Kerangka Berpikir Dasar Revitalisasi BUM Desa

Revitalisasi BUM Desa
Revitalisasi BUM Desa
Revitalisasi BUM Desa

Bumdes.id – Revitalisasi BUM Desa mutlak diperlukan jika posisi dan fungsi BUM Desa saat ini berada dalam tahap mangkrak. 

Menurut Rudy Suryanto dalam pelatihan bumdes, revitalisasi bertujuan menjadikan BUM Desa bermanfaat untuk kepentingan masyarakat desa.

Lalu, bagaimana kerangka berpikir dasar melakukan revitalisasi BUM Desa? Berikut langkah-langkah cara melakukan revitalisasi BUM Desa:

Materi Lengkap Terkait BUM Desa Bisa Didownload Disini! 

A. Melakukan asesmen atau penilaian dalam cek kesehatan usaha (CKU) BUM Desa. Penilaian ini bertujuan memberikan posisi usaha dan kesehatan BUM Desa berada dalam posisi mangkrak, tumbuh atau maju. Nantinya akan menjadi landasan dalam melakukan proses revitalisasi. Proses asesmen CKU dapat dilakukan di: superapps.syncore.id/cku. 

B. Revitalisasi pertama adalah revitalisasi tata kelola sesuai dengan PP 11 Tahun 2021. Revitalisasi ini menyangkut beberapa hal penting :

  1. Reposisi BUM Desa disesuaikan dengan tujuan dan fungsi BUM Desa sesuai PP 11 Tahun 2021.
  2. Proses penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BUM Desa sesuai dengan PP 11 Tahun 2021. Proses penyusunan ini dilakukan melalui musyawarah desa dan kemudian disahkan menjadi peraturan desa. 
  3. Penguatan sistem manajemen dan akuntabilitas. Penguatan sistem manajemen ini dengan menata struktur organisasi dan tata kelola, menyusun SOP dan memberikan pelatihan penyusunan laporan keuangan BUM Desa.
  4. Melakukan peningkatan partisipasi dan kontribusi masyarakat. Peningkatan ini dapat dilakukan diawali dengan mengajak masyarakat hadir dalam musyawarah desa, menjadi bagian dari pengurus BUM desa atau mitra-mitra usaha BUM Desa.

C. Revitalisasi Usaha, revitalisasi ini dapat dilakukan jika telah selesai melakukan revitalisasi tata kelola. Alurnya sebagai berikut ini:

  1. Melakukan pemetaan dan potensi usaha dan masalah yang ada di desa dan BUM Desa.
  2. Merancang model bisnis dan rencana usaha yang disesuaikan dengan sumber daya manusia dan potensi usaha desa.
  3. Menyusun penganggaran dan laporan keuangan BUM Desa.
  4. Melakukan transformasi digital untuk beradaptasi dengan perubahan zaman. Transformasi digital dapat dilakukan dengan menciptakan ekosistem digital baru atau masuk ke dalam mata rantai pasok digital nasional. 
Baca Juga: Perubahan Pengertian BUM Desa dari UU Desa ke UU Cipta Kerja

Note: (diolah dari materi Rudy Suryanto PPT Tata Kelola BUM Desa Paska PP 11/2021) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *