsi Bi Imas dicatat sebagai Lain-lain, direkomendasikan dicatat sebagai Utang dagang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *