Peran Standar Operasional Prosedur (SOP) Keuangan Bagi BUM Desa

Bumdes.id – Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan pedoman yang berisikan tentang langkah-langkah dan cara atau tindakan yang harus dilakukan oleh para staff maupun karyawan yang bergerak pada BUMDES atau di suatu organisasi.

SOP merupakan aturan- aturan, kebijakan dan teknis yang harus dilakukan. Semua pihak yang telah menyepakati Standar Operasional Prosedur (SOP)  ini harus mengikuti, taat dan berpedoman dengan segala konsekuensi yang ada di dalamnya.

Pihak-pihak yang dimaksud adalah pelaksana pekerjaan dalam hal ini BUM Desa yaitu meliputi:

  1. Direktur BUM Desa
  2. Bendahara
  3. Sekertaris
  4. Kepala Unit
  5. Staf atau karyawan

Tujuan dari Standar Operasional Prosedur (SOP) yaitu untuk mencapai efisiensi, adanya keseragaman kinerja dan memiliki output yang berkualitas.

Selain itu dengan adanya SOP dapat mengurangi adanya kegagalan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan pada suatu organisasi.  SOP sendiri dibagi menjadi dua yaitu SOP operasional dan SOP keuangan.

Standar Operasional Prosedur keuangan merupakan pedoman dalam suatu organisasi dalam melakukan penatausahaan keuangan. 

Dengan adanya SOP keuangan yang dimiliki oleh BUMDES maka akan memudahkan dalam prosedur baik dari mulai prosedur pendapatan, pengeluaran, pengelolaan kas, persediaan, pengelolaan aset, utang, piutang, dan tutup buku pada setiap unit sehingga akan lebih jelas dalam pencatatan keuangan.

Dengan adanya SOP keuangan akan  memudahkan pengelola unit usaha dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, baik dari pengelolaan transaksi jual-beli maupun pengelolaan aset hingga proses tutup buku

Langkah-langkah untuk pembuatan SOP Keuangan :

Yang pertama butir-butir  yang  harus  ada  dalam  dokumen  SOP,  mencakup  Dasar Hukum, Tujuan,  Deskripsi,  Ruang  Lingkup,  Kualifikasi  Pelaksana, Peralatan/Perlengkapan,  dan    Penanggungjawab  atau  pelaku  setiap  kegiatan dalam SOP,  Uraian Prosedur  dan  Diagram Prosedur, serta  Dokumen Terkait yang menjadi bagian tidak terpisahkan dalam menyelesaikan suatu prosedur.

SOP dapat  ditutup  dengan  komponen  Lain-Lain  untuk  menjelaskan  persyaratan  lain yang  dibutuhkan  untuk  menyelesaikan  suatu  proses,  misalnya  biaya  yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

Pada SOP keuangan diperlukan mengklasifikasikan jenis sop keuangan apa  contoh jika ada Unit Usaha simpan pinjam di suatu BUMDES maka termasuk kedalam SOP Hutang dan SOP Piutang sehingga dapat dibuat mekanismenya. 

Contoh SOP keuangan Pendapatan pada Unit Wisata :

2 Komentar

  1. Terima kasih banyaksudah membagikan SOP pelaporan keuangan agar bisa lebih baik pengurus BUMDEs dalam menjalankan unit usaha .
    Kami lagi mendampingi BUMDEs di desa, kami sudah melakkukan identifikasi potensi desa dan unit usaha yg ada di desa, Kami sudah melakukan kerja sama dengan pihak ke 3 untuk melakukan usaha perdagangan (beli jual jambu mete dan beli jual barang Sembako di Toko Grosir).
    Berangkali bapak bisa bantu kami membuat SOP/panduan membangun kemitraan dan kerja sma dengan puihak ke tiga.

    1. Bumdes.id memiliki produk pendampingan bumdes, dimana salah satu temanya adalah pendampingan penyusunan rencana usaha bumdes yang mana mencangkup pendampingan pembuatan bisnis plan, SOP dan studi kelayakan usaha BUMDes. Untuk info lebih lanjut mengenai pendampingan kami silahkan hubungi WA kami di 087-805-900-800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *