Faktor Penyebab Penyalahgunaan Dana Desa

Faktor Penyebab Penyalahgunaan Dana Desa
Faktor Penyebab Penyalahgunaan Dana Desa
Faktor Penyebab Penyalahgunaan Dana Desa

Bumdes.id – Berikut merupakan faktor penyebab penyalahgunaan dana desa yang sering kali terjadi bila kurangnya pengawasan. 

Berdasarkan data sepanjang tahun 2021 hingga 2022 banyak kasus-kasus penyalahgunaan wewenang yang melibatkan pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). 

Kasus ini jika dirinci menyangkut masalah penggunaan dana desa hingga pengajuan kredit fiktif yang kemudian menyeret beberapa pengurus BUMDes ke dalam penjara. 

Baca Juga: Bumdes.id Lakukan Pendampingan BUM Desa Usaha Sejahtera Desa Pejengkolan

Dua kasus besar ini membuat kejaksaan negeri di wilayah kabupaten atau kota kemudian turun tangan dan melakukan pemeriksaan. 

Prosesnya biasanya diawali dari laporan masyarakat kepada kepolisian, kemudian dilakukan pemeriksaan oleh polisi.

Jika kasus-kasus yang ditangani berpotensi melibatkan kerugian negara dan atau kerugian masyarakat yang terkait dengan dana talangan dari pemerintah baik dari APBD maupun APBN.   

Para pengurus BUMDes yang ditangkap kejaksaan negeri (Kejari) rata-rata melakukan korupsi dana desa dan pengajuan kredit fiktif dengan tujuan untuk memperkaya diri sendiri.

Dua kasus ini jelas terbukti merugikan keuangan negara, serta merugikan masyarakat yang mendapat bantuan dana desa untuk pembangunan desa. 

Rincian detail kasus-kasus kerugian negara yang dilakukan pengurus BUMDes sebagai berikut: 

  1. Mantan pengurus BUMDes di Kabupaten Aceh Singkil ditangkap Kejari Aceh Singkil pada 2021 karena korupsi dana desa tahun 2018. Kasus ini berawal dari laporan masyarakat karena dana desa senilai Rp332 juta yang disepakati sebagai modal awal BUMDes, kemudian dianggarkan untuk pembelian kebun sawit. Hingga sekarang tidak terealisasi karena ternyata dikorupsi.
  2. Awal tahun 2022, Mantan Direktur BUMDes Amerta Desa Patas Kabupaten Buleleng Bali, Hernawati ditangkap Kejari Buleleng. Hernawati didakwa melakukan korupsi anggaran BUMDes dari tahun 2010 hingga 2017 senilai Rp 511 juta. Korupsi ini dilakukan dengan terus menerus menarik dana BUMDes tanpa didampingi oleh Bendahara BUMDes. 

Lalu apa saja sih faktor-faktor yang menyebabkan pengurus BUMDes bisa menyalahgunakan wewenang dengan korupsi dana desa dan pengajuan kredit fiktif:

Baca Juga: Pentingnya Rencana Keuangan Bagi BUM Desa
  1. Kurangnya pengawasan dari dewan pengawas dan dewan penasehat. Posisi dewan penasehat BUMDes dijabat oleh kepala desa, sehingga seharusnya bisa menjalankan fungsinya untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan BUMDes.
  2. Kurangnya pemahaman pengurus BUMDes mengenai filosofi dan tata kelola kelembagaan BUMDes. Jika pengurus BUMDes memahami filosofi pendirian BUMDes yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat desa, niscaya tidak akan melakukan korupsi dana desa maupun korupsi kredit fiktif. 
  3. Pengurus BUMDes tidak memahami struktur organisasi dan tata kelola kelembagaan. Terbukti dari satu kasus korupsi dana desa di atas, terdapat direktur BUMDes yang melakukan pencairan dana tanpa didampingi (disetujui) pengurus BUMDes yang lain yaitu terutama bendahara keuangan.
  4. Munculnya niat jahat menjadikan BUMDes sebagai sarana memperkaya diri sendiri. Niat jahat ini muncul karena lemahnya pengawasan dari masyarakat desa, BPD hingga dewan pengawas dan penasehat. Jika fungsi pengawasan berjalan dengan baik, maka BUMDes dapat beroperasi pada jalan yang benar. 
  5. Kurangnya transparansi dan akuntabilitas. Pencatatan keuangan adalah nyawa utama dari sebuah badan usaha. Seharusnya BUMDes berkewajiban membuat laporan keuangan dalam bentuk proyeksi pendapatan, pembuatan anggaran, laporan realisasi anggaran, laporan laba rugi hingga laporan konsolidasi jika memiliki banyak unit usaha. Laporan-laporan ini disampaikan dalam musyawarah desa tahunan atau disajikan dalam bentuk laporan terbuka yang bisa diakses publik/masyarakat. Hadirnya transparansi keuangan akan memudahkan dewan pengawas, BPD hingga unsur masyarakat desa mengawasi jalannya BUMDes dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *