BUMDes Menjadi Agen Penyalur, Apakah Bisa?

Sebagai lembaga ekonomi desa, BUMDes dapat memberikan intervensi kepada ekosistem ekonomi desa. 

Intervensi dengan cara menjadi agregator kenaikan pendapatan ekonomi masyarakat desa, atau menjadi lembaga ekonomi yang menyalurkan subsidi untuk memangkas hadirnya entitas ekonomi lain yang bersifat destruktif: misalnya adalah rentenir.

Intervensi BUMDes dalam mengendalikan ekosistem ekonomi desa bisa melalui sektor penjualan pupuk.

Contohnya beberapa BUMDes di daerah Sulawesi Selatan. 

Mengingat distribusi pupuk banyak dikuasai tengkulak, mafia dan rentenir, sehingga ketika harga pupuk sampai di tingkat petani harga menjadi mahal dan petani tidak bisa mendapatkannya. 

Bagaimana BUMDes menyelesaikan masalah ini? BUMDes dapat memotong lingkaran masalah dengan menjadi agen penyalur. 

BUMDes mempunyai kendali atas modal yang besar dan mampu menjangkau agen distributor pupuk besar. 

Melakukan negosiasi untuk membeli harga pupuk standar dan menjualnya dengan harga standar bagi para petani di desanya.

Langkah ini akan memangkas banyak masalah terutama yang berkaitan dengan rentenir dan tengkulak. 

Tetapi itu adalah tugas yang benar dilakukan BUMDes sebagai lembaga ekonomi untuk mengintervensi sistem ekonomi desa agar merata dan adil untuk semua.

Selain soal pupuk, BUMDes dapat juga berperan dalam penyaluran bantuan pangan dari pemerintah berbasis makanan pokok. 

Seperti BUMDes Kemudo Makmur di Prambanan. Ketika pemerintah menyalurkan bantuan pangan dengan kartu ATM Perbankan Himbara seperti BNI, BRI dan Mandiri.

Para penerima akan mengambil sembilan bahan pokok di tempat yang telah ada dan menukarnya menjadi sembako sesuai ketentuan. 

BUMDes dapat mendaftarkan diri menjadi agen penyalur kepada pemerintah daerah/pemerintah pusat. 

Nantinya BUMDes dapat menyiapkan sembilan bahan pokok dengan membeli dari petani.

BUMDes dapat membeli beras dari petani lokal sendiri, membeli daging sapi, ayam dan bahkan telur dari petani desa sendiri. 

Serta membeli sayur-mayur dari petani sendiri yang nantinya akan membentuk ekonomi sirkuler di dalam ekonomi desa. Bagaimana menarik bukan?

Langkah selanjutnya BUMDes dapat meniru langkah BUMDes Amarta Pandowoharjo yang melakukan pengemasan produk-produk beras unggulan untuk dijual ke luar desa. 

Pengemasan ini memudahkan penjualan beras dalam bentuk premium dan siap untuk masuk pasar modern besar seperti supermarket dan minimarket. 

BUMDes Amarta adalah dampingan Bumdes.id dan menjadi tempat studi lapangan peserta training of trainers (TOT) Pendamping BUMDes Sekolah BUMDes. 

Berminat mengunjungi BUMDes Amarta dalam rangkaian acara TOT bisa menghubungi tim sekretariat Bumdes.id di: 0857-7290-0800 dan 0878-0590-0800

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *