Menjadi Agen Perubahan Kementerian, Duta Transformasi Kemenkeu Dapat Pembekalan Bumdes.id

Bumdes.id – Kementerian Keuangan melalui Sekretariat Jenderal (setjen) meluncurkan program Duta Transformasi tahun 2023 sebagai bagian dari reformasi birokrasi dengan mendorong lahirnya agen-agen perubahan di internal kementerian yang berfokus pada percepatan pelayanan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pesan bahwa individu-individu yang lolos dalam seleksi Duta Transformasi Kementerian Keuangan 2023 dapat menjadi agen perubahan internal yang memperkuat budaya, pola pikir serta integritas kinerja jajaran Kementerian Keuangan. 

Peserta Duta Transformasi Kementerian Keuangan diproyeksikan dapat mengerjakan dan mengakselerasi penguatan budaya, kinerja dan transformasi pengetahuan berbagai sektor tematik yang menjadi fokus isu-isu strategis Kementerian Keuangan. 

Salah satu isu tematik strategis adalah mengenai sektor pedesaan dan badan usaha milik desa. Oleh karena itu Kementerian Keuangan menggandeng Bumdes.id untuk memberikan pemahaman dan diklat bagi Duta Transformasi Kemenkeu agar bisa memahami pengelolaan desa dan BUMDes secara komprehensif. 

Pembekalan Bumdes.id bagi Duta Transformasi Kemenkeu berlangsung selama 3 hari dengan menghadirkan dua narasumber kepala desa, satu direktur BUMDes dan satu pengrajin produk-produk unggulan desa. 

Dua narasumber kepala desa yang dihadirkan Bumdes.id merupakan tokoh desa yang telah lama mengenyam asam garam pengelolaan pemerintahan desa, mengurai masalah-masalah desa hingga merancang program-program strategis di tingkat lokal desa.

Narasumber pertama adalah Taufik Kamal, Kepala Desa Pleret Kabupaten Bantul, Pleret dikenal sebagai desa para raja, dimana menjadi desa wisata yang terkenal dengan pengelolaan destinasi wisata religi, produsen produk unggulan desa berupa rempah-rempah serta menjadi desa yang memiliki keunikan budaya jawa bercita rasa tinggi. 

Taufik Kamal membagikan materi mengenai penyederhanaan sistem pengelolaan birokrasi di desa. Selama menjabat sebagai kepala desa, proses pengelolaan desa yang terbatas tidak sama dengan kementerian memerlukan penyederhanaan komunikasi. Kerja-kerja aparatur melalui laporan whatsapp dan menggunakan pakta integritas model sederhana untuk memperkuat kelembagaan desa dan BUMDes. 

Selanjutnya Bumdes.id menghadirkan Wahyudi Anggoro Hadi, Lurah Desa Panggungharjo Kabupaten Bantul. Wahyudi telah lama dikenal luas sebagai tokoh desa di Indonesia, Ia telah mengisi ribuan forum, seminar dan bahkan konferensi lintas negara mengenai pengelolaan desa, termasuk di dalamnya melakukan integrasi desa dengan pemerintah daerah. 

Di luar itu, dibawah kepemimpinan Wahyudi Anggoro Hadi, Panggungharjo berkembang memiliki banyak prestasi, dimulai dari hadirnya usaha kuliner Kampung Mataraman, Pengelolaan sampah desa melalui Pasti Angkut, dan satu inovasi menarik lainnya adalah Asuransi Sampah. 

Pada sesi materi, Wahyudi Anggoro Hadi yang dikenal sebagai begawan penasehat para legislator yang menjadi konseptor lahirnya Undang-Undang Desa, menyampaikan materi mengenai reposisi desa dan BUMDes paska lahirnya Undang-Undang Desa Tahun 2014. Wahyudi memberikan pemahaman kepada Duta Transformasi Kemenkeu bahwa posisi desa pra-UU Desa dengan Paska-UU Desa mengalami perubahan, dimana desa paska hadirnya UU Desa memiliki kewenangan sendiri dengan hadirnya asas rekognisi dan subsidiaritas. 

Selanjutnya Bumdes.id juga menghadirkan Ketua Desa Wisata Pentingsari Kalurahan Umbulharjo, Ciptaningtias, desa wisata yang berada di bawah lereng Gunung Merapi. Terkenal menjadi bagian dari desa wisata yang ditempati Juru Kunci Merapi Mbah Maridjan. 

Cerita Pentingsari adalah cerita mengenai perjuangan untuk berubah. Pentingsari awalnya hanya menjadi bagian dari dusun miskin, baik miskin sumber daya dan miskin inovasi. Namun seiring dengan melonjaknya wisatawan yang datang ke Merapi. Melalui inisiasi dari Kepala Desa sebelumnya Mbah Sumardi, Pentingsari mencoba merancang program-program wisata unggulan dengan menggabungkan wisata religi dengan penyediaan homestay. 

Bumdes.id juga mengajak Duta Transformasi Kemenkeu mengunjungi pengrajin kopi Merapi bernama Pak Bayu. Pak Bayu merupakan pengrajin kopi madu Merapi yang berhasil mengelola produk-produk unggulan desa sehingga memiliki citarasa yang baik dan berkelas premium. Tidak lagi menjadi kopi-kopi biasa yang hanya dijual dengan harga murahan. 

Pada bagian akhir, para Duta Tranfromasi Kemenkeu melakukan studi lapangan ke BUM Desa Amarta di Desa Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta. Dalam kunjungan tersebut, para peserta diajak langsung untuk melihat berbagai unit usaha BUM Desa yang telah berjalan dengan baik seperti, Unit Usaha TPS3R, Unit Usaha Beras, Unit Usaha Kolam Renang, dan UMKM Pembuatan Batik.

Bumdes.id dan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan berharap tiga hari pemberian materi ini dapat meningkatkan kapasitas wawasan Duta Transformasi Kemenkeu mengenai desa sebagai isu tematik yang dikelola Kemenkeu sebagai bendahara negara. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *