Kisah Pendampingan Desa Cepogo Pemenang Desa Brilian

Bumdes.id – Tim Bumdes.id bertemu dengan Bapak Felani selaku Direktur Bumdesa Cepogo Boyolali, Ibu Indri dan Ibu Fani selaku sekretaris dan bendahara Bumdesa. 

Hasil diskusi bahwa kami mendampingi terkait dengan: 

  • a) penyusunan SOP unit usaha pengelolaan sampah, 
  • b) inovasi Bumdesa berupa integrasi pengolahan sampah dengan Ibu PKK yang kemudian dapat mengembangkan unit usaha baru berupa konsolidasi produk pertanian seperti Startup Eden Farm.

Melakukan kerjasama Wisata Edukasi dengan pokdarwis, dan perthashop.

Potensi dan masalah awalnya terpetakan dari sejarah awal mulanya Bapak Felani dan Ibu Indri yang dahulunya menjadi tenaga pemetaan bentang alam dan sosial di Desa Cepogo. 

Sehingga seluk beluk tentang desa hingga per RT mengetahui hasil dari pemetaan itu diusulkan lah semua gagasan program prioritas desa.

Pihak desa melaksanakan setiap program prioritas dari kedua tokoh tersebut. 

Kemudian beliau diangkat menjadi Direktur Bumdesa dan Sekertaris Bumdesa karena dianggap bisa mengelola segala potensi.

Masyarakat sejauh ini mendukung segala aspek program Bumdesa terutama ibu PKK, sedangkan pemuda mayoritas sudah bekerja bidang lain. 

Kami mengusulkan proses bisnis yang inovatif hasil studi dari Purbalingga agar bisa diterapkan di UPS Cepogo. 

Dari ide ini menghasilkan skema lanjutan yaitu membuka unit usaha untuk mengkonsolidasi hasil pertanian masyarakat (prinsipnya seperti startup eden farm) yaitu Bumdesa.

Sebagai wadah yang dapat mengemas sayur dengan packaging yang baik disertai izin BPOM, halal, dan PIRT. 

Produk ini akan dipasarkan salah satunya hotel dan restaurant sehingga dapat tercipta MoU

Untuk sisa makanan bisa diambil Bumdesa untuk makan Maggot di unit UPS. 

Kemudian kami diajak untuk mengetahui strategi panjang berupa wisata edukasi yang konsepnya akan sama dengan Dieng.

Melalui rumah masyarakat dengan daerah tersebut adat istiadat sangat kental karena adat reog, dan tarian budaya lainnya untuk disajikan.

Kepada wisatawan disamping itu di kawasan wisata ini masyarakat dominan menjadi pengrajin logam. 

Di kantor kepala desa kami bertemu dengan pak Mawardi selaku Kepala Desa Cepogo dengan berdiskusi agar potensi masyarakat.

Perlu diketahui bahwa awalnya menjadi tantangan karena awalnya mereka belum tahu tentang Bumdesa.

Namun saat ini masyarakat sudah bermindset Bumdesa sebagai wadah masyarakat untuk bisa berekspresi sehingga masalah ekonomi sosial bisa terpecahkan. 

Dan kami berdiskusi tentang rencana desa mendirikan Pertashop yang awalnya susah untuk izin namun karena mediasi Bank BRI.

Sehingga saat ini sudah terjadi kerjasama Pertamina dengan Bumdesa Cepogo dalam pembukaan Pertashop ini. 

Kepala desa berharap agar kami bisa mendampingi selain SOP, inovasi dan desain thinking juga didampingi terkait pengelolaan keuangan Bumdesa sesuai PP 11/2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *