Pelatihan Bumdes Tahun ini!

"<yoastmark

Bumdes.id – Tantangan BUMDes pasca pandemi tidak hanya dihadapkan pada masalah revitalisasi masalah BUMDes.

Tetapi juga berkaitan dengan rantai pasok kondisi global adanya kenaikan inflasi dan dampak perang Ukraina dan Rusia. 

Demikian disampaikan Founder Bumdes.id, Rudy Suryanto dalam berbagai pelatihan Bumdes tahun ini. 

Masalah-masalah ini mulai terlihat dengan seiring naiknya bahan-bahan pokok yang berkaitan dengan kondisi impor maupun produksi dalam negeri yang tidak stabil.

BUMDes perlu bersiap menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa depan dengan mempersiapkan diri memperkuat jaringan ABCGFM dan juga pentahelix. 

Rudy Suryanto menekankan bahwa jaringan ABCGFM yang dikuasai BUMDes akan membantu BUMDes mengembangkan sektor-sektor unggulan dan masuk dalam rantai pasok bahan baku. 

Cara menguatkan jaringan ABCGFM ini dapat melalui pelatihan bumdes yang diselenggarakan Bumdes.id. 

Bumdes.id memiliki pengalaman panjang dalam mengintegrasikan potensi-potensi BUMDes dengan potensi-potensi jaringan ABCGFM yang merupakan kepanjangan dari:

  • Academic
  • Business
  • Communities
  • Government
  • Facilitator dan Media 

Bahkan jaringan ini dapat diperkuat lebih spesifik dengan dimulai dari kolaborasi kampus (akademisi) dengan dunia usaha. 

Bumdes.id dalam berbagai pelatihan bumdes sering berbagai contoh-contoh kesuksesan BUMDes bekerjasama dengan kalangan akademisi (kampus). 

Misalnya pendampingan Program Desa Brilian (kerjasama Bank BRI dengan Bumdes.id) pada Desa Kuala Alam di Riau. 

Desa Kuala Alam dengan BUMDes-nya berhasil meningkatkan inovasi sektor unggulannya buah nanas.

Pada pelatihan bumdes tahun ini yang diadakan Bumdes.id, Desa Kuala Alam berbagi keberhasilan bekerjasama dengan peneliti profesor dan doktor dari kampus-kampus di Riau untuk meningkatkan kualitas buah nanas dan potensi pengembangan ke produk lain.

Baca Juga: Pelatihan BUM Desa [ Badan Usaha Milik Desa ] 2022

Riset kolaborasi antara kampus (akademisi) dengan BUMDes Desa Kuala Alam ini berhasil membuahkan lahirnya manisan nanas, keripik nanas hingga kerajinan yang berbahan baku dari pohon nanas. 

Inovasi ini merupakan bukti suksesnya kolaborasi BUMDes dalam mengembangkan sektor unggulan desa dan kemudian menciptakan ekosistem usaha baru di desa.

Pengembangan produk buah nanas menjadi manisan nanas, keripik nanas hingga kerajinan kemudian turut membentuk lahirnya wirausaha-wirausaha umkm baru di Desa Kuala Alam di Riau. 

Dengan lahirnya wirausaha baru, maka kesejahteraan masyarakat desa juga turut naik. Inilah yang disebut dalam pelatihan bumdes bahwa BUMDes memiliki tanggung jawab menjadi agregator dan konsolidator usaha-usaha baru di desa. 

Pada tahapan selanjutnya, ketika BUMDes berhasil mengembangkan kolaborasi dengan dunia kampus (akademisi). 

Maka ekosistem usaha baru bisa dibentuk dalam rangka mendorong tumbuhnya usaha-usaha baru yang turut menyumbang naiknya angka kesejahteraan penduduk desa. 

Saat mengisi pelatihan bumdes yang diadakan oleh Bumdes.id, Kepala Desa Kuala Alam bahkan dengan gembira menyampaikan keberhasilan lanjutan Kuala Alam melakukan penjualan perdana komoditas nanas ke Provinsi Jakarta melalui jalur laut.

Puluhan ton buah nanas dan aneka komoditas olahan nanas berhasil dijual melalui kapal laut dari Provinsi Riau ke Provinsi DKI Jakarta menjadi bukti bahwa kolaborasi BUMDes dan dunia kampus (perguruan tinggi/akademisi) berhasil menciptakan rantai pasokan baru. 

Jangan lupa untuk mengikuti dan daftar pelatihan Bumdes Tahun ini yang diadakan secara offline di Jogja.

Mengembangkan potensi unggulan dan menciptakan ekosistem usaha baru. Demikian hasil dari pelatihan bumdes tahun ini yang diadakan oleh Bumdes.id.

Berminat megikuti pelatihan Bumdes bisa menghubungi kontak 0857-7290-08000878-0590-0800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *