4 Faktor Pentingnya SAAB Bagi Perkembangan BUMDes

4 Faktor Pentingnya SAAB Bagi Perkembangan BUMDes
4 Faktor Pentingnya SAAB Bagi Perkembangan BUMDes
4 Faktor Pentingnya SAAB Bagi Perkembangan BUMDes

Bumdes.id – Pencatatan keuangan merupakan salah satu nyawa utama sebuah badan usaha. 

Karena dengan melakukan pencatatan yang baik sebuah badan usaha mampu mengelola arus kas keluar masuk secara transparan dan akuntabel. 

Pencatatan keuangan yang baik akan memberikan bahan pengambilan keputusan pada kemudian hari.

Tentunya memudahkan pengurus memetakan rencana usaha secara lebih baik.

Baca Juga: Perhatikan 4 Fokus Utama Penggunaan Dana Desa di Tahun 2022  

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga seharusnya memiliki pencatatan keuangan yang baik. 

Selain karena memiliki mandat untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa di skala desa.

BUMDes memiliki kewajiban untuk menjadi agregator usaha yang ada di desa dengan dijalankan secara profesional. 

Itu artinya mengelola keuangan BUMDes juga harus profesional sesuai aturan-aturan keuangan baku dalam sistem akuntansi. 

Keuangan BUMDes secara langsung maupun tidak langsung akan berhubungan dengan keuangan negara dan keuangan pihak swasta lainnya. 

Ini karena beberapa BUMDes mendapat suntikan modal dari Pemerintah Desa.

Mendapat penyertaan modal dari masyarakat dan bahkan mendapat pendanaan dari corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan industri besar. 

Itulah mengapa pengelolaan keuangan merupakan nyawa utama BUMDes karena terkait dengan banyak pihak,

Tentunya terkait dengan urat nadi keberlanjutan BUMDes itu sendiri.

Baca Juga: Ketahui Enam Sasaran BLT Dana Desa Sesuai Arahan Presiden 

Bumdes.id sebagai aggregator dan komunitas BUMDes se-Indonesia memiliki Sistem Aplikasi Akuntansi BUMDes (SAAB) yang sudah digunakan ribuan BUMDes di Indonesia. 

Sistem ini diperuntukkan bagi BUMDes dalam mengelola keuangannya, baik keuangan unit-unit usaha maupun laporan keuangan BUMDes secara menyeluruh. 

Sistem Aplikasi Akuntansi BUMDes (SAAB) ini juga secara langsung terhubung dengan data-data keuangan BUMDes.

Baik yang berada dalam kas kecil maupun kas besar yang biasanya disimpan di rekening bank. 

Sehingga sejatinya SAAB ini memudahkan pengurus BUMDes dalam mengelola uang, mengalirkan uang untuk unit usaha, serta memproyeksikan pendapatan dalam jangka waktu setahun kedepan.

Pengurus BUMDes dengan SAAB akan dimudahkan dalam mencatat keuangan secara otomatis dan tidak lagi menggunakan catatan manual yang memakan waktu terlalu banyak. 

Berikut 4 faktor betapa pentingnya SAAB bagi BUMDes-BUMDes di Indonesia:
  1. SAAB memudahkan pencatatan keuangan secara otomatis, ini artinya akan memudahkan pengurus BUMDes mengelola arus kas uang masuk baik dalam bentuk modal, pendapatan maupun kerjasama dengan pihak ketiga. Selain itu juga memudahkan pengelolaan arus kas uang keluar seperti penggajian karyawan, pembayaran sewa hingga pembayaran lain yang berhubungan dengan pihak ketiga.
  2. SAAB memudahkan pengurus BUMDes menyajikan laporan keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan secara transparan, akuntabel dan profesional. Siapa saja pihak-pihak yang berkepentingan ini? Tentu yang paling utama adalah Pemerintah Desa sebagai penasehat BUMDes, kemudian masyarakat jika menyertakan modal, kemudian pihak ketiga swasta yang menjadi mitra penting BUMDes.
  3. SAAB memudahkan pengurus BUMDes berhadapan dengan sistem akuntansi negara. Misalnya jika BUMDes mendapat suntikan modal berupa hibah maupun penyertaan lainnya dari pemerintah  desa atau kabupaten, maka akan memudahkan pencatatan sesuai standar akuntansi. SAAB didesain khas untuk BUMDes, namun tetap menyesuaikan dengan standar akuntansi yang berkaitan dengan akuntansi sektor pemerintahan. Ini akan memudahkan BUMDes dalam mencari pendanaan dari pemerintah maupun melaporkan kewajibannya (misalnya perpajakan) secara mudah kepada otoritas pajak.
  4. SAAB memudahkan pengurus BUMDes ketika nantinya BUMDes mengelola omset miliaran rupiah.Dahulu banyak pihak skeptis BUMDes bisa sebesar sekarang ini, waktu berlalu dan banyak badan usaha milik desa kini menghasilkan omset milyaran rupiah dari berbagai unit usaha. Omset yang besar membutuhkan tanggung jawab keuangan yang besar juga, SAAB memudahkan pengurus BUMDes dalam mengelola omset besar dan menghubungkan dengan pihak-pihak terkait, semisal nantinya keuangan BUMDes membutuhkan audit dari akuntan atau ketika terdapat pemeriksaan keuangan dari BPK atau BPKP terkait dengan pendanaan dari pemerintah daerah kepada BUMDes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *