Cara Membentuk BUM Desa Profesional

Cara Membentuk BUM Desa Profesional
Cara Membentuk BUM Desa Profesional
Cara Membentuk BUM Desa Profesional

Bumdes.id – Berikut merupakan cara membentuk BUM Desa yang profesional menurut Direktur BUM Desa Amarta Pandowoharjo Sleman. 

Terdapat 4 poin penting untuk membentuk BUM Desa yang profesional yaitu aset yang harus dipisahkan, pola pikir yang sejalan, rasa profesionalitas dan pemetaan bentang yang maksimal. 

Lebih lengkap terkait dengan langkah membentuk BUM Desa yang profesional bisa menyimak artikel berikut ini. 

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pernah mengeluarkan data ada ribuan BUM Desa mangkrak dan tidak terurus. 

Ribuan BUM Desa mati suri ini pernah disinggung oleh Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas kabinet penyaluran dana desa. 

Baca Juga: Pelatihan BUM Desa [ Badan Usaha Milik Desa ] 2022

Presiden memberi perhatian serius bahwa BUM Desa mangkrak berakibat buruk bagi perkembangan ekonomi desa.

Masalah ini mendapat perhatian serius dalam pelatihan pendamping BUMDes 2022 yang diadakan oleh Bumdes.id. 

Direktur BUM Desa Amarta Pandowoharjo Sleman, Agus Setyanta berbagi informasi dan tips langkah-langkah mendirikan BUM Desa profesional, transparan dan kuat. 

Bagaimana tahapan, langkah dan proses mendirikan BUM Desa yang profesional dan kuat? Berikut tips dari Agut Setyanta.

1.Sebelum memulai mendirikan BUM Desa, pastikan desa memiliki aset yang telah dipisahkan sebagai modal awal pendirian. 

Selain itu mendapat dukungan kuat (political will) dari pemerintah desa dan juga anggota BPD Desa. Hal ini penting karena menyangkut masalah-masalah strategis dan juga legal hukum. 

Nantinya ketika BUM Desa didirikan, kepala desa akan duduk sebagai dewan penasehat di struktur organisasi BUM Desa dan dapat menjadi dewan pengarah urusan strategis.

2.Kemudian perlu menyamakan pola pikir antara pemerintah desa, pemerintah daerah serta pemerintah pusat dalam hal-hal strategis. 

Misalnya dengan adanya aturan-aturan hukum baru yang berdampak pada pengelolaan dana desa, penyaluran dana desa.

Penggunaan dana desa untuk kepentingan modal BUM Desa, atau untuk memperkuat ketahanan pangan melalui peran BUM Desa.

3.Sikap profesional dan jiwa kewirausahaan harus dimiliki oleh pengurus BUM Desa.

Sikap ini penting mengingat BUM Desa sebagai lembaga ekonomi harus memiliki jiwa tahan banting, memiliki inisiatif yang tinggi. 

Baca Juga: Bito Wikantosa, Staf Ahli Kemendes Bicara BUMDes Merancang Ketahanan Pangan

Sementara sikap profesional harus dimiliki mengingat BUM Desa adalah lembaga publik yang dimiliki masyarakat desa dan bertanggungjawab secara akuntabel dan transparan.

4.Pemetaan potensi dan perencanaan usaha desa harus dipikirkan secara tepat dan matang oleh pengurus BUM Desa. 

Boleh melakukan adaptasi dari desa atau BUM Desa lain, tetapi perlu dipikirkan bahwa desa kita sendiri memiliki potensi usaha yang berbeda. Atau memiliki sektor unggulan yang perlu dipetakan. 

Note: Diolah dari materi Agus Setyanta, Pelatihan Pendamping BUMDes Angkatan 28

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *