Cara Mengembangkan BUMDes

Cara Mengembangkan BUMDes
Cara Mengembangkan BUMDes
Cara Mengembangkan BUMDes

Bumdes.id – Berikut cara mengembangkan Bumdes agar bisa memberikan manfaat untuk warga desa. 

Mengembangkan Bumdes sudah menjadi salah satu arahan Presiden Jokowi agar perekonomian desa menjadi semakin maju.  

Pada beberapa momen masyarakat mencurigai BUMDes tidak dikelola dengan baik jika belum memberikan pendapatan bagi desa. Lalu bagaimana cara mengembangkan BUMDes?

Sesuai dengan payung hukum terbaru yang dikeluarkan Kementerian Desa PDTT, BUMDes adalah badan hukum khusus.

Bumdes juga harus berfokus utama mengembangkan sektor-sektor unggulan desa. 

Nah, cara mengembangkan BUMDes paling dekat adalah mendekatkan BUMDes dengan potensi-potensi sektor unggulan desa.

BUMDes dan pengurus BUMDes perlu memahami potensi-potensi unggulan desa, kemudian disusun dalam sebuah kertas kerja proyeksi usaha BUMDes. 

Proyeksi ini yang nantinya akan menjadi pedoman usaha BUMDes. Mirip seperti ketika anda membuat proposal usaha kepada investor atau ketika dipresentasikan di dalam kelas. 

Proposal atau proyeksi ini adalah langkah awal cara mengembangkan BUMDes. 

Baca Juga: Pelatihan BUM Desa [ Badan Usaha Milik Desa ] 2022

Langkah selanjutnya cara-cara mengembangkan BUMDes dalam pengembangan usaha dapat diikuti sebagai berikut:
  1. Pengurus BUMDes dapat memetakan proyeksi usaha unggulan yang ada di desa. Jika belum memiliki keahlian dapat mengikuti pelatihan BUMDes di Bumdes.id. 
  2. Pengurus BUMDes memiliki kemampuan sebagai agregator usaha. Jadi ketika potensi usaha sudah ditemukan dan disusun proyeksinya. BUMDes bisa menjadi agregator dan konsolidator. misalnya begini, di desa ternyata banyak petani produsen gabah atau beras. Kemudian BUMDes menyusun proyeksi membuat agen distributor beras ke desa-desa lain atau bahkan ke kota-kota besar. Maka BUMDes bisa membentuk unit usaha aggregator berbentuk PT atau toko grosir yang akan melayani penjualan langsung dari petani kepada konsumen. Tujuan jangka panjang adalah memotong rantai tengkulak yang kerap merugikan petani.
  3. Cara pengembangan BUMDes seperti contoh di atas dapat juga dibalik dengan menjadikan unit usaha BUMDes lembaga agregator di luar desa yang nantinya akan menjualkan produk-produk unggulan desa. Misalnya lembaga usaha ini aktif mencari calon-calon konsumen yang butuh beras murah di perkotaan. Mereka (konsumen) membayar uang, BUMDes kemudian meminta petani mengirim produksi beras. Langkah ini memiliki dua fungsi sekaligus yaitu memotong intervensi rantai pasokan. Kemudian selanjutnya memberi nilai keuntungan secara ekonomi yang lebih besar. Dalam jangka panjang BUMDes dapat berkembang dengan baik.
  4. Cara selanjutnya adalah menjadikan BUMDes sebagai konsolidator usaha ekonomi di desa. Misalnya jika sudah disusun proyeksi usaha BUMDes untuk membentuk ekosistem digital di desa. Maka BUMDes dapat mengakomodasi umkm-umkm di desa untuk masuk ke dalam pasar digital yang telah ditentukan. BUMDes dapat melatih umkm-umkm untuk berjualan online di marketplace, memberi pengetahuan digital marketing dan bahkan membantu UMKM bersinergi dalam rantai pasokan penjualan seperti contoh sebelumnya.   

Berminat megikuti pelatihan Bumdes bisa menghubungi kontak 0857-7290-08000878-0590-0800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *