Apa itu Program RPL Kemendes Bagi Pengurus BUMDes?

Apa itu Program RPL Kemendes Bagi Pengurus BUMDes?

Bumdes.id – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi meluncurkan program RPL atau dikenal sebagai Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi pengurus BUMDes dan Perangkat Desa. 

Apa itu skema Program RPL? Serta apa manfaatnya bagi pengurus BUMDes?

Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) merupakan program integrasi kemampuan pengurus BUMDes ke dalam sistem kampus merdeka. 

Banyak pihak awalnya menafsirkan bahwa program RPL ini adalah upaya menyekolahkan kembali pengurus BUMDes ke kampus-kampus di Indonesia.

Namun, sayangnya program RPL bukanlah program menyekolahkan kembali. Akan tetapi mengintegrasikan kemampuan pengurus BUMDes untuk diakui dan disetarakan dengan sistem kurikulum kampus merdeka. 

Baca juga: Apa itu BUMDes Bersama?

Program ini secara sederhana adalah mengakui kegiatan pengurus BUMDes dalam mengelola unit usaha dan organisasi badan usaha ke dalam sistem satuan kredit semester (SKS) yang bisa  dikonversi menjadi kredit mata kuliah.

Simpelnya skema ini mengakui keahlian pengurus BUMDes dalam praktek di lapangan kemudian disetarakan dengan sks perkuliahan.

Sehingga nantinya bisa dijadikan kredit semester untuk melanjutkan kuliah. 

Skema RPL sebenarnya sudah lama diterapkan dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia. Misalnya seperti yang dilakukan oleh Universitas Terbuka terhadap calon-calon mahasiswa yang sudah memiliki gelar diploma 1, 2 dan 3. 

Ketika mereka mengambil program sarjana (S1), maka mereka tidak memulai dari awal.

Namun bisa melakukan RPL perkuliahan yang sebelumnya untuk ditransfer sebagai kredit semester. 

Sehingga tinggal melanjutkan saja, mereka tidak perlu mengambil mata kuliah-mata kuliah umum yang pernah ditempuh semasa sekolah sebelumnya, hanya tinggal melanjutkan sisa kredit semester berjalan di program sarjananya.

Skema RPL ini kemudian diperluas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim melalui program kampus merdeka. 

Dimana mahasiswa-mahasiswa di Indonesia bisa mengambil studi, kursus atau magang industri selama 1 sampai 2 semester di industri, BUMDes atau desa dan kemudian dikonversi ke dalam sistem kredit perkuliahan.

Nah, skema RPL Kementerian Desa PDTT sendiri adalah melakukan rekognisi (pengakuan) atas pengalaman kerja pengurus BUMDes, kemudian diintegrasikan ke dalam kampus merdeka dan bisa digunakan untuk melanjutkan perkuliahan. 

Baca juga: Cerita Pendampingan BUM Desa Sumber Mulyo Desa Sumberejo Kulon Pemenang Desa Brilian Batch 3

Kapusdatin Kemendes PDTT Ivanovich Agusta menjelaskan bahwa skema RPL ini akan memudahkan para pegiat BUMDes dan perangkat desa.

Untuk melanjutkan perkuliahan ke jenjang yang lebih tinggi atau memperoleh sertifikasi. 

Beliau juga menyampaikan bahwa RPL ini bukan berarti memaksa pengurus BUMDes untuk sekolah lagi, melainkan malah kerja-kerja pengurus BUMDes selama ini bisa dinilai untuk pengakuan kredit perkuliahan. Nah, menarik bukan?

Jadi, seorang perangkat desa dan pengurus BUMDes bisa bekerja dan mengajukan pengalaman kerjanya untuk dinilai oleh kampus sebagai kredit kuliah. 

Nantinya kampus yang akan memberikan penilaian apakah pengalaman pekerjaan ini bisa disetarakan dengan sistem kredit semester (SKS) di perkuliahan pada umumnya.

Jadi jangan kaget jika RPL ini akan lebih masif diperkenalkan oleh Kemendes PDTT kepada pegiat desa dan pengurus BUMDes. 

Harapannya nantinya akses integrasi BUMDes, desa dan kampus bisa semakin mendalam dan saling mendukung satu sama lain. Mulai dari program kampus merdeka hingga riset-riset bersama.

Skema RPL ini juga sudah disesuaiaikan dengan KKNI Baku pendidikan tinggi di Indonesia. Model-model penyetaraan ini sebenarnya sudah lama diterapkan di perguruan tinggi dalam jalur yang berbeda.

Misalnya seperti pemberian gelar doktor kehormatan (honoris causa) yang mempertimbangkan RPL kepakaran dan pengalaman seseorang di bidangnya dan kemudian dinilai untuk mendapat gelar kehormatan dari kampus.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *