Digitalisasi Desa Bukan Sekedar Pasang Internet, Mari Belajar Dari BUMDes Desa Talok

Digitalisasi Desa Bukan Sekedar Pasang Internet, Mari Belajar Dari BUMDes Desa Talok

Bumdes.id – Seringkali pedoman untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui digitalisasi desa banyak dimaknai hanya sebatas membangun infrastruktur fisik semata. 

Pengurus BUMDes maupun perangkat desa masih banyak menafsirkan digitalisasi desa hanya sebatas memasang internet dari perusahaan telekomunikasi. 

Padahal makna digitalisasi desa lebih dari pengerjaan fisik semata, digitalisasi diharapkan bisa membantu desa membangun sistem ekonomi baru yang tidak terbatasi dengan sekat-sekat geografis.

Baca Juga: Tips Mendirikan Unit Usaha Murah Meriah Bagi BUMDes: Membuka Loket Layanan PPOB

Pada persoalan ini kita perlu studi kasus nyata dari BUMDes Desa Talok, Desa Talok merupakan salah satu desa dampingan Bumdes.id.

Desa ini berhasil menjadi pemenang 10 besar Desa Brilian batch 3 tahun 2021. 

Apa yang akan dibahas dalam contoh ini merupakan bukti bahwa ketika berbicara digitalisasi desa tidak semata-mata hanya berkutat pada internet dan pasang wifi. 

Talok mengawali digitalisasi desa dengan merekrut anak-anak muda generasi milenial, generasi X dan generasi Y. 

Mereka ini adalah generasi yang akrab dengan internet atau biasa disebut dengan digital native, penduduk asli internet. 

Tugas pertama mereka adalah membangun aplikasi yang mampu menghubungkan UMKM-UMKM di Desa Talok dengan target konsumen. 

Tapi ini bukan sembarang aplikasi yang dikerjakan hanya untuk sekedar gagah-gagahan agar bisa disebut digitalisasi.

Aplikasi ini disebut dengan MyTalok dan juga TalokGo, sistemnya memang mirip dengan aplikasi kekinian, tapi ini bergerak di lingkup skala kecil yakni desa. 

Menariknya program ini berdampak positif pada sistem ekonomi desa yang berputar dari desa kembali ke desa atau yang disebut dengan sistem ekonomi sirkuler.

Founder Bumdes.id, Rudy Suryanto sering menyinggung bahwa model sistem ekonomi desa yang baik itu adalah bentuk sistem ekonomi sirkuler. 

Baca Juga: Kisah Pendampingan Desa Cepogo Pemenang Desa Brilian

Ekonomi digerakkan dari desa, oleh penduduk desa dan untuk penduduk desa. Terutama pada produk-produk yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, salah satunya bahan pokok yang seharusnya diproduksi dari desa dan dikonsumsi oleh desa. 

Rudy Suryanto sering memberi contoh dalam training-training BUMDes bahwa ketika orang jawa makan nasi dari padi sawahnya sendiri, maka begitu juga orang Papua makan sagu dari kebunnya sendiri. 

Contoh lainnya adalah hasil bumi berupa sayur-mayur yang seharusnya bisa diproduksi dari kebun sendiri dan dikonsumsi oleh desa sendiri, sehingga tidak perlu membeli dari daerah lain. 

Sama halnya dengan memaksa orang Papua makan nasi lantas mengimpor ribuan ton beras dari Jawa untuk dimakan di Papua. 

Ini akan mengakibatkan ekonomi desa menjadi rentan dalam menghadapi krisis.

Kembali kepada model aplikasi Desa Talok yang bernama My Talok dan TalokGo. 

Dua aplikasi ini bekerja dengan mendukung perputaran ekonomi desa. 

TalokGo mendukung sistem operasional transportasi yang digerakkan oleh penduduk desa, selain itu juga menjadi marketplace penghubung penjual (merchant seller) produk-produk UMKM dengan konsumen dari penduduk desanya sendiri. 

Aplikasi ini dikembangkan dengan TalokPay yang menjadi sistem pembayaran online di warung-warung UMKM yang terintegrasi dalam aplikasi, sehingga dengan satu aplikasi saja tercipta banyak ekosistem ekonomi yang digerakkan oleh desa.

Menariknya aplikasi ini sangat bermanfaat membantu warga desa saat dihantam pandemi, MyTalok berguna dalam membantu warga melakukan isolasi mandiri. 

Diawali dari penduduk desa yang melakukan isolasi mandiri dapat memesan makanan atau bahan pokok dari produsen UMKM sembako di desanya. 

Produsen UMKM kemudian melalui TalokGo mengirimkan pesanan dan dapat diantarkan sampai kedepan rumah. Menarik bukan konsepnya?

Nah, inilah yang disebut dengan digitalisasi desa bukan sekedar pasang internet saja. 

Digitalisasi desa harus menjadi nyawa baru bagi desa untuk membangun sistem ekonomi sirkuler yang membangun hajat hidup seluruh ekonomi warga desa. 

Aplikasi MyTalok dan TalokGo dikendalikan langsung oleh BUMDes Desa Talok dan sampai hari ini menjadi aplikasi yang mengendalikan lebih dari tiga unit usaha di bawah BUMDes. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *