Memetakan Bentang Hidup Desa

Memetakan Bentang Hidup Desa
Memetakan Bentang Hidup Desa
Sumber: Dokumentasi bumdes.id saat pendampingan Bumdes di Desa Sukalaksana

Belajar dari Desa Sukalaksana Garut

Bumdes.id – Pemetaan bentang hidup merupakan elemen penting dalam menyelesaikan masalah ekonomi desa.

Menghidupkan BUM Desa yang mangkrak hingga memulai mendirikan BUM Desa melalui musyawarah desa. 

Musyawarah desa yang menjadi forum tertinggi pengambil keputusan, selain menyusun anggaran dasar dan anggaran rumah tangga BUM Desa. 

Dapat dimanfaatkan juga untuk menyusun rencana kerja pemetaan potensi bentang hidup desa.

Pada pelatihan bumdes 2022 dijelaskan jika bentang hidup terdiri dari dua kelompok yaitu bentang sosial budaya dan bentang ekonomi. 

Materi Lengkap Terkait BUM Desa Bisa Didownload Disini! 

Jenis-jenis bentang sosial budaya dapat dirinci menjadi:
  1. Sejarah desa. Sejarah desa dapat dikemas menjadi potensi wisata sejarah. Banyak desa telah berhasil melakukan pengemasan wisata dengan model jenis ini.
  2. Budaya masyarakat. Sebagai contoh Desa Sukalaksana Garut memiliki budaya kesenian sunda. Budaya ini kemudian dimasukkan dalam satu paket homestay sehingga bisa menarik wisatawan untuk datang ke Sukalaksana. Wisatawan yang menginap bisa belajar kesenian langsung dengan para praktisi dan sesepuh kesenian Sunda.
  3. Mata pencaharian penduduk. Desa Sukalaksana selain memiliki banyak petani juga peternak. Bahkan di Sukalaksana mempunyai kampung Kambing yang dikhususkan untuk peternakan dan juga destinasi wisata.
  4. Pengelolaan BUM Desa. Pengelolaan BUM Desa di Garut Sukalaksana menjadi konsolidator unit-unit usaha yang ada, pengelolaan homestay dikelola oleh BUM Desa, pengelolaan kesenian dikelola oleh kelompok karang taruna, dan pengelolaan UMKM dikelola oleh masing-masing pedagang. BUM Desa berperan menjadi agregator yang menyambungkan semuanya. 
  5. Hubungan dengan lembaga desa. Kesolidan dan konsistensi adalah dua hal yang paling penting dalam memetakan bentang sosial budaya, karena dengan dukungan dari pemerintah desa dan elemen lain seperti karang taruna, anggota bpd, ibu-ibu PKK, maka BUM Desa dapat memainkan peran yang lebih besar. 
Selanjutnya bentang hidup desa berupa bentang ekonomi dapat dirinci menjadi dua jenis:
Baca Juga: Pelatihan BUM Desa [ Badan Usaha Milik Desa ] 2022
  1. Usia produktif penduduk desa. Usia produktif merupakan data untuk memetakan lapangan kerja dan penempatan sumber daya. Jika banyak tenaga kerja produktif usia kerja, maka BUM Desa dapat menggagas unit usaha yang menyerap tenaga kerja muda-muda. Misalnya dengan mendirikan destinasi wisata dengan konsep instagrammable. Begitu juga sebaliknya, jika banyak tenaga kerja yang diluar usia produktif, maka BUM Desa dapat memaksimalkan dalam pengelolaan UMKM desa. 
  2. Golongan atau strata ekonomi. Golongan ini cukup penting dalam memetakan pemerataan kesejahteraan penduduk. Para penduduk yang memiliki cukup modal banyak didorong membuka lapangan kerja UMKM sehingga bisa menyerap tenaga kerja dari penduduk tidak mampu. BUM Desa dapat berperan sebagai katalisator mempertemukan pengusaha dengan pencari kerja.  

Note: (diolah dari materi Aditya Candra, TOT BUM Desa Sanggrahan) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *